Memahami Apa Itu “Mati Suri”

Hal yang paling menakutkan manusia adalah kematian, karena datangnya kematian tidak pernah dipersiapkan. Setelah kematian, cerita hidup manusia tersebut berakhir, tapi ada beberapa orang yang masih bisa hidup setelah mengalami mati sejenak atau mati suri. Bagaimana orang-orang ini bisa bangun kembali dari mati suri semuanya masih misteri.

Pengalaman mati suri memang tidak dapat disamakan dengan kematian yang sesungguhnya tetapi paling tidak dapat menguak sebagian misteri kematian dari orang-orang yang pernah menjelajah ke alam lain. Mati suri memiliki sedikit perbedaan jika dibandingkan dengan kematian. Bagi orang yang sudah mati, Rohnya akan keluar meninggalkan tubuhnya sehingga semua organ dari tubuhnya tidak dapat berfungsi kembali.

Namun ada juga orang yang dikatakan telah mati dapat hidup kembali, itulah yang dinamakan mati suri. Memang sih terdengar sedikit mengerikan, akan tetapi mati suri sangat jarang sekali terjadi. Bagi yang mungkin tidak banyak mengetahui apa itu mati suri, disini kami akan membantu anda untuk mengetahuinya lebih dalam. Untuk itu kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Apa Itu Mati Suri?

Near death experience (NDE) atau yang lebih sering dikenal sebagai Mati Suri merupakan salah satu fenomena dalam diri manusia yang masih banyak diperdebatkan. Mati suri adalah keadaan seseorang yang sudah dianggap tak bernyawa karena denyut nadi dan napas yang tak bisa ditemukan lagi dalam diri seseorang. Banyak yang percaya bahwa mati suri seperti cara lain Yang Maha Kuasa untuk dekat dengan manusia.

Istilah Near Death Experience (NDE) atau mati suri muncul pada tahun 1975 ketika psikolog bernama Raymond Moody menggunakannya untuk menggambarkan apa yang disebut dengan ‘menengok dunia lain’.

Secara ilmiah, kondisi tersebut dianggap sebagai tidur yang terlalu dalam atau nyenyak. Mati suri sering digambarkan sebagai perasaan bahwa jiwa seseorang telah meninggalkan raganya, dilanjutkan dengan pengalaman melewati terowongan gelap dengan cahaya di ujung terowongan dan pergi ke dimensi di mana seseorang merasakan perasaan hangat, nyaman dan dicintai.

Mati suri yakni di mana kejadian orang yang telah mati akan hidup kembali. Hal aneh tersebut memanglah di luar logika kita juga sebagai manusia, nyaris tak bisa diakui dengan cara apa barangkali orang yang telah divonis mati bakal hidup lagi. Sudah banyak yang terbukti orang mati suri itu benar-benar ada berdasarkan kisah nyata mereka, sudah banyak pengalaman-pengalaman mati suri yang sudah dicoba seorang manusia yang beruntung dapat dihidupkan kembali.

Dari keseluruhan studi mengenai mati suri, sekitar 4-15% penduduk dunia telah mengalami pengalaman tersebut. Bahkan, beberapa dari mereka melaporkan bahwa ‘pengalaman di akhirat’ itu tidak harus melalui mati suri. Menurut mereka, hal ini lebih berkaitan dengan respons neurologis terhadap stres daripada kematian itu sendiri.

Ciri-Ciri Umum Ketika Seorang Mati Suri

Sampai saat ini, baru sedikit yang dipahami para ahli mengenai fenomena mati suri. Meskipun kasusnya cukup banyak, mati suri sulit dibuktikan secara ilmiah karena banyak didasarkan pada pengalaman subyektif. Akhirnya, beberapa ilmuwan berusaha mengungkapkan teori-teori yang sekiranya dapat membantu memahami fenomena ini.

Penolakan utama terhadap fenomena mati suri adalah karena orang-orang yang mengalaminya tidak benar-benar mati. Orang yang tidak pernah mengalami kematian tidak dapat menceritakan realitas sesungguhnya yang melampaui kematian. Rata-rata mati suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Adapun beberapa ciri-ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu:

  • Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
  • Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
  • Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/ OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
  • Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
  • Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
  • Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.

Secara supernatural seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya.

Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh terowongan dengan cahaya di ujung.

