Bencana Alam Paling Dahsyat Sepanjang Sejarah

Bencana alam datang selalu dengan tiba-tiba tanpa ada kompromi sama sekali dengan penghuni bumi. Bencana alam memiliki banyak dampak salah satu ialah kehilangan nyawa yang sangat berharga. Bencana alam tidak terjadi sesekali, karena bencana alam memiliki banyak bentuk dan ragam kejadian yang bisa datang kapan saja. Namun, bencana alam yang kerap kali terjadi adalah gempa hingga menyebabkan tsunami yang banyak menelan korban. Sepanjang sejarah mengenai bencana alam, manusia selalu mendapatkan kerugian yang tidak sedikit, contoh nya seperti kehilangan rumah, kehilangan sanak keluarga, dan kehilangan ladang bagi yang petani. Dan berikut ini beberapa bencana alam yang sangat dahsyat yang pernah terjadi.

1. Gempa Bumi Haiyuan, Cina – 1920

Tidak ada yang menyangka bahwa bencana alam yang menimpa Cina pada 16 Desember 1920 di kota Haiyuan, Ningxia, akan menjadi salah satu bencana alam paling mengerikan yang akan tercatatkan di sejarah manusia. Juga dikenal dengan nama 1920 Gansu Eearthquake atau Gempa Bumi Gansu 1920 adalah sebuah gempa bumi berkekuatan 7,8 SR yang modern ini dikatakan sebenarnya adalah gempa bumi berkekuatan 8,5 SR bukan 7,8. Gempa bumi mengerikan ini telah menelan banyak sekali korban jiwa pada 2 daerah yang berbeda. Pertama, sebanyak 30.000 korban jiwa di Guyuan dan 73.000 di daerah Haiyuan. United States Geological Survey memperkirakan bahwa total korban yang terluka dan meninggal mencapai 200.000 jiwa.

2. Topan Bhola, Bangladesh – 1970

Bencana ini tercatat sebagai badai siklon tropis terbesar dalam sejarah dan menyerang bagian timur Pakistan (sekarang Bangladesh). Pemimpin junta militer Pakistan Yahya Khan saat itu dianggap bertanggung jawab karena lambatnya penanganan bencana serta kesombongan sang jenderal ketika menolak bantuan dari India. Hal ini menyebabkan setengah juta penduduk menjadi korban dan memicu lepasnya Bangladesh dari wilayah Pakistan.

3. Kekeringan Afrika – 1981

Apa yang terjadi jika kita hidup tanpa air? Pastinya kita tidak akan bisa bertahan hidup. Hal itu pula dialami oleh penduduk Afrika pada tahun 1981-1984 yang menderita akibat kekeringan yang terjadi di dua puluh negara. Lebih dari 20.000 orang meninggal dunia akibat kelaparan.

4. Banjir Yellow River, Cina – 1887

Sebagaimana diketahui, Yellow River atau Sungai Huang He adalah sungai terpanjang ketiga di Benua Asia. Ironisnya juga sungai panjang ini adalah sungai yang sangat rentan mengakibatkan banjir karena lahan datar luas yang berada di sekitar sungai. Selama bertahun-tahun para petani yang tinggal di sekitar sungai tersebut telah berusaha untuk membuat tanggul dengan tujuan mencegah naiknya air sungai yang disebabkan oleh penumpukan lumpur. Namun pada tahun 1887 sebuah bencana alam parah mengerikan terjadi, air sungai Huang He meluap dan menghanyutkan hingga 900.000 jiwa.

5. Debu Dust Bowl – 1930

Pada awal 1930, padang Great Plains adalah surga para petani. Permintaan akan gandum yang terus meningkat memaksa para petani untuk lebih menggarap lahan gembur di wilayah selatan padang tersebut. Tanah yang terus menerus digarap menyebabkan erosi, karena akar rumput dan pohon yang ada di Great Plains digantikan oleh bibit gandum. Bencana yang sebenarnya terjadi pada saat kekeringan melanda. Lapisan luar tanah ternyata berubah menjadi debu dalam jumlah yang sangat banyak dan tersapu oleh angin kencang ke arah timur, menyebabkan langit sekitar hingga kawasan pantai Atlantik menjadi gelap. Hampir sebagian besar hasil cocok tanam hancur oleh musibah ini. Sementara para petani yang berjumlah sekitar setengah juta orang, kehilangan pekerjaannya.

6. Banjir Cina, Cina – 1931

Sama seperti bencana alam mengerikan sebelumnya, terjadi juga karena sungai Huang He atau Yellow River. Yang berbeda adalah bencana alam ini lebih mematikan dan memakan korban jiwa jauh lebih banyak daripada yang dapat Anda bayangkan. Bahkan saking mengerikannya bencana alam ini, sungai Huang He diberi julukan sebagai China’s Sorrow atau Kesedihan Cina. Pada bulan Juli sampai dengan November 1931, Sungai Huang He atau yang sering disebut juga dengan nama Yellow River meluap dan menyebabkan banjir parah yang menghanyutkan banyak kota di Cina.

7. Gempa dan Tsunami Aceh, Indonesia – 2004

Bencana ganda ini terjadi pada 26 Desember 2004, dimana gempa dan tsunami menyapu lebih dari empat negara, yaitu Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand. Efek tsunami dapat dirasakan hingga Somalia (Afrika), Meksiko, Kanada, hingga Antartika. Gempa di Aceh pada tahun 2004 merupakan gempa terkuat ketiga dalam sejarah, setelah Gempa Cile 1960 (9,5 SR) dan Gempa Alaska 1964 (9,2 SR). Namun tsunami yang dirasakan merupakan tsunami yang memakan korban jiwa terbanyak dalam sejarah. Uniknya, gempa ini terjadi tepat setahun (hingga pada jamnya) setelah gempa 6,6 SR menewaskan 30.000 orang di Bam, Iran. Gempa ini juga melepaskan energi setara 550 juta kali lipat dari bom atom Hiroshima atau setara dengan penggunaan energi di Amerika Serikat selama 370 tahun. Tak hanya warga lokal, sekitar 9.000 turis mancanegara juga menjadi korban bencana alam ini.