Awas Keliru, Darah Rendah Dan Kurang Darah Itu Berbeda

Apakah Anda sering merasa pusing dan lelah? Hati-hati, bisa jadi Anda memiliki tekanan darah rendah. Bagi beberapa orang, tekanan darah rendah bahkan dapat menyebabkan seseorang pingsan. Kapan seseorang dinyatakan memiliki tekanan darah rendah? Apa saja gejala yang menunjukkan tekanan darah rendah?

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah rendah atau tidak, Anda perlu melakukan tes tensi darah. Ketika Anda melakukan tes tekanan darah akan muncul dua angka. Angka yang pertama (angka yang muncul paling atas) menunjukkan tekanan sistolik, tekanan pada arteri di mana jantung berdetak dan diisi oleh darah. Angka yang kedua (angka yang muncul di bawah) menunjukkan tekanan diastolik, tekanan pada arteri saat jeda jantung pada setiap detakan.

Dan tahukah anda apa yang dimaksud dengan kurang darah atau anemia. Kurang darah atau dalam bahasa medis disebut anemia merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan hemoglobin atau zat besi dalam darah. Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang menderita kurang darah. Faktor tersebut antara lain adanya faktor genetik, kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, kehamilan dan menstruasi pada wanita (hormonal), kelelahan, kekurangan darah akibat terjadinya perdarahan, pola hidup yang tidak sehat dan stres.

Nah, mungkin banyak dari kita dan khusus nya orang awam yang keliru akan pengertian keduanya. Sesungguhnya istilah kurang darah itu sangatlah berbeda dengan darah rendah. Lalu apa Perbedaaan Darah Rendah dan Kurang Darah?

Perbedaaan Darah Rendah dan Kurang Darah

Kamu pasti mengira kurang darah dan darah rendah itu sama? Sebenarnya meski gejalanya mirip, kedua kondisi ini sebenarnya jauh berbeda. Selain dikatakan sebagai sinonim, kesalahpahaman lain yang diketahui banyak orang terkait kurang darah dan darah rendah itu adalah ketika seseorang diketahui mengidap hipotensi. Sudah pasti ia juga mengidap kurang darah, padahal keduanya juga tak melulu berkaitan.

Kalau Darah Rendah atau Hipotensi itu tekanan darahnya yang rendah atau ini diukurnya dengan menggunakan tensi meter. Sedangkan kurang darah atau anemia adalah butir darah merahnya yang berkurang. Anemia adalah kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang memadai ke setiap organ dan jaringan tubuhnya. Dimana pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl dan pada pria 13,5-18 gr/dl.

Gejalanya bervariasi, mulai dari kelelahan, muka pucat, jantung berdetak cepat tapi tak beraturan, sesak napas, nyeri dada, pening, gangguan kognitif, hingga tangan terasa dingin, begitu pula dengan kaki serta sakit kepala. Sedangkan hipotensi menunjukkan kondisi dimana tekanan darah kamu lebih rendah dari tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg. Menurut pakar, tekanan darah rendah baru dapat terjadi jika tekanan sistoliknya kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastoliknya di bawah 60 mmHg.

Gejalanya antara lain pening hingga terasa ingin pingsan, kurangnya konsentrasi, pandangan kabur, mual, demam, kulit pucat, sesak napas, kelelahan, depresi dan mendadak haus. Dilihat dari gejalanya, dapat dikatakan keduanya hampir mirip karena sama-sama menyerang darah. Hanya saja tampaknya tekanan darah rendah memperlihatkan gejala yang lebih parah daripada anemia.

1. Ciri-Ciri Kurang Darah

Mungkin Anda pernah atau sedang mengalami gejala kurang darah tetapi tidak menyadarinya karena kondisi kesehatan ini ciri-cirinya mirip dengan gejala penyakit ringan biasa. Beberapa ciri-ciri kurang darah yang dapat Anda kenali dengan mudah antara lain sebagai berikut:

  • Sering Sakit Kepala

Sering sakit kepala merupakan ciri-ciri kurang darah dikarenakan berkurangnya oksigen ke otak dikarenakan kekurangan zat besi. Kondisi ini sering dirasakan oleh penderita anemia terutama sesaat setelah bangun tidur. Tetapi sakit kepala ini juga dapat terjadi secara tiba-tiba kapan saja terutama disaat capek atau kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Gejala sakit kepala biasanya juga dapat dibarengi dengan mual atau muntah. Mengalami gejala anemia yang satu ini pastilah sangat mengganggu terutama di saat Anda sedang menjalankan aktifitas kerja atau berada pada momen-momen penting.

