Bagaikan Bahaya Banyak Wanita, Inilah Penjelasan Mengenai “Kanker Serviks”

Siapa yang tidak takut bila dirinya positive terdektesi mengidap suatu penyakit. Dan penyakit yang diderita ialah penyakit yang mematikan. Bahkan sudah banyak wanita yang mengalami hal yang mengerikan (menderita kanker dan meninggal). Hal ini terjadi dikarena kan sebuah penyakit yang hingga sekarang sangat sulit untuk disembuhkan, “kanker” Seperti yang kita tahu bahwa beberapa penyakit seperti kanker payudara serta kanker serviks membuat banyak wanita kehilangan nyawanya serta menjadikan banyak wanita begitu khawatir akan kesehatan pada tubuhnya. Namun pada kesempatan ini yang akan saya bahas ialah penyakit Kanker serviks. Untuk itu yuk, kita simak bersama.

Apa Itu Kanker Serviks?

Seperti kebanyakan kanker, kanker serviks bermula ketika sel-sel di leher rahim mulai bertumbuh di luar kendali. Sel-sel baru berkembang dengan sangat cepat, menciptakan tumor di leher rahim. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Kanker serviks sangat umum ditemui di seluruh dunia. Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker nomor empat yang paling sering menyerang wanita. Lebih jauh, WHO juga mengamati bahwa angka kejadian kanker leher rahim lebih besar di negara-negara berkembang daripada di negara-negara maju. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan perempuan terkena kanker serviks. Tapi penelitian menemukan bahkan 99,7 % kanker serviks disebabkan oleh HPV.

HPV adalah satu golongan virus, di mana terdapat lebih dari 100 jenis HPV. Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual itulah sebabnya mengapa dikatakan bahwa wanita yang cenderung mengalami hal ini mereka yang aktif secara seksual. Di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV. Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis.

Namun terdapat jenis HPV lainnya yang bisa menyebabkan kutil pada alat kelamin. Jenis HPV penyebab kutil kelamin ini tidak menyebabkan kanker serviks. Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita.

Dan tahukah anda bahwa jenis HPV yang berisiko tinggi dianggap mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Inilah yang menyebabkan materi ini akan mulai mengganggu kinerja sel, hingga akhirnya sel-sel serviks itu berkembang biak tanpa terkendali. Proses inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan kemudian berubah menjadi kanker.

Seperti yang kita ketahui bahwa kanker serta virus dari HPV ini belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Tapi, kebanyakan infeksi HPV menghilang tanpa penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun. Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV untuk mencegah tertularnya jenis virus yang menyebabkan kanker.

Penyebab Lain Yang Mengakibatkan Wanita Mengalami Kanker Leher Rahim

Seperti yang kita tahu bahwa hidup sehat yang kita terapkan pastinya agar membuat tubuh terhindar dari beberapa penyakit bahkan kebersihan akan tubuh juga mebuat beberapa kuman serta bakteri tak akan lengekt. Untuk itu ada baiknya untuk melakukan hidup sehat serta menjaga kebersihan tubuh. Dan jauhi penyebab yang dapat membuat tubuh mengalami hal semacam ini.

1. Merokok

Yah seperti yang kita tahu bahwa merokok tak memiliki khasiatnya, namun masih banyak saja dari mereka yang mengabaikan dampak akibat dari merokok. Dalam rokok terkandung zat kimia yang bisa merusak DNA pada jaringan serviks. Zat kimia ini bisa melemahkan imun tubuh dalam menangkal infeksi HPV. Oleh karena itu, merokok dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker serviks. Baik menjadi perokok aktif ataupun pasif sama-sama memiliki resiko mengidap kanker serviks.

2. Kelebihan berat badan (obesitas)

Ternyata tak hanya merusak pandangan saja, berat badan juga termasuk salah satu penyebab wanita mengalami kanker serviks. Mengapa begitu? Wanita yang memiliki indeks massa tubuh lebih besar diketahui memiliki lemak yang berpusat pada bagian tubuh tengah cenderung akan terkena adenocarcinoma (tipe kanker serviks). Wanita dengan indeks massa tubuh besar mengalami perkembangan sel kanker serviks lebih cepat.

