Penjelasan Mengenai Hormon Dopamine Dan Serotonin

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian. Cinta itu adalah perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan.

Haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka maupun duka bersama. Sebuah hubungan cinta yang ideal seharusnya melibatkan 2 orang dengan takaran perasaan yang sama. Namun dalam kenyataannya, cinta tidak bekerja seperti seorang hakim yang adil. Kadang ada satu orang yang memiliki perasaan lebih dalam pada pasangannya, sementara sang pasangan hanya mencintainya dengan kadar biasa saja.

Namun tahukah anda bahwa Saat seseorang jatuh cinta, kadar Dopamine meningkat tajam sehingga membuatnya merasa nyaman dan bahagia. Sebaliknya, kadar Serotonin menurun sehingga membuat manusia menjadi tidak percaya diri (grogi) atau was-was. Namun apakah itu Dopamine Dan Serotonin? Untuk mengetahui apa itu Serotonin dan Dopamine, simak ulasan berikut ini.

Apa Itu Dopamine Dan Serotonin?

Perasaan dan emosi yang muncul pada diri Anda tidak terjadi begitu saja. Hal tersebut dipengaruih oleh reaksi kimia yang ada di tubuh. Reaksi inilah yang bertanggung jawab terhadap perasaan positif maupun negatif. Diantara dua perasaan itu, tentu yang perasaan positif seperti bahagia, senang dan cinta yang paling diinginkan.

Dopamin dan serotonin adalah amina biogenik, dan keduanya dikenal sebagai neurotransmitter yang disekresikan oleh sel-sel saraf yang mempengaruhi aktivitas sel-sel saraf lainnya. Amina ini adalah zat yang sangat penting karena mereka mempengaruhi kesehatan mental, emosional, dan fisik manusia. Bahkan kekurangan kecil atau tingkat berlebihan baik amina dapat mengubah kesehatan manusia.

Kedua hormon ini berada di otak dan berproduksi secara alami. Dopamin, misalnya, jumlahnya meningkat seiring seseorang tidur nyenyak, berolahraga, atau pun sedang melakukan seks. Maka, tidak heran jika seseorang melakukan kegiatan tersebut seringkali mendapatkan rasa tenang dan nyaman.

Produksi serotinin maupun dopamin bisa didongkrak pula dengan mengonsumsi makanan tertentu. Dan terapi kebahagiaan dengan makanan bisa dilakukan dengan mudah. Untuk meningkatkan hormon dopamin, Anda bisa mengonsumsi seafood, terutama ikan laut atau kenari dalam menu makan. Atau, bisa juga mengonsumsi coklat yang mengandung phenylethylamine. Zat ini merangsang pembentukan dopamin.

Sedangkan, untuk menghasilkan hormon serotinin, Anda memerlukan asupan triptofan minimal 250 miligram. Seperti dikutip Deutsche Welle, bersama enzim sel syaraf, triptofan akan menghasilkan serotinin yang membuat diri Anda bahagia. Makanan yang bisa Anda konsumsi seperti coklat, sereal dengan yoghurt, atau seafood. Lalu mengapa kedua hormon ini kerap sekali di katakan sebagai hormon jatuh cinta?

Fungsi Dopamine Dan Serotonin Sebagai Hormon Jatuh Cinta

Saat seseorang jatuh cinta banyak sekali zat kimia yang berperan di dalam tubuhnya. Zat-zat itu tidak hanya mengalir di dalam tubuhnya, tetapi juga di otak sehingga mengaktifkan bagian-bagian tertentu dari otak untuk bekerja lebih optimal. Pada akhirnya, munculah sensasi atau tindakan nyata yang dilakukan dari manusia yang jatuh cinta tersebut.

Ada beberapa hormon dan bagian otak yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perasaan cinta yang sedang dirasakan oleh seseorang. Saat seseorang jatuh cinta, tingkat serotonin menurun karena peningkatan cortisol. Dan ini membuat otak menghasilkan dopamine, yang akan memproduksi norepinephrine.

  • Dopamine

Dopamine berfungsi dalam perasaan senang. Produksi dopamine meningkat saat kita sedang jatuh cinta. Ini yang membuat kita selalu merasa senang saat mengingat si dia. Hormon ini pula yang bertanggung jawab atas perilaku kita yang tak bisa berhenti memikirkannya, detak jantung yang berdegup cepat seolah akan segera loncat dari dada, perasaan cemas sekaligus senang saat akan bergegas bertemu dengannya. Dan juga bagaimana dia menjadi satu-satunya perhatian kita.