  • Mudah Lelah

Mudah lelah merupakan ciri-ciri kurang darah yang lazim dialami oleh penderitanya. Seseorang yang mengalami anemia biasanya akan merasakan badannya mudah capek walaupun tidak sedang melakukan aktifitas yang berat. Penderita anemia biasanya juga lebih mudah mengantuk dan mudah kehilangan konsentrasi.

Semua kondisi ini diakibatkan oksigenasi yang kurang ke seluruh jaringan tubuh. Jika keadaan ini terus berlangsung maka dapat menurunkan produktifitas kerja penderitanya yang tentunya dapat berdampak serius pada kehidupan.

  • Konjungtiva Mata Terlihat Pucat

Ciri-ciri kurang darah berikutnya yaitu konjungtiva mata terlihat pucat. Konjungtiva adalah kelopak mata bagian dalam, di mana pada orang normal konjungtiva ini berwarna merah. Hal ini dikarenakan zat besi merupakan unsur pembentuk sel darah yang berperan dalam membentuk warna merah segar. Sehingga pada penderita anemia, pada konjungtiva matanya akan terlihat warna yang pucat atau cenderung putih.

  • Kulit Pucat

Kulit pucat merupakan gejala kurang darah lainnya. Dimana kondisi ini biasanya mengindikasikan adanya penurunan aliran darah ataupun produksi sel darah merah yang rendah. Pada pasien dengan anemia akut yang diakibatkan oleh luka akibat kecelakaan atau operasi, biasanya tidak menunjukkan gejala kulit pucat. Lain halnya dengan pasien yang mengalami anemia kronis, biasanya mereka akan menunjukkan gejala ini.

Anemia kronis dapat terjadi karena serangkaian kondisi kesehatan, seperti hipotiroidisme (hormon tiroid yang tidak adekuat), gagal ginjal kronis, dan kanker tulang. Jika tiba-tiba Anda mengalami kulit pucat, segera pergi ke dokter agar dilakukan pengecekan untuk memastikan apakah memang merupakan indikasi anemia atau kondisi lainnya.

  • Kram Kaki

Kram kaki terutama jika terjadi ketika Anda sedang melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu gejala kurang darah. Pada seseorang yang mengalami anemia ringan seringkali gejala ini dianggap biasa, karena merasa masih bisa berjalan, berlari, atau berdiri dalam waktu lama. Namun jika dialami oleh penderita anemia berat maka kram kaki ini akan terasa sangat menyakitkan, sekalipun sedang beristirahat.

  • Kekebalan Tubuh Menurun

Ciri-ciri kurang darah yang berikutnya yaitu kekebalan tubuh dapat menurun. Sebab terganggunya proses oksigenasi di seluruh jaringan tubuh akan mengakibatkan tubuh mudah terserang penyakit, baik penyakit infeksi yang diakibatkan oleh mikroorganisme berupa bakteri, virus, jamur, atau parasit maupun penyakit non infeksi (tidak menular). Oleh karena itu pada penderita anemia dapat mengalami penyakit sekunder yang diakibatkan oleh menurunnya kekebalan/daya tahan pada tubuhnya.

  • Sesak Nafas

Hal yang perlu diwaspadai yaitu pada ciri-ciri kurang darah yaitu penderitanya dapat mengalami sesak nafas. Keadaan ini dapat terjadi akibat kekurangan zat besi yang menurunkan konsentrasi oksigen pada seluruh organ dan jaringan tubuh termasuk paru-paru. Gejala ini biasanya terjadi pada anemia yang cukup parah. Bila dibiarkan, keadaan ini dapat berakibat fatal karena mengancam jiwa seseorang.

Sehingga jika mengalami gejala ini, penderita harus segera dibawa ke sarana pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan oksigen eksternal. Pengobatan anemia tergantung pada jenis, penyebab, dan tingkat keparahan kondisinya.

Mengobati kurang darah atau anemia ini dapat dilakukan dengan merubah pola makan yang salah, menambah asupan zat besi dan vitamin C dan B12, konsumsi obat kurang darah, atau jika sudah parah dapat dilakukan dengan melalui prosedur medis, transfusi, operasi atau pembedahan. Tujuan dari pengobatan itu sendiri ialah untuk mengurangi tanda-tanda atau gejala, mengatasi penyebab yang mendasarinya dan mencegah kambuhnya anemia.