Meskipun masih diperlukan penjelasan lebih detil tentang bagaimana obesitas sebenarnya mempengaruhi risiko kanker serviks, dapat disimpulkan secara umum dari penelitian yang sudah dilakukan bahwa obesitas memang meningkatkan risiko seorang wanita mengidap kanker serviks dua kali lebih besar.

3. Kurangnya Konsumsi Sayur dan Buah

Nah guys, sudahkah anda makan 4 sehat 5 sempurna? Mengapa dari sd kita selalu dianjurkan untuk makan-makanan yang bergizi serta memiliki khasiat didalamnya? Mengapa? Yah karena makanan yang baik pasti nya akan baik pula untuk tumbuh dan kembang tubuh kita begitu juga baik untuk fungsi tubuh. Dan mencegah penyakit yang akan menyerang daya tahan imun tubub kita.

Dalam buah dan sayur terdapat kandungan antioksidan yang menjadi penangkal infeksi serta radikal bebas. Sayur dan buah juga memiliki fungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, memperbanyak konsumsi sayur dan buah bisa mencegah terjadinya kanker serviks. Untuk itu jangan lupa untuk mengkonsumsi buah dan sayur dimenu makanmu.

4. Riwayat Keluarga

Ternyata penyebab lain bukan hanya dari gaya seks, makanan serta cara hidup yang tak sehat, melainkan juga dikarenakan faktor keturunan. Seperti kanker payudara, kanker ini juga bisa diturunkan lewat genetis. Apabila ada anggota keluarga dekat yang mengidap kanker ini, maka perempuan itu akan 2-3 kali memiliki resiko kanker serviks yang lebih besar. Hal ini karena tubuh tidak mampu dalam menangkal serangan HPV yang bisa diwariskan pada keturunan selanjutnya.

5. Kehamilan

Faktor lain yang berpengaruh terhadap resiko kanker serviks adalah kehamilan. Wanita yang hamil di bawah umur 17 tahun, resiko untuk terkena kanker serviks dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang mengandung di usia yang lebih matang atau di atas 25 tahun.

Struktur Organ Reproduksi Wanita

 

Anatomi organ reproduksi wanita memang cukup rumit karena terdapat dua percabangan indung telur. Pada wanita normal, setiap bulan kedua indung telur ini bergantian menghasilkan sel telur dan apabila tidak dibuahi, maka akan menjadi menstruasi. Di dalam organ reproduksi wanita juga memiliki beberapa kelenjar yang mempunyai peran masing-masing. Struktur organ reproduksi wanita meliputi organ reproduksi internal dan organ reproduksi eksternal. Keduanya saling berhubungan dan tak terpisahkan. Organ reproduksi internal terdapat di dalam rongga abdomen, meliputi sepasang ovarium dan saluran reproduksi yang terdiri saluran telur (oviduct/tuba falopii), rahim (uterus) dan vagina.

1. Rahim

Adakah diantara kalian yang paham akan yang namanya “rahim”? Rahim (uterus) adalah Organ Reproduksi Wanita yang paling utama dengan salah satu ujungnya adalah tabung falopian (tuba fallopi) dan ujung yang lainnya adalah leher rahim (serviks). Rahim terletak di pelvis dan dorsal ke kandung kemih dan ventral ke rectum. Alat Reproduksi ini ditahan oleh beberapa ligament. Di dalam rahim banyak terdapat otot dan lapisan permanen jaringan otot yang paling dalam disebut endometrium. Ketika wanita tidak dalam kondisi hamil, rahim hanya berukuran beberapa centimeter.

Rahim berfungsi menerima pembuahan ovum yang tertanam ke dalam endometrium dan mendapatkan makanan dari pembuluh darah. Ovum yang dibuahi tersebut akan berkembang menjadi embrio dan selanjutnya menjadi fetus dan terus berkembang hingga kelahiran setelah berusia Sembilan bulan. Pemasangan KB Spiral untuk mencegah kehamilan juga didalam rahim.

