Cerita Sedih Bayezid Seorang Balita Yang Mempunyai Paras 80 Tahun

Seorang bocah yang berusia empat tahun ini menyerupai orang tua yang berusia 80 tahun disebabkan oleh penyakit yang sangat langka, Bayezid Hossain adalah nama seorang bocah yang tinggal di luar Magura, Bangladesh Selatan. Menderita penyakit yang menyebablan wajahnya bengkak, Kantung mata yang besar, Kulit kendur, nyeri sendi, kesulitan dalam buang air serta memiliki gigi yang sudah lemah dan rusak. Para tetangga yang tinggal di dekat rumahnya menjauh dan anak-anak pun takut kepadanya, walaupun Bayezid memiliki kecerdasan di atas rata-rata dari anak pada usianya

 

Bayezid diyakini menederita penyakit progeria yaitu penyakit dimana usianya tumbuh delapan kali dari usia normalnya gangguan ini memngigatkan kita tentang film Brad Pitt yang berjudul Benjamin Button yang ditulis oleh F Scott Fitzgerald dimana seorang bayi yang bernama Benjamin dilahrikan dengan rupa seperti orang tua dan memiliki usia yang mundur, sehingga makin bertambah usia dia semakin muda.

Memiliki nama lengkap Bayezid Hossain bocah ini mempunyai umur empat tahun tetapi menyerupai orang tua yang berumur 80an disebabkan oleh penyakit langka yang bernama Progeria, seseorang yang menderita Progeria biasanya mati dikarenakan serangan jantung atau stroke pada saat usianya menginjak rata-rata 13 tahun, Bayazid juga memiliki bentuk cutis laxa yaitu gangguan jaringan ikat yang langka dimana sangat mudah teregang dan menggantung.

Ibunya yang bernama Tripti Aram mempunyai usia 18 Tahun pernah ikut mengobrol dan ia mengatakan bahwa diak agum dengan kepintaran yang dimiliki oleh anaknya. Dia berkata ” Bayezid belajar berjalan pada usia tiga tahun tetapi ia memiliki perumbuhan gigi yang cepat pada saat berusia tiga bulan”. Pertumbuhannya fisiknya terlihat normal tetapi tidak secara mental, dia memiliki percakapan yang baik sangat sadar dan sangat intuitif untuk seusianya, ia tidak terlihat seperti anak-anak lainnya, dia malah tampak seperti orang tua, Sebagai ibu waktu pertama kali saya melihatnya membuat saya sakit melihat keadaan anak saya yang seperti itu”

Pada saat Bayezid lahir di rumah sakit bersalin pemerintah pada tahun 2007, Tripti dan suaminya Lovelu Hossain yang berusia 22 tahun merasa tidak berdaya ketika dokter tidak tahu bagaimana cara untuk menangani Bayezid pada saat itu.
Tripti berkata : “aku sangat takut untuk melihatnya ketika ida lahir, ia hanya terlihat seperti daging dan tulang ia seperti alien dan itu sangat membuat anda terpukul serta merasa sedih, bahkan dokter tidak tahu apa yang harus dilakukannya, mereka mengatakan bahwa mereka tidak pernah lihat seorang bayi yang seperti, membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah mereka pulang rumor mengenai anaknya yang tidak normal menyebar dengan cepatnya di sekitar desanya sehingga para tetangga berbaris didepan rumah keluarga untuk melihat bayinya, Tetapi Tripti dan suaminya mengatakan bahwa mereka tidak menerima dukungan dari masyarakat setempat.

Orang-orang takut untuk dekat dengan Bayezid dan bahkan sering bergosip tentang kemampuan pasangan sebagai orang tua, yaitu Tripti dan Lovelu yang merupakan sepupu pertamanya.

Sebagai seorang bocah Bayezid tumbuh lebih tua baik dari kepribadiannya ataupun tubuhnya yang memiliki perkembangan jauh lebih cepat daripada anak-anak lain didesanya. Tripti mengatakan ” dia memiliki sifat yang keras kepala dan dia tahu apa yang dia inginkan, tetai dia memiliki sifat yang sabar serta menyenagkan untuk diajak bicara pikirannya sangat tancam dan dia penuh dengan percakapan”. Dengan berlalu nya waktu para tetanngga perlahan-lahan terbiasa dengan kehadiran Bayezid dan bahkan ia disebut dengan “Orangtua”

Bayezid tidak pergi ke sekolah tetapi dia menyukai hal seperti bermain bola, menggambar di atas kertas dan bahkan merusak mainannya sehingga ia daoat memperbaikinya kembali.

Lovelu memiliki perkerjaan sebagai seorang buruh dengan penghasilan 5.000 rs (£50) selama sebulan, Dia mengatakan bahwa dia telah menghabiskan sekitar Rs 4 Lakh (£4.000) sejak Bayezid lahir untuk membawanya kedokter agar menyembuhkannya tetapi tidak ada yang mampu untuk mengobati kondisinya. Lovelu mengatakan:’ kami sudah pernah membawanya kerumah sakit, kuil, fakirs bahkan ke dukun, bahkan siapapun yang menyarankan dan apapun itu tetapi situasi tetaplah sama dia bahkan terlihat lebih buruk disetiap harinya. Anakku adalah bayi yang tidak normal bahkan tragis bagi setiap orang tua yang mengetahui bahwa anaknya tidak akan hidup dengan lama.

Ibunya Tripti pun mengalami pata hati dengan melihat penampilan anak pertamanya, Ia berkata ” Ia tidak tampak seperti anak-anak lain, ia tampah seperti orang tua, siapa sih yang tidak sedih melihat anaknya menanggung penderitaan seperti itu?”
Debashis Bishwas merupakan seorang konsultan dari Magura Central rumah sakit mengatakan kepada keluarganya bahwa Bayezid bertahan kurang lebih 15 tahun yang membuat semua keluarga merasa sedih.

Ibunya berkata ” bahwa ia sangat bangga kepada anaknya. karena dia sangat cerdas dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusianya, hubungan bersama sepupunya pun sangat ramah dan lucu, dia sangat tegar ia memahami kondisinya dan ia tidak membicaraknnya, ia hanya menangis jika ia merasa sangat canggung dan sedih”

Debashis Bishwas seorang konsultan dari Magura Central Hospital, di Magura, Ia bertemu dengan Bayezid pada bulan lalu dan mengatakan kepada orangtuanya bahwa Bayezid menderitakan laxa progeria dan cutis, Dia mengatakan dia takut bahwa Bayezid dapat hidup hanya 15 tahun,Dr Bishwas berkata: Tanda-tandanya ia menderita penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan, kulit orang yang menderita Progeria mulai mendapatkan kendor seperti orang tua pada bulan setelah melahirkan dan saya hanya menyarakan kepada keluarga bahwa Bayezid mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit yang berada di Dhaka”

Bayezid merupakan anak yang tegar dia selalu berusaha diam agar tidak melihat orang tuanya menangis, Bayezid adalah anak bocah yang mempunyai Paras 80 Tahun walaupun mempunyai paras 80 tahun Bayezid juga diberikan kelebihan yaitu memiliki kepintaran yang tidak dimiliki oleh anak seusianya.