Gagal Ginjal, Penyebab Dan Gejala Serta Cara Mengatasinya

Secara normal ginjal kita selalu melakukan pekerjaannya dengan sempurna, yaitu menyaring darah dari limbah-limbah metabolisme. Namun, terkadang ginjal gagal melakukan pekerjaannya itu, maka kondisi ini disebut gagal ginjal, sebagai akibatnya zat-zat yang berbahaya ini menumpuk dalam tubuh sehingga akan menimbulkan berbagai gejala gagal ginjal yang berbahaya.

Tanpa pengobatan atau penanganan yang tepat, gagal ginjal akan mengakibatkan penumpukan racun, cairan ekstra dan mineral berbahaya dalam darah yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian. Ginjal adalah sepasang organ yang berbentuk menyerupai kacang yang terletak pada punggung bagian bawah.

Fungsi utamanya adalah untuk menyaring racun dan sisa-sisa makanan dan mengirimkannya ke usus, untuk kemudian dibuang melalui air kemih. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan unsur-unsur mineral penting, seperti natrium dan kalium, serta memproduksi hormon yang diperlukan untuk mengatur tekanan darah dan produksi sel darah merah. Namun apakah penyebab seseorang mengalami hal ini?

Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang seringkali berdampak kerusakan ginjal diantaranya:

  1. Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).
  2. Penyakit Diabetes Mellitus.
  3. Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur).
  4. Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik.
  5. Menderita penyakit kanker (cancer).
  6. Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease).
  7. Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah kehilangan cairan banyak yang mendadak (muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, dan Amiloidosis.

Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan ke arah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana fungsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal dua macam jenis serangan gagal ginjal, yaitu “gagal ginjal akut” dan gagal “ginjal kronis”. Namun perlu untuk anda ketahui bahwa ternyata begitu banyak penyebab yang membuat ginjal kehilangan fungsinya. Berikut penjelasan penyebab gagal ginjal berdasarkan letak gangguan atau luka penyebab kerusakan ginjal.

1. Penyebab Gagal Ginjal Prerenal

Penyebab gagal ginjal prerenal adalah penurunan suplai darah menuju ginjal, yang di akibatkan masalah kesehatan lain di luar organ ginjal. Sehingga ketika asupan darah dan nutrisi lainnya ke ginjal sangat berkurang, membuat ginjal tidak dapat berfungsi dengan maksimal.

2. Penyebab Gagal Ginjal Renal

Gagal ginjal renal adalah keadaan dimana terjadi kerusakan pada organ ginjal itu sendiri, sehingga tidak bisa berfungsi seperti seharusnya. Kerusakan pada organ ginjal bisa diakibatkan oleh beberapa sebab, yaitu:

  1. Kekurangan sistem imun tubuh.
  2. Obat-obatan kimia. Obat kimia memang sangat penting untuk menyembuhkan penyakit lain, namun pada sisi lain dapat mengganggu kesehatan ginjal. Berikut ini adalah contoh obat kimia yang biasa dipakai oleh masyarakat : antibiotika aminoglikosid merupakan jenis obat untuk melawan bakteri tubuh seperti diare, tipus, jamur dll. Anti Inflamasi Non Steroid merupakan jenis obat untuk mengobati peradangan tubuh. Analgetik merupakan jenis obat untuk meredakan sakit sementara.

Jenis gagal ginjal ini biasanya tidak diikuti dengan infeksi-infeksi saluran kencing, namun langsung merusak sel-sel pada ginjal yang akhirnya menyebabkan kanker, peradangan dan infeksi internal ginjal.

3. Penyebab Gagal Ginjal Posternal

Penyebab gagal ginjal posternal adalah keadaan dimana terjadi keluhan atau penyumbatan jalan aliran hasil ekskresi ginjal semisal ureter (saluran kencing) dll. Kerusakan ginjal ini bisa disebabkan oleh adanya penyakit batu ginjal. Adanya cairan dan zat racun yang tidak bisa dikeluarkan menyebabkan adanya tekanan yang berlebih pada organ ginjal. Kejadian ini bisa menjadi penyebab gagal ginjal yang sangat nyata.