2. Ovarium.

Nah, jumlah dari sepasang bentuk oval yang memiliki panjang 3-4 cm, menggantung bertaut melalui mesentrium ke uterus. Merupakan gonade perempuan yang berfungsi menghasilkan ovum dan mensekresikan hormon kelamin perempuan yaitu estrogen dan progesteron. Ovarium terbungkus oleh kapsul pelindung yang kuat dan banyak mengandung folikel. Seorang perempuan kurang lebih memiliki 400.000 folikel dari kedua ovariumnya sejak ia masih dalam kandungan ibunya. Namun hanya ada beberapa ratus saja yang berkembang dan melepaskan ovum selama masa reproduksi seorang perempuan, yaitu sejak;

  • Menarche (pertama mendapat menstruasi) hingga,
  • Menophause (berhenti menstruasi).

Pada umumnya hanya sebuah folikel yang matang dan melepaskan ovum tiap satu siklus menstruasi (kurang lebih 28 hari) dari salah satu ovarium secara bergantian.

Selama mengalami pematangan, folikel mensekresikan hormone estrogen. Setelah folikel pecah dan melepaskan ovum, folikel akan berubah menjadi korpus luteum yang mensekresikan estrogen dan hormon progesteron. Estrogen yang disekresikan korpus luteum tak sebanyak yang disekresikan oleh folikel. Jika sel telur tidak dibuahi maka korpus luteum akan lisis dan sebuah folikel baru akan mengalami pematangan pada siklus berikutnya.

3. Leher Rahim

Salah satu bagian penting dari rahim atau uterus ini adalah leher rahim. Leher rahim ini disebut juga dengan serviks. Serviks atau leher rahim ini merupakan organ yang penting yang berperan dalam kesehatan perempuan. Fungsi Leher Rahim (Serviks) adalah;

  • Leher rahim atau serviks ini mempunyai fungsi yang penting bagi perempuan. Fungsi leher rahim atau serviks ini tidak lepas dari fungsi lendir yang dikeluarkan darinya yang dinamakan lendir rahim. Serviks atau leher rahim ini mengeluarkan lendir rahim yang kadarnya bisa berbeda-beda pada masama tertentu.
  • Lendir rahim ini berfungsi sebagai perlindungan alami tubuh dari bakteri-bakteri yang berasal dari luar tubuh. Selain itu, lendir rahim ini juga berfungsi membantu sperma berenang menuju ovum dalam proses reproduksi.
  • Lendir yang keluar pada masa subur dan masa tidak subur kadar atau jumlahnya tidak sama, dimana pada masa subur lendir yang dikeluarkan jumlahnya lebih banyak daripada lendir yang keluar pada masa tidak subur. Dan ketika masa hamil, serviks ini akan tertutup rapat sehingga lendir tidak akan bisa keluar dan menumpuk di dalam rahim untuk menjaga bayi dari bakteri dari luar yang dapat membahayakan janin yang dikandung.
  • Selain itu serviks atau leher rahim ini dapat menjadi jalan yang baik untuk bayi lahir. Jika serviks sehat maka akan menjadi jalan yang sehat pula dalam proses melahirkan. Saat proses melahirkan, serviks yang mempunyai bentuk seperti donat ini mempunyai lubang yang sangat kecil dan bersifat elastis saat membuka dan menutup pada saat proses melahirkan.

4. Vagina

Merupakan akhir dari saluran reproduksi wanita. Suatu selaput berpembuluh darah yang disebut hymen menutupi sebagian saluran vagina. Membran ini dapat robek akibat aktivitas fisik yang berat atau saat terjadi hubungan badan. Vagina berfungsi sebagai alat kopulasi wanita dan juga sebagai saluran kelahiran. Dindingnya berlipat-lipat, dapat mengembang saat melahirkan bayi. Pada dinding sebelah dalam vagina bermuara kelenjar bartholin yang mensekresikan lendir saat terjadi rangsangan seksual.

5. Tuba Fallopi

Tuba fallopi (tabung falopi) adalah dua buah saluran halus yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Tuba falopi pada manusia adalah memiliki panjang antara 7 hingga 14 cm. Ketika sel telur berkembang di dalam ovarium, ia akan diselimuti oleh folikel ovarium. Dan Apabila sel telur matang, maka folikel dan dinding ovarium akan runtuh dan menyebabkan sel telur pindah memasuki tuba fallopi dan berlanjut ke dalam rahim dengan bantuan cilia.

