Penjelasan Mengenai Varises

Bagi para wanita yang selalu memperhatikan penampilannya, tonjolan urat yang berwarna kebiruan yang muncul berkelok-kelok pada bagian pemukaan kulit betis merupakan pemandangan yang tidak menyenangkan bila wanita tersebut memakai pakaian tertentu

Mempengaruhi penampilan bukanlah alasan yang utama mengapa varises sebaiknya segera diobati karena hanya sedikit saja yang tahu bahwa selain varises dapat menyebabkan rasa sakit yang menyiksa pada bagian betis, ternyata varises juga dapat menjadi pemicu dari adanya penyumbatan darah.

Pengertian Varises

Varises merupakan salah satu gangguan penyakit yang terjadi pada area seputar kaki. Varises adalah pembuluh darah vena yang mengalami pembengkakan, terpuntir, atau pembesaran. Kasus varises kebanyakan dialami oleh wanita dibanding pria. Selain berjenis kelamin wanita, faktor lain yang bisa meningkatkan seseorang terkena varises adalah obesitas, kehamilan dan usia tua.

Varises umumnya bukan merupakan kondisi yang serius, namun pada beberapa kasus dapat menjadi penanda dari masalah kesehatan yang lebih serius seperti terhambatnya vena yang lebih dalam, pada kondisi yang dinamakan trombosis vena dalam. Kondisi ini umum terjadi, setidaknya dialami oleh 3 dari 10 orang dewasa.

Orang-orang yang menderita penyakit ini, pembuluh vena mereka juga dapat terlihat menonjol keluar berwarna biru atau ungu tua. Kadang-kadang bentuknya menyerupai simpul atau tali berpilin. Namun apakah yang dimaksud dengan pembuluh “vena”?

Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Dalam hal ini kita lebih membahas khusus mengenai vena kaki. Ada tiga jenis pembuluh darah vena di kaki, yaitu:

Vena superfisial (permukaan). Berada di bawah permukaan kulit, dan ini sering kali dapat terlihat berwarna kebiruan. Vena profunda (dalam). Terletak pada bagian otot sehingga tidak dapat terlihat.
Vena perforator (penghubung) menghubungkan vena superfisial dengan vena dalam.

Pada pembuluh darah vena terdapat katup satu arah yang mengarah ke atas (ke jantung). Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke bawah. Seperti pada saat kita berdiri ada jarak ketinggian yang cukup panjang antara jantung dan kaki. Gaya gravitasi cenderung menarik darah kembali turun tapi hal ini dicegah oleh katup vena dan dengan demikian darah akan dialirkan dengan lancar ke jantung.

Penyebab Varises

Varises bermula dengan adanya tekanan tinggi pada dinding pembuluh vena yang dipicu oleh berbagai faktor. Efek dari tekanan tinggi ini menjadikan dinding vena merenggang (kehilangan elastisitas) dan katup di dalamnya menjadi lemah. Dengan melemahnya katup tersebut, maka fungsinya tidak berjalan dengan baik dan aliran darah ke jantung menjadi terganggu.

Lemah atau rusaknya katup vena menyebabkan terjadinya arus balik darah dan penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Penumpukan inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh tersebut melebar.

Darah yang mengalir ke jantung menjadi berbalik arah dan akhirnya mengendap di satu titik pada pembuluh vena. Endapan darah yang terjadi secara terus-menerus di dalam pembuluh vena ini membuat pembuluh tersebut membengkak, merusak katup dan terjadilah varises. Adapun karena faktor lain yang memicu varises terhadap seseorang yakni;

  1. Berdiri terlalu lama. Kebiasaan ini dapat menyebabkan darah di vena kaki menjadi sulit untuk mengalir ke jantung.
  2. Umur. Makin tua usia seseorang maka keelastisitasan vena akan makin berkurang. Tentu saja hal ini juga dapat
    mengurangi kinerja katup karena ikut melemah. Jika sudah seperti ini, darah akan dengan mudah melawan arus dan mengendap di dalam pembuluh vena.
  3. Kehamilan. Biasanya varises mulai terlihat ketika rahim mulai membesar dan volume darah meningkat sehingga makin memberikan tekanan pada vena. Selain akibat tekanan, meningkatnya kadar hormon selama kehamilan juga dapat membuat otot vena menjadi lebih rileks dan berimbas kepada melemahnya perlindungan katup. Oleh karena itu, terbentuklah varises.
  4. Faktor keturunan. Varises merupakan penyakit yang dapat bersifat keturunan. Artinya, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini akan lebih besar jika memiliki keluarga berpenyakit sama.
  5. Obesitas. Tekanan pada vena kaki akan bertambah jika bobot tubuh Anda besar juga. Selain menyulitkan vena dalam mendorong darah ke jantung, tekanan besar juga dapat memperlemah katup sehingga terjadi arus balik darah.
  6. Sex. Wanita lebih mungkin untuk terkena kondisi tersebut. Perubahan hormon selama kehamilan, pra menstruasi atau menopause bisa menjadi faktor penyebab. Penggunaan terapi penggantian hormon atau pil KB dapat meningkatkan risiko varises.

Gejala varises

Varises biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tanda tanda varises meliputi:

  • Vena yang berwarna ungu atau biru gelap.
  • Vena yang terlihat tidak beraturan dan menonjol; biasanya seperti tali pada kaki Anda.