4. Penyebab gagal ginjal Kronis

Penyakit gagal ginjal kronis berkembang dalam hitungan bulan sampai tahunan. Penyebab penyakit gagal ginjal kronis yang paling umum adalah:

  1. Diabetes.
  2. Hipertensi.
  3. Glomerulonefritis kronis.
  4. Batu ginjal.
  5. Penyakit Prostat.

Gejala Awal Gagal Ginjal

Pada umumnya gejala awal gagal ginjal sulit terdeteksi. Penyakit ini dapat dimulai dari gejala yang ringan dan samar-samar. Namun, perlahan tapi pasti penyakit ini akan semakin parah dari waktu ke waktu. Biasanya, kebanyakan pasien yang menderita gagal ginjal telah hidup dengan penyakit ginjal selama beberapa waktu sebelum ciri-ciri gagal ginjal muncul. Berikut ini beberapa gejala awal gagal ginjal yang harus Anda waspadai.

1. Kencing berdarah

Ginjal yang sehat biasanya menjaga sel darah dalam tubuh saat menyaring zat sisa dari darah untuk menghasilkan urine (air kencing). Namun bila penyaring ginjal telah rusak, sel darah ini akan “bocor” dan tercampur ke dalam urine. Selain menandakan penyakit ginjal, darah dalam urine juga bisa menjadi indikasi penyakit lainnya. Misalnya infeksi atau batu ginjal.

2. Kencing berbusa

Gelembung atau busa yang berlebihan dalam urine berarti ada kandungan protein yang tinggi dalam urine. Terutama busa yang bikin Anda harus beberapa kali menyiramnya.

Busa ini mungkin terlihat seperti busa yang Anda lihat saat mengocok telur, karena protein biasa yang ditemukan dalam urine, albumin, adalah protein yang sama yang ditemukan pada telur. Protein ini seharusnya tersaring dan tidak ada dalam kencing Anda. Namun bila terdapat kerusakan pada ginjal, protein ini dapat terdeteksi pada urine dan ketika bereaksi dengan udara akan membentuk busa.

3. Pembengkakan

Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan kelebihan kadar garam (natrium) yang menyebabkan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Itu sebabnya salah satu ciri-ciri gagal ginjal yang bisa kita lihat adalah pembengkakan pada kaki, tangan, atau wajah. Ini juga disebabkan karena cairan yang berlebih di dalam tubuh.

Pengobatan Untuk Gagal Ginjal

Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau terapi, misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia, atau mungkin kolesterol yang tinggi.

Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah (Haemodialisa (dialysis). Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.

Pencucian darah merupakan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan dari darah yang melibatkan sebuah mesin, karena ginjal sudah tidak dapat berfungsi lagi. Darah dipompa keluar dan disaring menggunakan dialiser (struktur ginjal tiruan) untuk membuang senyawa yang tidak diinginkan sebelum dimasukkan kembali ke dalam tubuh. Tindakan ini beresiko tinggi menyebabkan infeksi.

Jika memungkinkan, para penderita gagal ginjal dapat tetap hidup melalui tindakan cangkok ginjal, dimana ginjal pasien digantikan dengan ginjal yang baru dan cocok dari pendonor. Tindakan ini biasanya memakan waktu yang cukup lama karena tidak mudah menemukan donor ginjal, namun jika dapat dilakukan dengan baik, maka pasien akan dapat melanjutkan hidupnya secara normal seperti sediakala dengan ginjal baru. Obat-obatan penekan kekebalan tubuh (imunosupresif) biasanya akan diberikan setelah pasien menjalani tindakan pencangkokan.

Selain kedua metode tersebut, para penderita penyakit ginjal biasanya harus mengkonsumsi banyak obat-obatan untuk mencegah komplikasi. Obat-obatan untuk mengendalikan kadar mineral dalam darah seperti potasium, fosfat dan kalsium, diuretik (atau cairan infus jika pasien mengalami dehidrasi), suplemen zat besi untuk mengatasi anemia, antihistamin untuk meredakan gatal-gatal dan suplemen vitamin D.