Nah, sudah tahukan kalian bagiamana struktur dari organ reproduksi wanita? Ada baiknya jika kalian mengikuti tips dibawah ini. Supaya apa? Agar kalian dapat mencegah kanker serviks melanda tubuh kalian. Untuk itu, kita simak ulasannya dibawah ini.

Pemberian Vaksinasi atau Pencegahan Kanker Sejak Dini

Salah satu pencegahan yang efektif dilakukan adalah dengan pemberian vaksin kanker serviks. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Lula Adilia mengatakan, kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang disebabkan oleh virus. Dengan begitu, tak seperti jenis kanker lain yang akar penyebabnya sulit dideteksi, penularan kanker serviks bisa diketahui bahkan bisa dicegah. ”Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual, yaitu human papillomavirus (HPV). Vaksin kanker serviks merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus tersebut

Vaksinasi atau pencegahan penting dilakukan sejak dini. Hal tersebut membuat anak terlindungi sebelum dia aktif secara seksual. Selain itu, vaksinasi di usia muda menunjukkan efikasi yang lebih baik. Data di Swedia menunjukkan, bila vaksinasi diberikan di usia 75%. Dan, pada usia 9-13 tahun. Vaksin cukup diberikan dalam dua dosis (2x suntikan). Sedangkan di usia 14-45 tahun diberikan dalam 3 dosis. Vaksin HPV berasal dari cangkang virus, bukan virus yang dilemahkan, sehingga tidak mungkin menyebabkan viremia (infeksi virus).

Ada kabar menyebutkan bahwa vaksin HPV kuadrivalen (mengandung 4 serotipe virus) sudah tidak dipakai lagi di Amerika Serikat (AS). Bukan karena vaksin tersebut berbahaya, melainkan karena di AS, sudah dipakai vaksin baru yang mengandung 9 serotipe. Program vaksinasi menggunakan vaksin kuadrivalen. Vaksin tersebut melindungi dari kanker serviks sampai 70%.

Namun tak bahayakah jika vaksin tersebut diberikan kepada anak usia belasan?

Untuk urusan keamanan kamu tak perlu khawatir sebab telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Pada program vaksinasi di Jakarta tidak ada keluhan efek samping, kecuali bengkak/nyeri di lokasi suntikan. Di seluruh dunia pun tidak ditemukan efek samping yang serius. Dibandingkan skrining, vaksin jauh lebih efektif. Bila ditemukan lesi pra kanker saat skrining, perlu dilakukan terapi, dan akan ada morbiditas yang terjadi. Bila lesi pra kanker sudah grade 3, rahim harus diangkat, sehingga perempuan tersebut tidak bisa punya anak lagi.

Sedangkan dengan vaksin, dengan 2-3 suntikan sudah mendapat proteksi hingga 15 tahun. Hal tersebut diperkuat oleh Dr. Widiastuti Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang memaparkan program vaksinasi di Jakarta awalnya diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta, karena dinilai sangat efektif dan bisa memangkas biaya pengobatan kanker serviks. Pemprov DKI sudah menganggarkan dana APBD untuk pembelian vaksin.

Kesimpulannya:

Sudah paham bukan mengenai masalah kanker serviks ini? Seperti yang dijelaskan diatas bahwa kanker serviks ialah kanker yang dapat dicegah bahkan akar dari masalahnya pun sudah cukup jelas yakni virus HPV yang disebabkan oleh gaya seksual yang begitu aktif. Namun jika ada baiknya bagi kalian untuk mencegahnya dengan pemberian vaksin. Karena dengan menggunakan vaksin kita dapat mencegah penyakit ini untuk menyerang tubuh. Nah, ada baiknya juga untuk mengkonsultasikan hal ini kedokter.

Karena apa? Agar proses serta anda juga mengetahui bagaimana cara pemberian vaksin yang baik untuk anak yang masih duduk di bangku SD (sekolah dasar). Dan vaksin seperti apa yang diberikan untuk kita. Karena nggak ada salahnya bukan untuk mengonsultasikan hal ini ke pihak yang lebih mengerti (tim medis/dokter).

Dan demikianlah artikel hari ini, semoga pembahasan akan kanker serviks dapat menambah pengetahuan anda akan pentingnya mencegah kanker ini sejak ini.