Bersama dengannya jauh lebih penting daripada mengerjakan tugas sekolah, misalnya. Semua akan kita lakukan dan berikan, asalkan bisa bersamanya. Bahkan hingga lupa caranya makan dan tidur. Singkatnya, karena dopaminelah kita bisa mengenal adanya “pengorbanan untuk cinta”. Zat kimia ini memberikan rasa senang diproduksi saat seseorang jatuh cinta. Dopamin yang diproduksi saat jatuh cinta membuat pasangan muda mudi merasa gembira dan berenergi.

Aktivasi sistem dopamin saat jatuh cinta juga membuat sepasang muda mudi menjadi lebih saling membutuhkan dan saling memberi arti. Efek dopamin tetap akan dirasakan baik oleh pasangan yang baru maupun yang telah berhubungan lama.

Berikut beberapa fakta mengenai hormon dopamin yang perlu diketahui:

  1. Hormon dopamin pada otak berfungsi sebagai zat kimia pembawa pesan antara sel saraf. Hormon ini dapat meningkat ketika terjadi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal bahagia atau dipicu beberapa jenis obat-obatan.
  2. Hormon dopamin berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, dan rasa percaya diri. Meski demikian, jika hal tersebut berlangsung berlebihan bisa berbahaya.
  3. Seorang psikolog menuturkan kemungkinan hormon dopamin yang memengaruhi perilaku seseorang. Pada orang dengan sistem dopamin yang aktif, maka perilakunya akan lebih positif dan bersemangat dalam mewujudkan cita-cita dalam berbagai sisi kehidupan.
  4. Pada pembuluh darah, hormon dopamin di tingkat yang normal akan berfungsi sebagai vasodilator yaitu menjaga pembuluh darah tetap lebar. Hormon dopamin pada ginjal akan meningkatkan pengeluaran natrium dan memperlancar buang air kecil.
    Selain itu, hormon dopamin juga akan memengaruhi fungsi sistem pencernaan dan sistem imunitas tubuh.
  5. Tubuh akan berusaha menjaga keseimbangan hormon dopamin. Studi ilmiah menunjukkan, terlalu banyak hormon dopamin pada otak dapat meningkatkan risiko gangguan mental skizofrenia. Sebagian obat antipsikotik yang mengatasi gangguan mental, diketahui berfungsi menekan hormon dopamin.
  6. Sebaliknya, penyakit Parkinson dianggap sebagai akibat dari hormon dopamin yang terlalu rendah pada bagian otak tertentu. Obat-obatan yang dapat digunakan sebagai pengganti hormon dopamin diberikan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
  7. Rasa sakit yang berasal dari berbagai tingkat sistem saraf pusat juga dipengaruhi hormon dopamin. Gangguan hormon ini dianggap terkait dengan kondisi kesehatan yang diketahui menyebabkan rasa sakit seperti sindrom mulut terbakar (burning mouth syndrome), sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome) dan fibromyalgia.
  8. Hormon dopamin juga banyak disebut berhubungan dengan beberapa kondisi lain seperti gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (Attention deficit hyperactivity disorder/ADHD). Pada penderita ADHD, akan diberikan obat yang dapat memicu peningkatan dopamin di otak.
  • Serotonin

Serotonin merupakan neurotransmitter yang paling terkenal dari semua 100 neurotransmitter yang ditemuka para ahli. Serotonin dibuat dari asam amino triptofan. Fungsinya ternyata saling mengimbangi dengan neurotransmitter dopamin. Jadi, jika kadar serotonin naik, kadar dopamin akan turun. Begitu juga sebaliknya. Hal yang sedikit berbeda adalah fungsinya. Ya, di sini serotonin mempunyai fungsi lebih banyak daripada dopamin.

Secara umum fungsi-fungsi serotonin tersebut di antaranya mengatur tidur, meningkatkan suasana hati, mengatur nafsu makan, mengontrol kemarahan dan agresi, mengatur suhu tubuh, meningkatkan kondisi emosional dan juga gairah seksual. Kadar serotonin yang rendah dapat memicu tubuh untuk depresi, cemas, gangguan kecemasan sosial, gangguan obsesif-kompulsif, agresi, migrain, kecenderungan bulimia, kecanduan seksual.

Serotonin, berfungsi dalam menstabilkan mood. Hormon ini menurun saat kita jatuh cinta. Itu yang membuat mood kita sering berubah-ubah kalau sudah berhubungan dengan si dia. Kadang bisa marah-marah karena dia tak kunjung membalas chat atau sms dan langsung berubah 180 derajat saat dia menelpon.

Selain itu, serotonin juga bertanggung jawab atas adanya perasaan cemburu yang kita rasakan. Ini karena menurunnya serotonin berhubungan dengan perasaan obsesi dan kompulsi, seperti pada orang dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD).