Mengatasi Kekurangan Darah Secara Alami dan Cepat

Biasanya pasien saat mengalami kekurangan darah akan merasakan keluhan lemah sepanjang waktu dikarenakan kurangnya asupan oksigen serta sari nutrisi yang diterima seluruh jaringan dalam tatanan anggota tubuhnya. Untuk itu inilah cara mengatasi kekerungan darah secara alami.

1. Kurangi Kopi Dan Teh

Para penderita kurang darah hendaklah mau untuk lebih cermat dan menjaga asupan minuman yang masuk dalam tubuh mereka, beberapa jenis minuman utamanya kopi dan teh memiliki kandungan senyawa yang sangat tak baik demi pemulihan pasien yang menderita kurang darah.

Hal ini dikarenakan oleh kandungan dalam minuman tersebut dapat mempersulit atau bahkan menghalangi penyerapan zat besi oleh tubuh kita sehingga yang pasti terjadi yakni sumsum tulang kita akan kekurangan bahan untuk prosuksi sel darah merah baru dengan begini maka prosuksinya pun akan berkurang dan kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan seluruh tubuh kita.

2. Konsumsi Hati Jeroan

Mengkonsumsi jeroan bisa saja terlarang bagi para penderita dengan kadar asam urat yang berlebihan, namun bagi anda utamanya wanita yang setiap bulannya mengalami proses menstruasi dan sekaligus mempunyai keluhan kekurangan darah maka anda dapat sekali mencoba jenis bahan makanan yang satu ini, cobalah untuk mengolah kudapan dengan bahan dasar hati ayam maupun hati bebek niscaya hal ini akan membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian dari tubuh anda.

Perlu diketahui bawa peranan zat besi yang dibantu dengan sari nutrisi lain yang memenuhi kebutuhan tubuh akan sangat berguna bagi proses pembuatan sel darah baru pada sumsum tulang belakang sehingga dengan begini kurangnya darah anda dapat segera diusahakan untuk ditanggulangi.

3. Coba Ramuan Daun Bawang

Cara lain yang dapat digunakan para penderita kurang darah yakni dengan mencoba mengkonsumsi daun bawang yang terkenal akan kandungan zat besinya yang sangat tinggi, jenis dedaunan yang satu ini juga memiliki kandungan protein ferropotin yang nanti akan bertugas menyalurkan kebutuhan zat besi ke seluruh area tubuh kita secara merata sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Anda mula-mula bisa merebus potongan daun bawang ini pada sejumlah air untuk kemudian bisa anda campurkan dengan kuning telur sebelum akhirnya bisa anda konsumsi. Jangan lupa pula untuk mengkonsumsinya secara rutin demi tercapainya seluruh khasiat secara maksimal. Anda bisa mencoba untuk mengkonsumsi resep penambah darah alami yang satu ini kira-kira dua kali setiap harinya demi memaksimalkan kinerja manfaatnya di dalam tubuh anda.

2. Ciri-Ciri Darah Rendah

Tekanan yang rendah dapat menyebabkan gejala-gejala atau tanda-tanda yang disebabkan oleh aliran darah yang begitu rendah melalui seluruh arteri dan vena, ketika aliran darah terlalu rendah untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi-nutrisi yang cukup pada organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal, organ-organ kurang berfungsi secara normal dan mungkin dapat menyebabkan organ rusak secara permanen.

Tekanan darah rendah akan menjadi sulit kembali normal jika kamu tidak mengenalinya dengan baik. Berikut ciri-ciri tekanan darah rendah yang mungkin sering kamu alami.

  • Penderita Pusing

Hal ini terjadi karena darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup ke otak. Akibatnya penderita akan mengeluh pusing di kepala. Kepala berkunang-kunang yang sering disebut sebagai pusing tujuh keliling. Tekanan darah rendah dapat menyebabkan pingsan. Sakit kepala karena tekanan darah tidak stabil disebut dengan ortostatik.

  • Kabur dan Berkunang-kunang

Penglihatan tiba-tiba akan kabur beberapa saat kemudian, dan kadang selalu berulang. Hal ini bisa dibedakan dengan kekaburan karena mata minus. Bisa juga hal ini terjadi karena duduk terlalu lama kemudian berdiri. Biasanya keseimbangan terganggu, dan bisa menyebabkan penderita jatuh ambruk. Bisa juga terjadi pada saat penderita berdiri terlalu lama, misalnya saat antre atau mengikuti upacara.

  • Pucat dan Tidak Bersemangat

Penderita akan terlihat pucat, dingin, denyut nadi lemah (atau denyut tidak stabil) karena suplai darah ke otak sedikit sekali. Tubuh terasa dingin karena suplai darah lambat dan tidak sampai ke jaringan tepi/mucosa tubuh. Rasa dingin biasanya mudah dideteksi terjadi di kaki, tangan, telinga, atau di bibir yang membiru. Biasanya diiringi dengan peluh deras yang keluar.

