Pembahasan Mengenai Memar

Pernahkah Anda bangun tidur dan mendapati ada memar-memar di kaki, tangan, atau bagian tubuh lain? Mungkin Anda menduga memar itu karena terjatuh kemarin malam, tanpa sengaja tersandung atau bahkan penyebab yang berbau mistis.

Memar yang muncul tiba-tiba di bagian tubuh memang bisa bikin penasaran. Biasanya kita cuma bisa menduga-duga dan tetap tak menemukan jawaban pastinya.

Memar yang muncul pada tubuh tanpa tahu penyebabnya tersebut seringkali dianggap biasa, bahkan terdapat mitos yang menyebutkan jika hal tersebut karena dicubit setan.

Hem, meskipun memar tersebut bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu tertentu, namun ada baiknya jangan disepelekan karena bisa jadi merupakan gejala penyakit serius, misalnya saja, hemofilia. Nah untuk itu ada baiknya kita simak ulasan berikut mengenai memar biru pada tubuh.

Apa itu Memar?

Adalah suatu jenis cedera pada jaringan tubuh, yang menyebabkan aliran darah dari sistem kardiovaskular mengendap pada jaringan sekitarnya, disebut hematoma dan tidak disertai robeknya lapisan kulit. Apabila kulit terkena benturan yang memecahkan pembuluh darah kecil di bawah jaringan, maka kulit akan mengalami memar, yang juga dikenal sebagai“kontusi”.

Sebagian besar memar disebabkan oleh benturan pada tubuh yang tidak terlalu serius sampai pasien harus mendapatkan pertolongan medis, namun beberapa benturan dapat membahayakan nyawa sehingga pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Memar dapat dikategorikan berdasarkan lapisan jaringan yang mengalami memar. Memar subkutan terjadi pada kulit, yang juga dikenal sebagai epidermis, dermis, dan lapisan subkutan sedangkan memar intramuskular terjadi pada otot yang ada di bawah kulit. Sedangkan memar periosteal terjadi pada tulang.

Memar seringkali berwarna merah pada awalnya, namun warnanya akan berubah seiring proses pemulihan. Dalam 24 jam, memar akan berubah warna menjadi ungu. Setelah beberapa hari, warnanya berubah menjadi hitam kebiruan. Dalam 5-10 hari, warnanya akan berubah menjadi hijau dan akhirnya menjadi kuning sebelum akhirnya memar hilang sepenuhnya.

Harus diingat bahwa memar belum tentu menggambarkan tingkat keparahan trauma. Bahkan, memar yang dalam dan disebabkan oleh trauma yang parah, seperti trauma akibat kecelakaan bermotor, bisa saja baru timbul di kulit setelah beberapa hari. Bahkan terkadang tidak muncul sama sekali.

Setelah terjatuh atau terbentur sesuatu, di kulit biasanya akan muncul tiga hal, kalau tidak memar, luka atau dua-duanya. Tapi pernahkah Anda menyadari jika tak semua benturan mengakibatkan memar.

Ada juga orang yang sekali terbentur bisa mengalami memar hingga berhari-hari, meski ada juga yang hanya memar beberapa waktu saja lalu hilang dengan sendirinya. Di sisi lain, ada orang yang langsung memar meski benturannya tidak keras, ada juga yang tidak memar sama sekali sampai benturan yang didapatkannya benar-benar keras.

Gejala Utama Memar

Gejala utama dari memar yang disebabkan oleh trauma akibat benda tumpul adalah nyeri, pembengkakan dan perubahan warna kulit. Pada sebagian besar kasus, gejala memar akan menghilang seiring pulihnya memar tanpa pertolongan medis. Sementara itu, nyeri yang sangat menyakitnya biasanya dirasakan apabila memar terjadi pada tulang atau merusak organ dalam. Kasus seperti ini dikategorikan sebagai kondisi gawat darurat medis.

Memar yang penyebabnya tidak diketahui dapat memiliki gejala lain, seperti nyeri dan pembengkakan. Walaupun begitu, memar jenis ini harus diperhatikan karena memar ini merupakan gejala dari penyakit lain.

