Deretan Penyakit Kelamin Yang Harus Diwaspadai Oleh Wanita

Bentuk dan karakteristik vagina berbeda-beda dan unik pada tiap orang, sehingga vagina yang berbeda belum tentu bisa disebut tidak normal. Beberapa orang memiliki vagina dengan ukuran kecil dan berbentuk oval. Sementara sebagian lain memiliki vagina berbentuk tabung dan lebih besar.

Vagina adalah saluran elastis dengan panjang kurang lebih 8 sentimeter yang menghubungkan rahim dengan area luar tubuh. Dengan lapisan yang lembut dan fleksibel yang dapat memproduksi pelumas dan sensasi tertentu, vagina menjadi ruang masuk penis selama berhubungan seksual.

Penyakit kelamin ini seringkali tidak bisa terdeteksi dengan mata telanjang sehingga sering terjadi tanpa disadari penderita. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memeriksa apakah diri anda mengalami sakit kelamin, maka harus melakukan pemeriksaan laboratorium.

Penyakit kelamin wanita seringkali bersifat asimtomatis, yang berarti tanpa gejala. Namun juga dapat berkembang dan ditandai dengan munculnya keputihan maupun benjolan atau luka yang dapat disertai dengan rasa gatal dan nyeri pada area organ intim. Umumnya, penyakit kelamin wanita disebabkan oleh infeksi menular seksual. Selain itu, kondisi lain seperti dermatitis yang disebabkan oleh alergi atau iritasi, juga dapat menjadi penyebab. Untuk mengetahui beberapa penyakit yang dapat menyerang vagina, kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Penyakit Kelamin Yang Harus Diwaspadai

 

Penyakit kelamin wanita memang bisa dikatakan sangat membahayakan. pasalnya dalam beberapa kasus, penyakit kelamin ini dapat menyebabkan kematian bahkan membuat seorang wanita tidak bisa hamil. Itulah kenapa banyak wanita yang takut dan ingin terhindar dari penyakit ini. Apalagi penyakit kelamin mudah sekali ditularkan, melalui hubungan seksual atau diturunkan dari seorang ibu ke anaknya pada saat kelahiran sang bayi.

Selain pentingnya menjaga kebersihan organ intim, wanita juga wajib mengetahui penyebab dan gejala pada penyakit-penyakit kelamin yang tidak bisa kita prediksi kedepannya. Ternyata pencuci khusus organ intim tidak menutup kemungkinan terserang penyakit. Begitu banyak faktor yang menyebabkan terjangkitnya penyakit dan tahukah anda bahwa daerah tropis dan subtropis juga berdampak pada penyakit kelamin?

1. Keputihan

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina yang bukan berupa darah. Keputihan pada wanita terbagi menjadi dua, yakni keputihan fisiologi dan keputihan patalogi. Keputihan fisiologi biasanya terjadi menjelang haid atau setelah haid bisa juga semasa subur datang setiap bulan tetapi tidak dalam jangka waktu lama. Keputihan patalogi biasanya terjadi karena infeksi atau kuman yang berada dalam atau sekitar vagina.

Hal ini biasa terjadi karena adanya kuman, virus, ataupun parasit di daerah vagina dan dapat merebak dan menyebabkan peradangan atau penyakit yang lebih lanjut. Keputihan yang tidak biasa bisa disebabkan karena beberapa infeksi dan tidak seluruhnya merupakan gejala dari penyakit kelamin. Namun, infeksi yang berhubungan dengan ragi dan bacterial vaginosis yang menjadi penyebab keputihan merupakan indikasi penyakit kelamin pada wanita.

Keputihan memang sering dialami wanita khususnya selama menstruasi dan hal ini adalah normal namun tidak akan menimbulkan bau atau warna. Apabila keputihan yang terjadi tidak seperti biasa seperti keluar cairan berwarna hijau atau agak kekuningan dengan bau tidak sedap dari vagina maka ini menjadi salah satu gejala jika anda mengalami penyakit kelamin. Keputihan yang terjadi karena trikomoniasis umumnya akan berwarna hijau, mengeluarkan busa dan juga berbau tidak sedap.