Begitu pula dengan adanya keinginan untuk memiliki, menjaga semua kondisi tetap sama, serta terobsesi pada salah satu hal (atau dalam hal ini pada seseorang), juga disebabkan oleh rendahnya kadar serotonin di otak. Serotonin juga penyebab mengapa kita sering mengecek HP apakah dia mengirim SMS, chat, atau menelpon kita.

Selain makanan berkarbohidrat, di bawah ini adalah makanan-makanan kaya tritopan yang diduga dapat meningkatkan kadar serotonin.

  1. Telur. Protein dalam kuning telur dapat meningkatkan kadar plasma darah tritopan sehingga sehat untuk dikonsumsi harian. Tritopan dan tirosin dalam kuning telur juga berperan sebagai antioksidan.
  2. Tahu kaya akan tritopan yang juga tepat bagi mereka yang memilih menjadi vegetarian.
  3. Salmon dapat diolah menjadi berbagai menu menarik yang juga tinggi akan tritopan.
  4. Keju dapat dipadukan ke dalam berbagai makanan ringan maupun makanan utama untuk membantu meningkatkan kadar serotonin tubuh.
  5. Selain kaya vitamin, antioksidan, dan vitamin, kacang-kacangan dan biji-bijian turut mengandung tritopan yang dapat membantu menangani gangguan pernapasan serta mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung.
  6. Meski termasuk jarang dikonsumsi di Indonesia, daging kalkun juga menjadi salah satu sumber tritopan yang baik dikonsumsi.

Efek Dari Rendahnya Kadar Dopamin dan Serotonin

 

  • Rendahnya Kadar Dopamin

Apakah mood anda sering berubah-ubah akhir-akhir ini? Anda mungkin sedang mengalami penurunan kadar dopamin. Kadar dopamin yang rendah dapat menyebabkan beberapa gejala seperti:

• Mood sering berubah-ubah
• Sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran anda
• Insomnia atau sulit tidur
• Merasa lelah
• Merasa cemas
• Makan secara berlebihan yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan

Selain itu, degenerasi sel-sel yang berfungsi untuk menghasilkan dopamin atau adanya gangguan dalam sistem neurotransmiter dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan neurologis dan kejiwaan. Penyakit Parkinson merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh degenerasi sel-sel saraf penghasil dopamin di daerah nigrostriatal. Bila terjadi gangguan fungsi atau produksi dopamine di daerah mesokortikal dan mesolimbic, maka dapat terjadi skizofrenia, depresi, dan gangguan cemas.

  • Rendahnya Kadar Serotonin

Serotonin secara langsung dan tidak langsung memengaruhi hampir semua sel dalam otak dan dapat memengaruhi suasana hati (mood), hasrat seksual, memori, nafsu makan, perilaku tidur dan bahkan perilaku sosial. Penurunan kadar serotonin dalam otak dapat menyebabkan berbagai gejala baik fisik maupun mental, namun kondisi tersebut tidak selalu parah.

Saat ini, banyak dokter yang meyakini bahwa stres adalah penyebab utama dari menurunnya kadar serotonin. Di lain pihak, kadar serotonin yang rendah juga diduga menjadi penyebab stres tambahan. Penurunan kadar serotonin dapat menyebabkan gejala fisik dan mental ringan termasuk diantaranya menjadi sensitif dan mudah marah, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, sulit tidur, serta meningkatnya pikiran negatif. Fluktuasi kadar serotonin menyebabkan beberapa orang jadi agresif. Hasil studi ini dipublikasikan oleh para peneliti dari Universitas Cambridge.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Cambridge, menunjukkan pengaruh serotonin dalam mengatur perilaku agresif. Serotonin adalah neurotransmitter monoamina yang ditemukan pada saluran gastrointestinal (GI) dan sistem saraf pusat (SSP). Setelah diamati, tingkat serotonin yang rendah bisa mengganggu komunikasi antara sistem emosional limbik otak dan lobus frontal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar serotonin yang rendah membuat korteks prefrontal lebih sulit menangani respon emosional untuk marah, yang berasal dari sistem limbik emosional. Peneliti masih akan melakukan studi lanjutan terkait masalah kekurangan hormon serotonin. Hal itu dikarenakan gangguan kejiwaan juga berperan besar dalam memicu perilaku agresif.

Nah, itulah tadi hormon yang ada di dalam tubu. Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam hormon yang memiliki fungsi masing-masing. Semua hormon harus dalam porsi seimbang agar tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Untuk itu, sudah paham kan mengapa pada saat jatuh cinta atau bahkan menikmati makanan lain. Suasana hati dan pikiran menjadi lebih tetang dan pastinya senang. Maka dari itu demikianlah pembahasan mengenai apa itu hormon Dopamin dan Serotonin.