Namun, apa jadinya jika ada seseorang yang mengalami memar secara tiba-tiba? Apa kamu mengatakan bahwa hal ini dikarenakan seseorang itu mandi pada malam hari sehingga ada mahkluk gaib yang menyubitnya? Nah ternyata memar yang secara diam-diam timbul memiliki beberapa penyebab.

Timbul Memar di Tubuh Secara Tiba-Tiba? Ini Penyebabnya

Pada kasus yang langka, mendadak muncul memar dan tidak bisa dijelaskan memang bisa menjadi gejala kondisi medis yang serius. Tetapi, pada umumnya penyebab memar-memar di tubuh bisa dipicu oleh hal berikut:

  • Angkat beban

Olahraga berlebihan bisa jadi penyebab memar yang tidak bisa dijelaskan. Tekanan atau stres juga dapat membuat pembuluh darah robek dan pecah. Olahraga angkat beban yang terlalu intens juga dapat menyebabkan robekan di pembuluh darah sehingga muncul memar. Kondisi tersebut tidak memerlukan bantuan dokter, kecuali jika dibarengi dengan rasa nyeri atau memar tak hilang dalam jangka waktu lama.

  • Diabetes

Diabetes yang tidak terkontrol bisa merusak sirkulasi, sehingga lebih gampang muncul memar di tubuh. Penderita diabetes juga rentan hiperglikemia atau glukosa terlalu tinggi sehingga merusak pembuluh darah.

  • Trombositopenia

Gangguan pembekuan darah yang disebut trombositopenia dapat menyebabkan jumlah platelet darah menurut. Platelet berperan dalam penggumpalan dan menghentikan perdarahan saat kulit terluka. Kelebihan platetet bisa meningkatkan kemungkinan memar. Trombositopenia juga muncul akibat kondisi tertentu, misalnya kehamilan, gangguan sistem imun, atau leukemia.

  • Penuaan

Kulit yang mengalami penuaan tampak tipis, lebih bening dan pucat karena perubahan pada lapisan paling atas. Perubahan di lapisan dalam yang disebut dermis, bisa menyebabkan memar lebih sering.

Pembuluh darah di dermis juga lebih rapuh seiring pertambahan usia, sehingga rentan mengalami berbagai masalah seperti memar, termasuk gurat-guratan lebih tampak. Tak ada cara untuk mencegah kondisi ini, tetapi menghindari sinar matahari bisa memperlambat proses penuaan kulit. Nutrisi dan hidrasi yang baik juga membantu menyehatkan kulit.

  • Penyakit tertentu

Penyakit Von Willebrand memiliki gejala khas berupa memar di tubuh yang diikuti dengan masalah pembuluh darah lainnya, misalnya perdarahan pascaoperasi atau menstruasi berlebihan. Penyakit tersebut muncul karena kekurangan protein tertentu yang penting dalam proses pembekuan darah. Biasanya penyakit ini merupakan keturunan. Walau tidak ada obatnya, tapi dokter bisa mengatasinya dengan obat-obatan tertentu.

  • Kekurangan vitamin

Beberapa vitamin berperan penting dalam membuat darah, menutup luka dan menyembuhkan luka. Kekurangan vitamin tersebut dalam jumlah sedikit mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun, tetapi jika terus berlanjut, mulai muncul gejala, termasuk memar di tubuh. Vitamin B12 bersama dengan folat membuat DNA sel darah merah. Kekurangan vitamin ini membuat memar terlihat jelas dibanding biasanya.

Vitamin K juga penting dalam pembekuan darah, sehingga jika kekurangan bisa membuat pembuluh darah bocor dan tampak di permukaan kulit sebagai memar. Sementara itu, kekurangan vitamin C ternyata juga membuat pembuluh darah lemah dan mudah mengalami memar.

Pertolongan Pertama Untuk Memar

Menurut Stanley M. Zildo, Cara benar dalam memberi ataupun menangani pertolongan pertama dan penanganan darurat, gejala memar adalah daerah yang terkena terasa sakit, kulit memerah lalu berubah warna menjadi biru atau hijau, terkadang timbul bengkak atau benjolan. Walau memar yang terjadi seperti halnya memar biasa pada umumnya, perlu dilakukan beberapa hal agar memar dapat sembuh lebih cepat, yaitu.