Sementara keputihan yang terjadi karena penyakit kelamin gonore akan berwarna kekuningan dan muncul noda darah. Jika keputihan yang Anda alami menunjukkan gejala-gejala yang tak biasa, seperti disertai rasa perih dan gatal pada vagina, bau yang menyengat, lendir yang berubah warna dan keluar dalam jumlah banyak, lebih baik periksakan diri ke dokter spesialis kelamin agar segera dicari penawarnya.

2. Kanker Seviks

Kanker servisks, kanker yang banyak ditakuti oleh kaum wanita, dalam catatan WHO, setiap tahun ribuan wanita didunia meninggal disebabkan penyakit ini, penyakit yang menduduki peringkat teratas penyebab kematian wanita didunia. Kanker serviks yang biasanya disebut kanker leher rahim adalah kanker yang disebabkan oleh virus Human Pappiloma Virus (HPV) yang menyerang leher rahim wanita.

Pada negara berkembang sekitar 5% dapat melakukan pengobatan kanker serviks stadium awal, sehingga sekitar 76,6% wanita berobat ketika penyakit memasuki stadium lanjut hal ini dikarenakan kanker ini tanpa gejala. Infeksi HPV menjadi kanker serviks memakan waktu cukup lama sekitar 10-20 tahun namun proses infeksi ini tidak pernah disadari wanita oleh sebab itu wajib bagi wanita mengikuti vaksinasi kanker leher rahim.

Penyebab HPV terdiri dari gaya hidup yang kurang baik, kurangnya menjaga kebersihan alat reproduksi, kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin, berganti-ganti pasangan dan kurangnya asupan asam folat pada tubuh. Gejala awalnya pun tidak ada ciri khas yang menunjukan terjangkit.

Ciri-ciri wanita mengalami gejala kanker serviks :

  • Keputihan berlebih disertai pendarahan.
  • Selalu mengeluh sakit ketika berhubungan intim dan diikuti oleh keluarnya darah.
  • Saat buang air kecil mengalami rasa sakit.
  • Disaat menstruasi darah yang keluar lebih banyak dari normalnya.
  • Saat memasuki stadium lanjut, wanita sering merasa mual, nafsu makan berkurang, memiliki rasa sakit saat buang air kecil, berat badan menurun dan tidak stabil.

Faktor Kebersihan organ intim sangat diperlukan untuk mencegah adanya penyakit kanker pada wanita. Diantaranya pemakaian pembalut yang lama, kebersihan air yang tidak maksimum ketika membasuh, keputihan yang dibiarkan terus menerus dan penularan hubungan seksual dengan penderita.

3. Herpes Genitalis

Herpes Genitalis merupakan infeksi STD ( sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh virus (HSV) Herpes Simplex virus type II sebagian kecil bisa juga karena virus tipe I. HSV sendiri dibagi 2 jenis. HSV 1 biasanya akan menyerang badan (pinggang ke atas hingga mulut) dan SHV 2 biasanya menyerang pinggang kebawah. Adapun HSV 1 terjadi karena hubungan oral sex dan menular melalui tangan, oleh sebab itu herpes genitalis lebih banyak dikarenakan HSV 2.

Seseorang bila sudah terkena infeksi HSV memungkinkan terjadi 3 fase yang berbeda atau bahkan tidak terjadi gejala. Infeksi primer yang terjadi langsung pada diri penderita, infeksi nonprimer, infeksi rekuren dan asimtomatik atau tidak mengalami infeksi sama sekali.

