Penjelasan Mengenai Impotensi

Dalam berumah tangga hal apa saja yang menjadi mayoritas kalian? Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian rumah tangga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda hanya saja kebutuhan pokok menjadi hal yang utama dan tak dapat dipungkiri. Karena dalam setiap mereka yang telah berkeluarga dan pastinya bagi suami dan istri hal-hal tersebut haruslah mereka pikirkan terlebih lagi mereka sudah memiliki beberapa anak. Namun bicarain mengenai masalah suami dan istri, adakah kebutuhan ataupun mayoritas lainnya?

Nah, perlu untuk kamu ketahui bahwa mayoritas bagi mereka yang sudah bersuami-istri (berkeluarga) suatu hubungan atau bisa dibilang hubungan intim suami-istri adalah hal yang teramat dan sangat penting. Namun gimana jadinya bila hubungan yang teramat penting itu mengalami gangguan (hambatan) diakibatkan oleh pria itu sendiri. Pernakah kalian semua mendengar bahwa ada penyakit atau suatu gejala pada lelaki yang membuatnya tak bergairah atau kurangnya stamina pada saat melakukan hubungan intim tersebut. Dikatakan menderita “impotensi” atau bisa dikatakan sebagai suatu gejala pada pria yang mengalami penurunan atau gairah saat melakukan hubungan intim tersebut.

Pengertian Impotensi

Adalah suatu gangguan seksual yang ditandai dengan gejala ketidakmampuan penderita dalam mempertahankan tingkat ereksi penis untuk berlangsungnya hubungan sex suami istri. Pria yang mengalami impotensi ini tidak dapat mempertahankan penis dari awal kegiatan hubungan seks suami istri sampai selesai. Tingkat impotensi sangat bervariasi mulai dari ringan sampai berat, dikalangan medis lebih dikenal dengan Disfungsi Ereksi (DE), sedangkan impotensi adalah tingkat gangguan yang sangat berat, artinya hampir tak mempunyai kemampuan sama sekali untuk ereksi.

Ada beberapa faktor penyebab impotensi. Ini termasuk gangguan emosional dan fisik. Menurut The Merck Manual, sekitar 50 persen pria berusia 40 sampai 70 mengalami ED pada satu waktu atau yang lain. Risiko impotensi meningkat seiring bertambahnya usia. Kalian juga harus mengetahui bahwa mereka yang dicatat dengan pendidikan yang lebih baik sedikit yang mengalai gejala impotensi ini, karena apa? Karena rata-rata mereka memiliki gaya hidup sehat.

Maka dari itu impotensi bukanlah sekedar gejala atau penyakit biasa, karena bila seorang pria mengalami hal tersebut. Kemungkinan ia akan sering mengalami dampak negatif pada kehidupan seks dan bisa menyebabkan stres tambahan, depresi dan rendahnya harga diri. Nah untuk itu bagi kalian yang takut akan mengalami hal seperti ini, ada baiknya untuk mengetahui penyebab dari penyakit ini.

Penyebab Impotensi

Penuaan adalah penyebab impotensi yang paling umum dan tidak dapat dihindari. Namun ada hal lain yang perlu kamu ketahui. Impotensi bukan hanya masalah faktor usia saja melainkan lelaki yang mengalami penyakit fisik juga dapat mengakibatkan lelaki mengalami impotensi. Untuk itu kamu dapat melihat beberapa faktor dibawah ini, untuk itu mari kita simak bersama.

  • Akibat Faktor Fisik

Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa 80% pria yang menderita impotensi mengalami penyakit didalam tubuhnya. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan peredaran aliran darah dalam tubuh, sebagaimana kita tahu bahwa aliran darah yang tidak lancar adalah penyebab penis sulit mengalami ereksi.

Pria yang mempunyai disfungsi ereksi seks parah mempunyai penis bagaikan geratan karet gelang yang tua serta tidak berguna. Dan itu menjadikan pria tidak diakui kejantanannya sungguh mimpi buruk yang mengerikan bukan?
Penyakit yang mereka derita dapat menjadi awal penyebab impotensi yang bisa menghantui dari kejantanan para pria seumur hidup, berikut beberapa penyakit fisik yang dapat menjadikan penyebab impotensi:

  1. Penyakit Jantung, Jantung tidak hanya datang dari faktor keturunan makan jangan terburu salahkan kakek anda. Namun pola hidup tidak sehat dapat berujung terhadap penyakit jantung yang akan berakar terhadap masalah impotensi.
  2. Penyakit Diabetes, Jika memang faktor pertamanya dari faktor keturunan dan bisa juga karena gaya hidup sehari hari terhadap pola makan.
  3. Darah Tinggi atau Hipertensi, Biasanya akan timbul disebabkan dari pola hidup yang kurang sehat, dari mulai sering begadang dan merokok. Hipertensi sebenarnya bisa datang dari penumpukan pola hidup makan yang tidak terjaga nutrisinya.
  4. Kolestrol Tinggi, Kolestrol merupakan salah satu penyebab impotensi pria, jadi tetap jaga pola makan kamu dan olahraga yang teratur.
  • Akibat Faktor Psikologis