Ketika ciri ciri varises dan gejalanya yang sakit terjadi, ini mungkin termasuk:

  • Rasa sakit atau berat di kaki Anda
  • Perih, berdenyut, otot kram dan pembengkakan di kaki bagian bawah Anda
  • Rasa sakit yang memburuk setelah duduk atau berdiri dalam waktu yang lama
  • Gatal-gatal di sekitar satu atau lebih dari vena Anda
  • Luka pada kulit di pergelangan kaki Anda, yang dapat berarti bahwa Anda memiliki bentuk yang serius dari
  • penyakit pembuluh darah yang membutuhkan perawatan medis.

Cara Mengatasi Varises

Ada beberapa langkah-langkah perawatan yang dapat Anda ambil untuk menghilangkan ketidaknyamanan yang dapat menyebabkan varises. Langkah-langkah yang sama ini dapat membantu mencegah varises atau memperlambat perkembangan gejala penyakit varises juga.

Jika Anda memiliki varises yang belum serius, melakukan perawatan sendiri mungkin bisa membantu. Perawatan mandiri pada prinsipnya terkait dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hal ini harus dilakukan agar perkembangan varises melambat dan mencegah terjadinya komplikasi, seperti luka atau perdarahan. Beberapa langkah perawatan mandiri yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menghindari berdiri atau duduk terlalu lama.
  • Menjaga berat badan pada level normal.
  • Mengenakan stoking kompresi.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Meletakkan kaki lebih tinggi dari badan.
  • Hindari mengenakan sepatu dengan hak tinggi (high heels).

Namun apabila gejala penyakit varises tidak kunjung mereda melalui pengobatan di rumah atau bahkan makin parah dan berpotensi menimbulkan komplikasi, maka sebaiknya Anda segera menemui dokter. Agar melakukan pengobatan yang dianjurkan olehnya seperti halnya dibawah ini;

1. Flebektomi Ambulatori

Terapi ini diawali dengan pembuatan sayatan kecil di kulit kemudian pembuangan varises. Dokter akan memberikan bius lokal dan Anda bisa langsung pulang setelah menjalani prosedur ini. Prosedur ini biasanya digunakan untuk menghilangkan varises kecil yang dekat dengan permukaan kulit.

2. Terapi Laser

Belum lama ini, sebuah peneltian baru mengungkap bagaimana terapi laser menjadi pilihan terbaik untuk mengobati varises. Jika Anda memiliki varises dalam bentuk yang kecil, maka cara operasi laser dapat menjadi pilihan. Operasi jenis ini tidak membutuhkan adanya pemotongan vena. Selain nihil luka, operasi laser juga tidak melibatkan suntikan bahan kimia ke dalam tubuh. Yang dibutuhkan hanya cahaya dengan kekuatan tertentu sehingga membuat varises memudar.

Untuk membuktikannya, para ilmuwan meneliti 798 peserta yang memiliki varises. Mereka dirawat di 11 pusat bedah vaskular di Inggris antara November 2008 dan Oktober 2012. Dalam hal ini, para peserta menjalani salah satu dari tiga jenis perawatan, yakni menutup pembuluh darah dengan laser, melakukan suntikan “busa” ke pembuluh darah, atau pengangkatan vena.

3. Mikroskleroterapi

Untuk varises yang sangat kecil, maka cara menanganinya bisa memakai teknik mikroskleroterapi. Jarum yang sangat halus akan disuntikkan ke vena untuk memasukkan cairan kimia dalam dosis kecil. Cairan kimia tersebut akan menimbulkan jaringan parut dalam pembuluh darah sehingga menutup varises.

4. Radiofrekuensi

Metode ini bertujuan menutup pembuluh vena yang mengalami pembengkakan cukup besar akibat varises dengan cara membakar dindingnya menggunakan energi radiofrekuensi. Setelah dibakar, dinding pembuluh vena akan runtuh dan menutup saluran tersebut.

Setelah pembuluh vena yang mengalami varises terkunci, darah akan secara otomatis mengalir secara alami melalui vena lainnya yang masih sehat. Untuk menembakkan energi radiofrekuensi secara tepat sasaran, dokter memerlukan bantuan kateter dan USG. Efek samping radiofrekuensi dapat berupa kesemutan.

5. Bedah Endoskopi Vena

Ini adalah cara menghilangkan varises yang sudah parah lainnya, di mana varises telah menyebabkan luka. Operasi ini diawali dengan membuat sayatan kecil di dekat vena yang terkena varises. Kemudian tabung kecil yang di ujungnya terdapat kamera akan dimasukkan. Perangkat bedah terdapat pada bagian ujung lain kamera yang berguna untuk menutup luka dan varises. Mereka yang melakukan prosedur ini akan bisa beraktivitas seperti sedia kala setelah beberapa minggu.

Walau dapat segera dicegah dan dapat melakukan pengobatan dirumah, namun ada baiknya jika kondisi dimana anda sudah merasakan sakit ada baiknya untuk segera ke dokter. Banyak obat serta cara yang baik untuk menghilangkan varises ini. Untuk itu demikianlah penjelasan diatas, semoga memberi pengetahun bagi pembaca.