  • Pada infeksi primer terjadi virus dari luar akan masuk dalam badan penderita, lalu langkah selanjutnya virus menjalar dan bergabung dengan DNA sehingga terjadi multiplikasi, dan virus menjalar melalui saraf sensorik dan menetap secara permanent.
  • infeksi non primer, infeksi yang sudah lama terjadi tetapi tidak mengalami gejala seperti infeksi primer. Dalam tubuh penderita membentuk sebuah antibody yang bila terjadi penjalaran virus tidak akan separah infeksi primer.
  • Infeksi rekurens, terjadi dimana HSV yang sudah ada dalam badan penderita aktif kembali dan menggandakan diri. Hal ini dikarenakan luka, hal-hal lain semacam stress, mengkonsumsi alkohol, kelelahan, makanan yang merangsang penyakit, hubungan seksual yang terlalu berlebihan.

Gejala pada penyakit ini akan mengalami proses inkubasi 3–7 hari. Tetapi bisa juga penyakitnya tidak terlihat apalagi bila infeksi terjadi pada mulut rahim. Pada awalnya akan timbul seperti kulit terbakar ditempat yang akan terjadi luka. Proses berlanjut penderita akan mengalami rasa tidak enak badan, sakit kepala, pusing, cepat lelah, demam dan juga nyeri otot.

4. Cervicitis

Penyakit kelamin yang harus diwaspadai wanita adalah cervicitis. Penyebab cercivitis adalah infeksi, adanya gangguan keseimbangan pH dan alergi terhadap pemakaian sabun atau cairan pembersih vagina. Cervicitis ialah suatu kondisi dimana terjadinya peradangan di mulut rahim atau serviks. Penyakit ini adalah penyakit yang menular melalui hubungan seksual.

Gejala cercivitis;

  • Keputihan berwarna hijau, kecoklatan atau kekuningan.
  • Keputihan tidak normal.
  • Keputihan mengeluarkan bau tidak sedap.
  • Terasa sakit ketika berhubungan seksual, bahkan keluar darah.

5. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang menular melalui hubungan seksual, penyebabnya protozoa parasit. Trikomoniasis pada wanita biasanya menyerang vagina untuk pencegahan dalam penyakit ini menggunakan kondom saat berhubungan adalah cara yang tepat. Penyakit ini adalah penyakit yang sangat umum ditemukan didunia dan salah satu penyakit dari 3 penyakit vagina yang paling umum pada wanita.

Gejala trichomoniasis pada wanita yaitu:

  • Merah dan terasa gatal di vagina.
  • Terasa sakit saat buang air kecil, bahkan terasa tidak nyaman.
  • Keputihan berbusa, warna kuning dan kehijauan.
  • Bau tidak sedap di bagian vagina.
  • Bengkak di selangkangan.

6. Kandidiasis

Kandidiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur yang bersifat akut ataupun subakut yang biasanya disebut jamur Candida. Jamur ini semacam ragi, terdapat dalam tubuh, sistem imun yang kuat akan dapat menolak datangnya penyakit kandidiasis. Jamur ini tidak hanya menyerang vagina, tetapi dapat menyerang paru-paru, mulut, kulit dan lain-lain.

Kandidiasis pada vagina biasanya dikarenakan obat antibiotik yang lebih sering dipakai, penggunaan pil KB dan obat-obatan lain yang mengubah suhu daerah vagina sehingga timbul jamur candida,

gejalanya mengalami

  • Rasa gatal.
  • Terbakar.
  • Keluarnya cairan kental berwarna putih.
  • Dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

Jamur pada mulut biasanya disebut dengan thrush, bila jamur menjalar lebih dalam maka akan menyerang tenggorokan sehingga penderita akan sulit menelan, hilang selera makan, mual dan sakit tenggorokan. Gejala dapat dilihat adanya gumpalan seperti busa pada mulut atau bintik-bintik merah.

Pengobatan pada penyakit ini tidak akan menghilangkan candidia yang berada dalam tubuh, akan tetapi untuk mengendalikan jamur itu agar tidak berlebihan. Tentu dengan sistem kekebalan tubuh lebih berpengaruh terhadap jamur tersebut karena bakteri dalam tubuh dapat mengendalikan jamur tersebut.