Ahli medis percaya bahwa faktor psikologis hanya berkontribusi 10%sampai 20% menyebabkan impotensi. Tetapi para pria yang mengalami impotensi akibat penyebab fisik sering bertambah parah akibat faktor psikologis. Perasaan takut gagal akan hubungan intim dan ketakutan akan tak memuaskan istri, pikiran negatif seperti itu terus ia pikirkan ini yang membuat penderita semangkin parah.

Dan gangguan impotensi yang diakibatkan oleh faktor impotensi ialah;

  1. Stres, mungkin gejala atau faktor penyebab utama impotensi makin parah yakni “Stres” hal ini berhubungan dengan pekerjaan, terkait dengan uang, atau akibat masalah pernikahan itu sendiri.
  2. Kecemasan, Begitu seseorang mengalami DE, dia mungkin menjadi terlalu khawatir bahwa masalahnya akan terjadi lagi. Hal ini dapat menyebabkan “kecemasan kinerja” atau ketakutan akan kegagalan seksual dan secara konsisten menyebabkan DE.
  3. Rasa bersalah, Seorang pria mungkin merasa bersalah karena dia tidak memuaskan pasangannya.
  4. Depresi, Penyebab umum DE, depresi mempengaruhi seseorang secara fisik dan psikologis. Depresi dapat menyebabkan ED bahkan ketika seorang pria benar-benar merasa nyaman dalam situasi seksual. Obat yang digunakan untuk mengobati depresi juga dapat menyebabkan DE.
  5. Harga diri rendah, ini yang menyebabkan banyak pria begitu merasa dirinya rendah. Karena merasa tak perkasa dalam melayani sang istri, ia merasa tak mampu dalam hal seksual ini (hubungan intim).
  6. Ketidakpedulian, Ini mungkin terjadi sebagai akibat usia dan kehilangan minat seks berikutnya, akibat obat atau berasal dari masalah dalam hubungan pasangan.

Nah gangguan impotensi psikologis ini akan teratasi dengan cara sih penderita harus terbebas dari gejala yang ada diatas (misalnya seperti, stres, depresi bahkan kecemasan).

  • Akibat Faktor Gaya Hidup

Salah satu penyebab impotensi yang lain adalah faktor gaya hidup yang tidak sehat dan melawan hukum alam. Contoh paling sering adalah tidur tidak teratur dan kurang olahraga. Ini yang dikatakan bahwa mereka yang memiliki pendidikan lebih atau cerdas dalam menjalankan hidup sehat kemungkinan kecil mengalami impotensi. Berikut ini beberapa gaya hidup yang secara langsung mempengaruhi kejantanan pria.

  1. Merokok, seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali dampak negatif yang didapatkan dari merokok, termasuk salah satunya yakni, merusak kejantanan seorang lelaki. Maka dari itu ada baiknya menghindari aktifitas yang satu ini.
  2. Konsumsi alkohol berlebihan, yah ada baiknya jika hidup sehat diterapkan sejak dini. Agar dapat menjaga kesehatan didalam tubuh termasuk dalam kesehatan atau stamina pada saat berhubungan antar suami-istri (hubungan intim).
  3. Penyalahgunaan obat terlarang seperti steroid heroin, ganja, kokain dan anabolik tertentu.
  4. Kurangnya olahraga dan gaya hidup yang tak sehat, dianggap remeh membuat banyak orang tak memperdulikan olahraga dan enggan untuk melakukan aktifitas yang satu ini. Hal ini membuat banyak orang melupakan kesehatan dan makna yang besar dari berolahraga.

Perubahan positif pada gaya hidup tersebut tidak hanya akan meningkatkan kesehatan kamu secara keseluruhan, tetapi dapat membantu kamu dalam mengatasi masalah impotensi.

  • Akibat Faktor Obat-obatan

Pernahkah kamu berfikir bahwa terlalu sering mengonsumsi obat-obatan atau bahkan kecanduan obat-obatan terlarang dapat menurunkan hingga membuat kamu menderita Impotensi? Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi baik itu dengan resep dokter ataupun obat-obatan terlarang memiliki efek samping yang dapat menyebabkan impotensi. Berikut ini beberapa jenis obat-obatan penyebab impotensi:

  1. Obat antidepresan, anti-psikotik dan obat penenang
  2. Obat hipertensi atau tekanan darah tinggi
  3. Obat penahan nafsu makan
  4. Beta blocker yang digunakan untuk mengontrol angina dan tekanan darah tinggi

Jika kamu sedang dalam perawatan medis maka penting untuk mengetahui semua efek samping yang mungkin muncul akibat obat yang sedang kamu gunakan. Menghentikan penggunaan obat-obat penyebab impotensi kadang langsung menghilangkan gejala impotensi yang diderita.

