Benarkah “Patah Hati” Dapat Memicu Seseorang Mengalami Gangguan Kesehatan?

Siapa sih yang ingin patah hati? Putusnya hubungan dengan kekasih, cinta yang bertepuk sebelah tangan atau si dia berselingkuh kerap menjadi penyebab utama seseorang patah hati. Saat patah hati, mood dan suasana hati pun kacau balau. Dan Pastinya semua orang pernah ngalamin patah hati, tapi nggak semua orang belajar dari kejadian itu. Semua orang tau rasanya patah hati, tapi ga semua orang mau tau jalan keluar dari patah hati. Banyak orang yang ngalamin patah hati tidak bisa mengungkapkan atau merasionalkan apa yang terjadi dalam diri mereka.

Emosi yang terkuras akan menganggu diri mereka secara fisik, karena itu orang seringkali mampu menjabarkan rasa sakit mereka daripada kebingungan dalam emosi mereka. Faktanya, beberapa pasien di rumah sakit jiwa mengalami masalah karena cinta. Dilansir oleh health yahoo.net, kehilangan orang yang dicintai, dalam hal ini putus cinta, membuat seseorang seperti kehilangan separuh nyawanya. Serangan ini dapat mengakibatkan stres yang sangat parah, sehingga tidak hanya kesehatan mental yang terganggu, kesehatan fisik juga bisa mengalami masalah.

Mengalami Gangguan Kesehatan

Jika kamu membiarkan perasaan itu berlarut-larut ada di hatimu, bukan tidak mungkin kamu akan tambah kecewa dan merana. Pada akhirnya tubuhmu juga akan ikut terkena imbasnya. Karena keseringan patah hati akan mengganggu kesehatan beberapa bagian tubuh. Seperti yang diketahui banyak orang bahwa jiwa yang sehat ada dalam tubuh yang sehat pula. Itu artinya, jika jiwa tidak sehat, maka tubuh juga akan terganggu.

Sakit hati hanyalah kiasan karena yang sebenarnya sakit adalah perasaan, bukan organ hati dalam arti sesungguhnya. Namun perasaan yang sakit juga bisa memicu sakit secara fisik, bahkan ada banyak organ yang ikut menanggung sakitnya. Berikut bagian tubuh manusia yang akan menaggung sakit akibat patah hati:

  • Bagian Kulit

Mungkin sebagian orang khususnya wanita, tak mengetahui jika pada saat ia merasakan sakit nya patah hati, ada bagian tubuh yang juga ikut merasakan dan mengalami yang namanya gangguan. Bagi wanita yang ingin memiliki kulit cantik, jangan terlarut dengan patah hati. Gangguan kulit bisa muncul seperti jerawat atau komedo bahkan bintik merah, ketika hormon stres berlebihan. Hormon stres bisa menyumbat pori-pori yang dilalui pembuluh darah dan kulit pun tak sehat lagi. Jadi gimana masih mau galau terus-terusan?

  • Kelenjar Hormon

Guys, emang iya sih patah hati itu rasanya sakit banget. Tapi ingat dong jangan larut dalam kesedihan. Kasihan tuh bagian tubuh yang ikut menanggung kesedihanmu. Jika parah, patah hati bisa menjadi sebuah sindrom yang pastinya akan mempengaruhi kesehatan manusia yang mengalaminya.

Saat kamu kecewa atau sedang mengalami tekanan batin, tubuh akan merespon dengan mengeluarkan hormon andrenalin yang bisa mengacaukan produksi hormon kortisol. Akibatnya gula darah dalam tubuh akan meningkat, hormon kortisol jika diproduksi secara berlebihan dalam tubuh juga akan menghambat pembentukan tulang dan meningkatkan tekanan darah.

  • Rambut

Tak hanya bagian kulit saja yang mengalami gaungguan melainkan rambut indahmu juga akan merasakannya. Patah hati juga mempengaruhi rambut, yaitu adanya fase telogen effluvium atau fase istirahat dan berhenti tumbuh untuk sementara. Bahkan rambut bisa rontok parah jika Anda dilanda stres yang mendalam.

  • Otak

Rasa sakit adalah bentuk respon otak atau sel-sel tubuh terhadap gangguan emosional yang terjadi.Ketika seseorang merasa tertolak atau kehilangan terjadi perubahan tekanan aliran darah, cingulate anterior cortex yang mengatur rasa sakit fisik bekerja lebih aktif, corticotropin hormone terlepaskan sebagai respon depresi. Secara sederhana tahapannya adalah, Mengalami patah hati-otak merespon-ginjal melepaskan hormon stress-sel-sel tubuh bereaksi-lemahnya kemampuan pompa pada jantung-sakit pada dada seperti diperas.