7. Bartholinitis

Bartholinitis adalah infeksi yang berada dipinggir salah satu kelenjar Bartholin dan terletak pada bagian dasar labia. Penyebab penyakit ini karena terjadi infeksi dan gonokokus atau dapat juga karena adanya bakteri lain. Bartholinitis dapat menyerang kelenjar penderita, namun penyakit ini tidak menular saat berhubungan seks. Kelenjar ini berukuran kira-kira 1cm dan terletak pada lubang awal vagina.

Kelenjar bartholin ini berfungsi sebagai pelumas saat melakukan hubungan seksual karena kelenjar ini menghasilkan sedikit cairan untuk bibir vagina saat berhubungan seksual. Gejala pada penyakit ini berupa demam dan tidak enak badan. Sedangkan gejala pada vagina, mengalami pembengkakan pada kanan atau kiri vagina dan merasa nyeri bila diraba. Hal ini dapat berujung terjadi kista bartholinitis bila tidak cepat ditindak lanjuti.

Menjaga kebersihan dan kesehatan vagina merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjangkit penyakit kelamin wanita. Ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, menghindari penggunaan sabun wangi dan antiseptik berlebihan saat mencuci vagina, serta melakukan seks yang aman serta setia terhadap pasangan. Nah berikut ada tips yang sebaiknya untuk anda coba, agar kesehatan miss V tetap terjaga.

Tips Menjaga Kesehatan Vagina

Vagina yang sehat bisa diibaratkan setara dengan seorang wanita yang sehat. Sangat penting bagi semua wanita untuk memperhatikan kesehatan vagina mereka. Tentunya para wanita ingin melindungi diri dari serangan infeksi jamur dan bau vagina. Untuk itu kita simak ulasan berikut ini dapat dijadikan pedoman untuk menjaga agar vagina wanita tetap sehat.

1. Membersihkan Vagina

Hindari pemakaian sabun wangi, gel dan antiseptik karena ini akan dapat mempengaruhi keseimbangan yang sehat dari bakteri dan tingkat pH di dalam vagina yang akan menyebabkan iritasi. Gunakan sabun yang polos dan tanpa pewangi untuk mencuci daerah V dengan lembut setiap hari. Vagina akan membersihkan dirinya sendiri dengan menggunakan cairan vagina alami.

Menjaga kesehatan vagina dimulai dari kebiasaan Anda membersihkannya. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, vagina adalah organ tubuh yang mampu membersihkan diri sendiri. Akan tetapi, rutin membersihkan vagina bisa membantu mencegah tumbuhnya bakteri dan menjaga agar daerah kewanitaan Anda tetap terasa segar. Maka, harap perhatikan hal-hal ini sebelum Anda membersihkan vagina.

Membersihkan vagina dengan air hangat dan garam saja sudah cukup. Ini karena vagina memiliki cairan khusus untuk membunuh bakteri atau kuman penyebab infeksi. Sementara itu, pembersih kewanitaan mengandung berbagai bahan kimia yang terlalu keras bagi daerah kewanitaan yang sangat sensitif.

Setelah Anda mandi, buang air kecil atau membersihkan vagina hati-hati saat mengeringkannya. Gunakan handuk atau tisu yang lembut dan tepuk-tepuk pelan hingga kering. Jangan menggosok atau mengusapnya terlalu keras karena bisa menimbulkan iritasi.

2. Hati-hati Saat Bercinta

Anda juga perlu mencegah penyakit kelamin, infeksi dan iritasi dengan mempraktekkan seks yang aman. Maka, selalu gunakan kondom tanpa rasa atau pewangi saat bercinta. Anda pasti sudah familiar dengan alat kontrasepsi yang berfungsi sebagai pelindung PMS (Penyakit Menular Seksual) dan kehamilan ini. Namun ternyata selain itu, kondom juga berfungsi sebagai penjaga tingkat pH vagina, yang berarti bahwa bakteri baik seperti lactobacilli dapat bertahan hidup di sana.