Penangangan Dengan Hemodialisis

Hemodialisis merupakan salah satu jenis terapi pasien gagal ginjal yang banyak dijalani oleh penderita. Hemodialisis digunakan untuk ‘menggantikan’ sebagian fungsi ginjal. Walau tidak sesempurna fungsi asli ginjal, hemodialisis dapat membantu menormalkan kembali keseimbangan cairan, membuang sisa metabolisme tubuh, menyeimbangkan asam-basa-elekterolit dalam tubuh dan membantu mengendalikan tekanan darah. Hanya saja hemodialisis tidak dapat memproduksi sejumlah hormon yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh.

Lalu kapan seseorang harus memulai hemodialisis? Bila ginjal sudah tidak lagi mampu menjalankan fungsinya, saat itulah hemodialisis dibutuhkan. Hemodialisis dapat dilakukan baik pada penderita gagal ginjal akut maupun penderita gagal ginjal akibat PGK. Bedanya, pada penderita gagal ginjal akut hemodialisis bersifat sementara sampai fungsi ginjal membaik, sedangkan pada penderita gagal ginjal karena PGK, hemodialisis akan dilakukan secara berkala selama hidup pasien. Hal ini karena kerusakan ginjal telah terjadi secara permanen dan tidak dapat kembali normal.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk memastikan apakah Anda memiliki penyakit ginjal adalah dengan melakukan tes laboratorium. Terlebih, bagi Anda yang memang memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi. Ada baiknya melakukan pengecekan secara rutin dan mengambil penanganan atas izin dokter dan disarankan oleh dokter pula. Untuk itu ada baiknya memperhatikan pola hidup sehat. Dan beberapa tips yang baik untuk anda lakukan agar ginjal tetap terjaga.

Tips Menjaga Kesehatan Ginjal

Ginjal adalah satu dari beberapa organ vital dalam tubuh yang berfungsi sebagai sistem ekskresi pada manusia. Di dalam tubuh terdapat sepasang ginjal yang letaknya berada di daerah dekat pinggang. Ukuran panjang satu organ ginjal manusia sekitar 10 cm dan kisaran berat lebih dari 200 gram. Ginjal sangat berperan penting dalam mengatur keseimbangan asam-basa, pengaturan tekanan darah, merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah.

Membantu mempertahankan kalsium untuk tulang. Begitu besarnya peran ginjal bagi tubuh kita, kita harus menjaga kesehatan ginjal kita. Berikut adalah tips cara menjaga kesehatan ginjal:

  • Minum Air Putih

Dengan air putih, kinerja ginjal di dalam tubuh akan menjadi semakin baik. Selain menjaga kesehatan ginjal, air putih juga sangat penting untuk memelihara organ-organ tubuh yang lain mulai dari mata, kulit, jantung, hati dan lain-lain. Selain itu, anda juga dapat menjaga kesehatan ginjal dengan cara menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

Kedua benda tersebut memberikan banyak sekali efek buruk terhadap kesehatan manusia. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menimbulkan gangguan pada ginjal. Karena itulah, jika anda tidak ingin mengalami gangguan pada ginjal maka hindarilah rokok dan minuman beralkohol.

  • Rajin Berolahraga

Cara yang baik kita lakukan untuk bisa menjaga kesehatan ginjal secara alami adalah dengan rutin berolahraga. Bagi sebagian masyarakat mungkin olahraga memang masih diangap hal yang sepele. Namun, sebenarnya olahraga memberikan pengaruh yang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita, termasuk kesehatan ginjal. Dengan rajin berolahraga kita mampu membantu pembentukan urin menjadi lebih lancar sehingga kesehatan ginjal pun bisa lebih terjaga.

Jenis olahraga yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal pun tidaklah harus jenis olahraga yang berat. Kita juga bisa menjaga kesehatan ginjal dengan mencoba berbagai jenis berolahraga yang ringan seperti joging dan sepeda.