Setelah mengetahui bahwa begitu banyak penyebab impotensi ini, apakah kamu masih enggan menjaga kesehatan serta pola hidup sehat? Karena ada baiknya menjaga fungsi serta kesehatan pada MR. P (penis). Nah mungkin sebagian dari kamu juga ada yang bingung atau enggan bila berkonsultasi pada dokter mengenai penyakit ini. Dan ada pulak yang bingung harus apa dan diwaktu kapan bila ingin berkonsultasi ke dokter.

Bingung, harus Kapan Ke Dokter?

Pertanyaan kapan kamu harus ke dokter untuk mengatasi impotensi, maka diri kamu sendiri harus mengetahui terlebih dahulu berapa kali kamu mengalami disfungsi ereksi saat berhubungan seks. Jika hanya sekali dalam sebulan, maka kamu tidak perlu untuk melakukan pemeriksaan. Namun jika setiap kamu ingin bertarung diatas ranjang dengan pasangan kamu mengalami impotensi, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan medis.

Ketika hendak melakukan pemeriksaan medis, maka dokter akan menanyakan mengenai gejala yang pada saat itu kamu alami, ejakulasi yang dilakukan dan penyakit kronis yang kamu miliki. Dokter akan menanyakan hal-hal tersebut untuk mengetahui kondisi fisik dan psikologis untuk mendiagnosis masalah impotensi yang dialami. Jadi tak usah enggan bila ingin konsultasi ke dokter karena itu lebih baik. Jadi kamu tak perlu bertanya-tanya akan hal yang kamu alami saat hubungan intim terganggu.

Mengatasi Impotensi

Mungkin kamu akan bertanya-tanya apa sih yang dapat mengobati gejala ini? Pengobatan Impotensi atau disfungsi ereksi akan bergantung kepada penyebabnya yang diketahui melalui hasil diagnosis. Sebagai contoh, jika impotensi disebabkan oleh diabetes atau penyakit jantung, maka kedua kondisi tersebut harus diobati terlebih dahulu. Impotensi biasanya akan pulih dengan sendirinya setelah kondisi yang mendasarinya berhasil diobati.

Apabila impotensi kamu disebabkan oleh gangguan psikologis, maka pengobatan harus dilakukan oleh dokter spesialis terkait, seperti psikolog atau psikiater. Contoh pengobatan bisa berupa konseling untuk membahas masalah di dalam hubungan kamu bersama pasangan serta mencari solusinya, atau melalui terapi untuk memperbaiki pola pikir pemicu impotensi. Dan penanganan bagi mereka yang mengalami impotensi dikarenakan obat-obatan kamu juga dapat menemui dokter kembali untuk dikaji lebih lanjut apakah obat tersebut harus tetap dikonsumsi atau dicari alternatifnya.

Obat yang diberikan oleh dokter biasanya jenis obat-obatan yang berguna untuk meningkatkan aliran darah ke penis seperti tadalafil, vardenafil, sildenafil dan alprostadil. Alprostadil sendiri digunakan dengan cara memasukannya ke dalam lubang penis, atau dengan suntikan.

Kesimpulannya

Nah gimana? Sudah pahamkah kamu mengenai masalah impotensi dan penyebab dari penyakit ini, Yah impotensi bisa dikatakan sebagai gagalnya seorang pria dalam memulai atau mempertahankan ereksi dalam menjalankan hubungan intim. Hal ini membuat pria merasa rendah diri dikarenakan tak bisa memuaskan sang istri dalam hal seksual. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Seperti yang dijelaskan diatas hal tersebut dikarenakan faktor fisik, faktor mental seseorang serta gaya hidup dan konsumsi obat-obatan.

Hal tersebut memungkinkan kamu terkena impotensi meski usia kamu terbilang masih muda. Maka dari itu ada baiknya untuk mencegah sebelum hal ini terjadi pada kaum pria. Karena bisa saja impotensi membuat hubunganmu dan istri menjadi renggang, enggak maukan kalau hal itu terjadi? Maka dari itu untuk selalu memperhatikan pola hidup dan makan-makanan yang sehat serta berolahraga dengan teratur.

Ternyata hubungan antara suami-istri tak hanya didasarkan oleh cinta dan kasih sayang saja, kepuasan akan gairah seksual (hubungan intim) juga menunjang keharmonisan serta hubungan baik antar keduanya. Gimana guys? Adakah dari pasangan kamu yang mengalami hal tersebut? Untuk itu, segeralah konsultasi ke dokter agar masalah ini cepat terselesaikan.