Bakteri tersebut sangat penting karena mereka merupakan bakteri yang dapat membantu mencegah infeksi ragi, ISK (Infeksi Saluran Kemih), dan vaginosis bakteri. Pastikan juga bahwa Anda dan pasangan tidak lanjut melakukan penetrasi vagina setelah seks anal. Hal ini berisiko memindahkan berbagai kuman dan bakteri ke daerah kewanitaan Anda. Anda juga bisa meminta pasangan Anda untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum bercinta atau melakukan fingering (menyentuh dan merangsang vagina dengan tangan).

3. Memangkas Rambut Kemaluan

Bulu kemaluan berfungsi untuk melindungi organ intim kewanitaan, tapi tidak ada salahnya merapikan bulu kemaluan agar tidak menyebabkan berbagai macam penyakit. Namun hindari mencukur rambut kemaluan sampai habis. Bulu kemaluan yang dibiarkan panjang akan menjadi sarang bakteri dan kuman penyakit.

Agar tidak gatal setelah dicukur, lakukan pencukuran secara bertahap cukurlah sesuai arah tumbuhnya rambut dan gunakanlah alat cukur yang tajam, tidak berkarat dan tidak digunakan bergantian oleh orang lain. Alat cukur yang tidak higienis dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Sedangkat alat cukur yang dipakai bergantian dengan orang lain akan memungkinkan tertularnya penyakit.

4. Jangan Menggaruk Miss V

Menggaruk bukan hanya tidak baik secara estetika, akan tetapi juga buruk bagi kesehatannya. Jangan menggaruk organ intim Anda segatal apa pun. Membilas dengan air hangat juga tidak disarankan, karena cara itu justru dapat membuat kulit di sekitar Mrs V menjadi merah dan rasa gatal semakin menjadi-jadi. Cara terbaik adalah dengan mengkompres vagina dengan air es, sehingga pembuluh darah di sekitar organ intim mengecil, sehingga warna merah dan rasa gatalnya menghilang.

Alternatif alami yang sehat lainnya adalah dengan membasuh vagina dengan menggunakan rebusan air sirih yang sudah didinginkan. Bisa juga menggunakan PK yang sudah dicampur dengan air dingin, dengan takaran yang baik adalah 1 sendok teh untuk air satu ember ukuran sedang. Penggunaan PK dengan dosis yang tidak tepat bisa membakar kulit dan akan membuatnya menjadi kering dan berwarna kecokelatan.

5. Gunakan Celana Dalam Berbahan Katun

Bahan katun paling direkomendasikan untuk pakaian dalam selain bahan satin dan nylon. Selain nyaman digunakan dan memiliki tekstur yang halus dan lembut, bahan katun dapat menyerap keringat karena memiliki pori-pori yang besar yang dapat memperlancar sirkulasi udara. Sirkulasi yang buruk akan menyebabkan vagina lembab karena udara di dalam vagina sulit bergerak dan keringat tidak terserap dengan baik. Kelembaban pada vagina berpotensi menghasilkan infeksi disebabkan jamur dapat berkembang biak dengan cepat di daerah yang lembab.

Hindari penggunaan celana dalam g-string sebab celana dalam model g-string memudahkan bakteri pada anus berpindah ke vagina. Bakteri yang masuk melalui vagina ke rahim akan mengakibatkan radang panggul, sedangkan yang masuk ke kandung kemih akan mengakibatkan infeksi kandung kemih. Selain itu pada saat berolahraga, penggunaan celana g-string juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kulit bergesek yang memicu iritasi.

Alat reproduksi wanita adalah seperangkat organ yang menjalankan fungsi reproduksi suatu makhluk hidup. Sehingga baik tidaknya sebuah sistem reproduksi akan bertanggung jawab terhadap kelestarian jenisnya. Demikian pula pada manusia, sistem genitalia atau sistem reproduksi menjadi bagian penting yang harus diperhatikan kesehatan serta normal tidaknya fungsi tersebut.

Tak jarang, sistem reproduksi pada manusia dapat mengalami gangguan. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh penyakit atau kelainan. Maka dari itu ada baiknya untuk merawat kesehatan miss V dengan baik. Demikianlah pembahasan diatas semoga memberi manfaat serta pengetahuan yang baik bagi pembaca.