  • Sistem Imun

Manusia memiliki sistem imun yang berfungsi sebagai pertahanan diri dari berbagai penyakit termasuk virus dan bakteri. Semakin kuat imun kita, maka tubuh akan semakin sehat. Sebaliknya jika imun lemah maka kita bisa lebih rentang terserang penyakit. Perasaan patah hati juga berpengaruh pada imun atau daya tahan tubuh manusia. Kekecewaan yang mendalam dan tidak adanya semangat akan membuat daya tahan tubuh tidak stabil.

Jika saat ada virus atau bakteri maka dengan mudah tubuh akan terjangkit dan dalam waktu singkat tubuh akan terserang penyakit seperti demam atau flu. Tak sedikit orang yang patah hati jadi malas melakukan berbagai aktivitas misalnya saja makan dan berolahraga. Karena kekurangan gizi, tidak heran jika penyakit datang bertubi-tubi.

  • Jantung

Dokter spesialis kardiovaskuler dari John Hopskin School of Medicine, Amerika Serikat, Wittstein mengungkapkan jika sindrom patah hati membuat otot jantung melemah karena mental dan emosi yang tidak stabil. Pada kasus ekstrim bisa terjadi penebalan arteri jantung sehingga menyebabkan gangguan pada jantung. Sindrom patah hati ini melibatkan ketidakstabilan mental dan emosional yang mengakibatkan otot jantung Anda menjadi lemah sehingga mempengaruhi kinerja jantung Anda.

Efek patah hati bagi kesehatan fisik maupun mental amat merugikan. Ternyata sensasi yang Anda rasakan akibat patah hati ini ada alasannya dan tidak selalu berhubungan dengan kondisi mental. Tapi ada hormon dalam tubuh yang berperan menimbulkan rasa sakit tersebut. Berikut penjelasannya.

Adanya Pengaruh Hormon

 

Naomi Eisenberger, PhD dari University of California mengatakan, ketika putus hubungan dengan seseorang, otak sulit mengatasinya sendirian. Akibatnya, otak akan mengirimkan sinyal-sinyal ke tubuh untuk memberitahu bahwa yang Anda alami saat itu adalah rasa sakit. Pada dasarnya di dalam otak manusia terdapat beberapa jenis hormon yang mempengaruhi keadaan emosi dan perasaan kita, loh,Beberapa di antaranya ialah;

  1. Hormon Cortisol
  2. Hormon Dopamine
  3. Hormon Neropinephrine
  4. Hormon Serotonin.

1. Hormon Cortisol

Hormon kortisol juga dihasilkan oleh kelenjar adrenal dan disebut juga sebagai hormon stres. Hormon ini yang menentukan respon Anda terhadap situasi yang menegangkan dan yang bisa membuat stres. Dibandingkan dengan hormon lainnya, hormon ini bekerja lebih lambat. Pertama, bagian otak bernama amygdala akan menentukan ancaman atau situasi yang bisa menyebabkan stres.

Kemudian sinyal dikirimkan pada hypotalamus. Hypotalamus memproduksi hormon CRH yang berhubungan dengan ACTH. ACTH kemudian mengirim sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepaskan kortisol. Dalam banyak keadaan bahaya, hormon kortisol bisa menyelamatkan nyawa manusia. Meski begitu terlalu banyak produksi hormon kortisol juga tak baik untuk tubuh. Hormon ini menekan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah dan gula darah, menyebabkan jerawat, obesitas, dan lainnya.

2. Hormon Serotonin

Ini adalah kunci dari mood baik dalam tubuh manusia. Ketika hormon ini diaktifkan seseorang akan terlihat lebih mudah tersenyum, tampak ceria, tidak mudah menggerutu, tidak mudah tertekan dan lebih mudah untuk tidur. Hormon ini bisa menjadi krisis di saat seseorang mengalami depresi dan stress baik karena masalah pribadi, tekanan kerja berlebihan, dan rasa lelah.

Bahkan kekurangan hormon ini dapat berakibat terjadinya amnesia. Beberapa hal bisa meningkatkan produksi hormon serotonin, seperti mandi sinar matahari pagi, wisata, bercengkerama dengan kerabat dan sahabat, menari, bermeditasi, serta mendengarkan musik tenang atau ceria.