  1. Sesegera mungkin kompreslah dengan menggunakan air dingin atau es pada daerah yang memar untuk mengurangi perdarahan dan pembengkakan.
  2. Bila memar terjadi pada lengan atau kaki, angkat bagian tersebut dengan posisi lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah lokal.
  3. Setelah 24 jam, gunakan kompres hangat untuk membantu penyembuhan luka. Kompresan hangat akan membuka pembulu darah sehingga memperlancar sirkulasi darah pada area tersebut.
  4. Bila memar bertambah parah atau bengkak dengan rasa sakit tak tertahankan, segera bawa ke rumah sakit karena ada kemungkinan patah tulang atau luka lainnya.

Gimana? Adakah dari kamu yang tubuhnya sering mengalami memar? Atau bahkan memar kerap terjadi pada area tubuh kamu? Nah, ternyata memar pada tubuh ini tak boleh disepelakan, bahkan terdapat beberapa penyakit berbahaya jika kamu terlalu sering mengalami memar.

Memar Bisa Menjadi Gejala Penyakit Berbahaya

Benturan adalah salah satu penyebab utama memar, tetapi bagi seseorang yang mudah mengalami memar. Patut waspada karena hal ini bisa menjadi gejala kondisi medis yang lebih serius. Untuk mengantisipasi, cermati berbagai penyakit di bawah ini yang salah satu gejalanya adalah mudah memar.

  • Hemofillia A (defisiensi faktor VIII): gangguan pembekuan darah paling umum yang dapat menyebabkan perdarahan, memar, dan sendi kaku.
  • Kadar trombosit rendah: trombositopenia atau kadar trombosit rendah dapat bersifat ringan hingga berat. Selain memar, perdarahan parah juga bisa menjadi gejalanya yang lain.
  • Leukemia: penderita kanker darah cenderung mudah mengalami memar karena kekurangan platelet trombosit untuk proses pembekuan darah
  • Defisiensi faktor-faktor pembekuan darah seperti faktor II, V, VII, X: Kekurangan faktor-faktor ini dapat menyebabkan darah sulit membeku sehingga waktu pembekuan darah semakin lama. Hal ini dapat berakibat timbulnya memar
  • Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP): gangguan saat darah tidak dapat membeku secara normal sehingga menyebabkan perdarahan dan muncul memar.
  • Koagulasi intravaskular terdiseminasi (Disseminated Intravascular Coagulation/DIC): pada masa awal, DIC dapat menyebabkan darah membeku yang menggunakan seluruh persediaan trombosit. Akibatnya, ketika trombosit habis, timbul perdarahan internal dan eksternal yang salah satu tandanya adalah memar.
  • Hemofilia B atau penyakit Christmas: kelainan genetis langka yang dapat menyebabkan darah tidak dapat membeku secara normal dan akhirnya memicu memar.
  • Gangguan fungsi platelet/acquired platelet function disorder: gangguan saat platelet trombosit tidak berfungsi secara normal akibat penyakit, makanan, ataupun konsumsi obat-obatan. Hal ini meningkatkan risiko pendarahan yang berakibat ke timbulnya memar.

Nah, untuk itu perlu banget kewaspadaan akan memar pada tubuh. Jangan anggap sepele walau ini terlihat hanya sekedar hal yang biasa terjadi. Untuk mendiagnosis kondisi ini, diperlukan tes darah untuk mengukur jumlah trombosit dan waktu yang diperlukan darah untuk membeku. Oleh karena sebagian besar penyakit di atas berisiko mengancam nyawa jika tidak segera ditangani, maka segera periksakan diri ke dokter terutama jika:

  1. Anda mengalami memar lebih sering dari biasanya.
  2. Gampang mengalami memar dan memiliki riwayat perdarahan parah, misalnya perdarahan berat pada saat pembedahan.
  3. Muncul memar-memar saat sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah.
  4. Memar disertai nyeri parah dan bengkak.
  5. Timbul memar yang disertai rasa sakit di bawah kuku kaki dan kuku tangan.
  6. Memar tidak kunjung mereda setelah dua minggu.

Warna merah kebiruan atau bahkan warna biru seperti keungan ialah gambaran dari memar pada tubuh. Dan kamu pastinya sudah paham bukan mengenai artikel ini? Maka dari itu demikianlah artikel ini semoga kamu dapat memahaminya dan selamat membaca. 🙂