  • Hindari Konsumsi Obat Sembarangan

Cara selanjutnya yang dapat kita gunakan untuk menjaga kesehatan ginjal secara alami adalah dengan tidak mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan. Konsumsi obat-obatan sembarangan akan dapat menyebabkan kerja ginjal semakin berat dan akhirnya kesehatan ginjal pun akan terganggu. Usahakanlah untuk berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi obat-obatan tertentu. Mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan bukan hanya akan berakibat buruk pada ginjal kita, tapi juga akan berakibat buruk pada kesehatan jantung kita.

  • Hindari Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok juga dapat mengganggu kesehatan ginjal atau bahkan merusak ginjal. Sebab rokok dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah, yang juga akan berakibat terganggunya sirkulasi darah. Jika sirkulasi darah terganggu maka kinerja ginjal pun juga akan terganggu.

  • Mengontrol Tekanan Darah

Tekanan darah merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi kondisi ginjal. Tekanan darah yang terlampau tinggi akan membuat seseorang beresiko memiliki penyakit ginjal. Karena itulah anda perlu menjaga tekanan darah dengan cara selalu berfikir dengan jernih dan tenang dan tidak mengedepankan emosi. Meski terlihat sepele, namun cara tersebut cukup ampuh dalam menjaga keseimbangan tekanan darah sehingga kesehatan ginjal anda akan terjamin.

  • Makanan Sehat

Cara menjaga kesehatan ginjal yang selanjutnya adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan sehat. Hindarilah makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan gula secara berlebihan. Cobalah membiasakan diri untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur karena kedua sumber makanan tersebut memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan zat besi yang penting untuk menjaga kesehatan ginjal beserta organ yang lainnya.

Kandungan vitamin dan juga mineral yang terdapat pada sayur mampu secara efektif memperlancar proses kerja ginjal sehingga mampu menjaga kesehatan ginjal. Beberapa jenis sayur yang baik kita konsumsi untuk menjaga kesehatan ginjal adalah kubis, kembang kol, wortel, dan juga yang lainnya.

  • Jaga Berat Badan

Hal lain yang perlu kita perhatikan untuk bisa menjaga kesehatan ginjal kita adalah dengan menjaga berat badan. Kelebihan berat badan dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya fungsi ginjal. Berat badan yang terus naik akan menyebabkan lemak terus bertambah dan banyak tertimbun pada bagian perut. Lemak yang tertimbun ini akan dapat membuat ginjal menjadi tertekan dan kesulitan untuk memproses urin. Hal ini juga lah yang menyebabkan banyak penderita obesitas juga memiliki gangguan pada ginjalnya.

  • Menghindari Makanan Asin

Cara terakhir yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal adalah menghindari makanan yang terlalu asin. Rasa asin yang dikandung oleh makanan tertentu akan membuat ginjal anda tidak dapat bekerja secara maksimal. Oleh karena itu, baiknya anda mengkonsumsi makanan yang rasa asinnya pas di lidah. Dengan begitu, kita akan selalu terhindar dari bahaya penyakit ginjal.

Nah seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa penyakit ginjal itu sendiri biasanya di timbulkan oleh beberapa jenis penyakit lainnya seperti diabetes ataupun hipertensi. Oleh karena itu salah satu cara yang terbaik untuk kita lakukan dalam mencegah penyakit ginjal datang ke dalam tubuh kita yaitu dengan mencoba mengendalikan penyakit diabetes dan juga hipertensi.

Hal itu akan terjadi ketika kadar gula darah dan juga tekanan pada darah kita tidak terkontrol yang dalam jangka waktu tertentu akan memicu kerusakan pada ginjal kita. Ketika kita mengalami salah satu penyakit yang bisa mengakibatkan penyakit ginjal seperti hipertensi ataupun diabetes langkah terbaiknya adalah langsung konsultasi dan periksakan kondisi anda ke dokter spesialis. Agar penyakit ini dapat segera ditangani dan jangan lupa juga untuk melakukan beberapa tips diatas agar kesehatan ginjal tetap terjaga.