3. Hormon Norepinephrine

Hormon ini sama dengan Adrenalin yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal dan berasal dari otak. Fungsi hormon Norepinephrine adalah untuk membuat Anda tetap fokus dan terjaga selama mengalami stres. Anda akan menjadi lebih waspada, tak bisa tidur dan fokus pada masalah. Norepinephrine membantu mengalihkan aliran darah pada tempat yang tak terlalu membutuhkan untuk bagian tubuh lain yang lebih penting, misalkan otot atau otak yang membuat Anda bisa menghadapi bahaya dengan baik.

4. Hormon Dopamin

Nah, hormon ini pada otak berfungsi sebagai zat kimia pembawa pesan antara sel saraf. Hormon ini dapat meningkat ketika terjadi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal bahagia atau dipicu beberapa jenis obat-obatan. Hormon dopamin berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi dan rasa percaya diri.

Meski demikian, jika hal tersebut berlangsung berlebihan bisa berbahaya. Seorang psikolog menuturkan kemungkinan hormon dopamin yang memengaruhi perilaku seseorang. Pada orang dengan sistem dopamin yang aktif, maka perilakunya akan lebih positif dan bersemangat dalam mewujudkan cita-cita dalam berbagai sisi kehidupan.

Nah itulah beberapa hormon yang perlu anda ketahui. Seperti mana yang dijelaskan bahwa hormon cortisol dikenal juga sebagai hormon pemicu stress. Hormon dopamine adalah hormon yang dapat menstimulasi perasaan senang dan pleasure. Hormon neropinephrine adalah hormon yang memberikan efek rasa super gembira ataupun keceriaan. Dan yang terakhir adalah hormon serotonin yang merupakan mood stabilizer sekaligus kontributor bagi timbulnya perasaan bahagia.

Nah, kinerja hormon dopamine tersebut dapat terhambat apabila kita merasa sedih, marah, ataupun emosi terutama karena patah hati. Kedua hormon tersebut akan pergi dan sebagai hasilnya akan menyebabkan munculnya hormon pemicu stress atau lebih dikenal dengan hormon cortisol.

Patah hati terkadang membuat seseorang merasa sangat terpuruk. Ditinggal oleh pasangan karena berbagai penyebab membuat kita merasa dunia tidak lagi berarti. Tak jarang, kita merasa tak berharga, tak ada lagi yang bisa diperjuangkan selepas kepergian pasangan. Stres dan depresi pun berisiko muncul ketika seseorang merasa terpuruk. Namun hal ini tak baik jika dibiarkan begitu lama dan untuk itu adakah cara yang baik untuk membantu mereka yang mengalami patah hati ini?

Adakah Bantuan Bagi Mereka Yang Mengalami Patah Hati?

 

Seperti yang kita tahu nih guys, bahwa mereka yang mengalami patah pastinya takkan mudah untuk menerima nasehat ataupun menerima solusi yang diberikan. Rasa sakit yang timbul membuatnya enggan untuk menerima nasehat dari siapapun. Untuk itu orang terdekat seperti keluarga dan sahabat sangat dibutuhkan. Karena seperti yang banyak kita lihat untuk menolong seseorang yang melewati duka yang mendalam memang agak sulit.

Beberapa orang mungkin akan mudah melewati tahapan demi tahapan, beberapa lainnya terperangkap dan mungkin akan mengingat kembali yang lalu-lalu. Nah untuk itu Anda hanya perlu lakukan adalah tetap mengontrol orang tersebut, berikan kasih sayang tanpa terlihat merasa iba. Jika memang orang tersebut masih dalam tahapan berduka yang wajar, maka memberi dukungan dirasa cukup.

Namun, ketika seseorang telah menunjukkan gejala depresi, saatnya Anda mencari bantuan terapis atau tenaga professional lainnya. Karena seperti yang kita tahu bahwa kondisi seperti ini dapat merusakan kesehatan seseorang. Karena itu, jika Anda sedang mengalami patah hati, menangislah atau curhat dengan orang yang Anda percaya. Kadang menangis memang tidak menyelesaikan masalah, namun bisa meringankan beban di hati Anda.

Gimana guys? adakah diantara kalian yang masih merindukan dan mengenang sih doi? Nah, untuk itu ada baiknya jika kesedihan itu dibagi bersama sahabat ataupun keluarga. Dan tetaplah berfikir positif, yah siapa bilang patah hati itu indah. Saya juga tahu kok, rasanya gimana, namun hidup tetap berjalan dan ada baiknya tidak berlarut-larut dalam kesedihan.