  • Perut Terasa Mual

Mual-mual biasanya menyerang tiba-tiba dan terjadi berulang. Tubuhpun akan merasa lelah dan lemas serta tidak bertenaga, bahkan untuk menopang kedua kaki dan membawa kedua tangan saja tidak kuat. Hal ini terjadi karena tidak cukup energi yang dibawa darah ke otak, organ atau kulit.

Nah, jika anda atau saudara anda mengalami beberapa ciri-ciri umum penyakit darah rendah di atas mungkin bisa di pastikan bahwa orang tersebut mengalai darah rendah. Darah rendah sebenarnya bisa di atasi dengan berbagai cara seperti makan sayuran hijau yang ttujuanya untuk menambah zat besi atau hb darah. Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat darah rendah, sebaiknya lakukan terlebih dahulu cara-cara sederhana yang akan dijelaksan dibawah ini

Mengatasi Darah Rendah

Sebenarnya, untuk mengatasi tekanan darah rendah tidakperlu menggunakan obat tertentu, ini berbeda dengan tekanan darah tinggi yang lebih banyak membutuhkan obat. Untuk mengobati darah rendah, yang paling utama adalah dengan memperhatikan pola makan dan siklus hidup anda setiap harinya. Jika anda bisa menjaga pola makan dan siklus hidup yang sehat, maka untuk mengobati darah rendah hanya diperlukan obat-obatan alami tanpa resep dokter.

1. Monitor Tekanan Darah 

Jika anda memiliki tekanan darah rendah atau menyadari tanda-tandanya, maka secara rutin anda harus memonitornya. Belilah alat pengukur tekanan darah (tensimeter) yang banyak dijual di pasaran dan mudah digunakan. Setiap kali bangun pagi anda merasa tubuh benar-benar lemas, segera cek tekanan darah. Jika memang tensi anda sangat rendah, atasi hal ini dengan minum kopi, makan-makanan bergizi, atau mengonsumsi pil penambah mineral seperti Sangobion.

2. Kurangi Gula dan Alkohol

Mengonsumsi terlalu banyak gula dan alkohol bisa secara drastis meningkatkan tekanan darah anda. Bagi yang memiliki darah rendah, peningkatan tensi yang terlalu mendadak bisa mengakibatkan efek samping yang cukup berbahaya, seperti pusing akut, berkunang-kunang, bahkan pingsan. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak alkohol dan gula dalam waktu singkat.

Selain itu, gula dan alkohol juga memiliki banyak efek negatif bagi tubuh anda. Gula bisa menyebabkan diabetes yang bisa berakibat berbagai komplikasi. Alkohol juga memiliki dampak negatif bagi sistem syaraf apabila dikonsumsi terlalu banyak secara terus menerus.

3. Konsumsi Banyak Lemak Nabati

Lemak nabati adalah salah satu sumber utama yang bisa membantu anda mengatasi darah tinggi. Mengonsumsi lemak nabati lebih direkomendasikan daripada lemak hewani karena lebih mudah dicerna dan risiko untuk mengakibatkan kolesterol juga lebih kecil. Sangat disarankan untuk mengonsumsi lemak nabati dari kacang-kacangan dan gandum.

Sangat disarankan juga untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam. Garam adalah salah satu zat alami yang bisa menambah laju produksi sel darah merah dan sangat membantu untuk menaikkan tekanan darah.

4. Banyak Minum Air Putih

Selain murah dan mudah didapatkan, air putih dipercaya sebagai obat alami untuk mengatasi dan mencegah berbagai macam penyakit, termasuk darah rendah. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi banyak air putih setiap harinya, setidaknya sebanyak 8 gelas perhari.

Jangan khawatir, tak ada efek negatif karena terlalu banyak minum air putih. Salah satu fungsi dari air putih adalah untuk detoksifikasi atau membuang racun dalam tubuh anda. Air putih juga membantu memperlancar peredaran darah, sehingga tensi anda secara perlahan-lahan akan lebih mudah meningkat.

Mengetahui dan menghindari penyebab-penyebab terjadinya tekanan darah rendah dan kurang darah adalah langkah awal untuk terbebas dari penyakit ini. Namun sudah tahukan anda bahwa darah rendah dan kurang darah itu berbeda? Untuk itu demikianlah penjelasan diatas semoga artikel ini memberi manfaat baik serta pengetahuan bagi pembaca.