Hasil-hasil studi menunjukkan lamanya waktu mati suri maupun tiadanya tanda-tanda kehidupan tidak berhubungan dengan kerusakan otak. Yang terjadi justru peningkatan kemampuan otak setelah seseorang mengalami mati suri. Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata subjek yang mengalami mati suri kehilangan tanda-tanda kehidupan antara lima sampai dua puluh menit. Mati suri juga dapat terjadi dalam keadaaan seseorang tidak mendekati kematian.

Apa yang membuatnya mengalami kejadian ini sampai saat ini belum diketahui. Menurut International Association for Near-Death Studies, tidak ada pengalaman mati suri yang identik, namun berbagai pengalaman tersebut dapat menggambarkan suatu pola.

Lalu Apa Yang Biasanya Menyebabkan Seseorang Mati Suri?

Walaupun dikatakan sangat jarang terjadi dan tidak sedikit pula kasus mati suri terjadi. Dari pengakuan banyak orang yang pernah mengalami mati suri, ada yang menyatakan seolah berada di suatu tempat yang cerah penuh cahaya dan ada pula yang mengatakan roh yang keluar dari tubuh kemudian pergi kesuatu tempat yang tidak ada didunia nyata.

Penelitian yang melibatkan sekitar 700 0rang yang pernah mengalami mati suri mengatakan sangat bahagia dan menginginkan kejadian itu terulang kembali. Perasaan telah mati sering dilaporkan oleh orang yang mengalami mati suri. Perasaan ini juga dialami oleh mereka yang menderita sindrom cotard, hal ini diasosikan dengan adanya gangguan otak di bagian korteks parietal dan prefrontal dan umumnya menghilang setelah beberapa hari.

Seperti halnya yang disebutkan diciri-ciri mati suri bahwa perasaan melayang serta berinteraksi dengan makhluk beda alam pun kerap dirasakan oleh mereka. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya mati suri?

1. Mulai Matinya Fungsi Otak

Mati suri yang dikatakan sebagai hasil dari rangkaian reaksi otak, dimana kejadian nyata tersebut disebabkan karena transmitter saraf di otak menutup dan menciptakan ilusi yang menyenangkan. Oleh sebab itu dikatakan, mati suri merupakan fungsi otak yang tengah menjalani proses kematian dan dialami oleh semua manusia.

2. Kurangnya Oksigen Pada Otak

Kekurangan oksigen dan banyaknya karbondioksida pada otak juga dikatakan sebagai penyebab mati suri atau juga halusinasi. Halusinasi dan mati suri dikatakan dua kata dengan arti yang berbeda. Halusinasi sangat erat kaitannnya dengan Depresi, kebingungan dan penyalahgunaan obat. Jika dibandingkan dengan mati suri intinya bukanlah hal yang berhubungan dengan gangguan jiwa.

3. Rangsangan Pada Salah Satu Bagian Otak

Mati suri yang dikatakan sangat mirip dengan Epilepsi dimana sangat berkaitan dengan kerusakan area lobus temporal pada otak. Umumnya, orang yang memiliki penyakit parah seperti Stroke bisa saja mengalami mati suri. Namun anehnya, emosi yang muncul ketika mati suri terkadang adalah rasa damai dan bahagia.

Walaupun dikatakan sangat jarang terjadi dan tidak sedikit pula kasus mati suri terjadi. Dari pengakuan banyak orang yang pernah mengalami mati suri, ada yang menyatakan seolah berada di suatu tempat yang cerah penuh cahaya dan ada pula yang mengatakan roh yang keluar dari tubuh kemudian pergi kesuatu tempat yang tidak ada didunia nyata.

Dan Bagaimana Seseorang Bisa Mengalami Mati Suri?

Fenomena mati suri merupakan fenomena yang menarik bagi para ilmuwan dan peneliti karena fenomena ini merupakan satu-satunya jalan bagi mereka dan manusia secara umum untuk mengetahui apa yang terjadi setelah kematian.

Para peneliti mempelajari gelombang otak pasien yang tengah sekarat, ditemukan adanya sebuah lonjakan aktifitas listrik sesaat sebelum para pasien tersebut meninggal. Dokter dari pusat kesehatan universitas George Washington percaya bahwa lonjakan listrik ini adalah penyebab fenomena mati suri, dimana para pasien melihat diri mereka berjalan menuju cahaya atau melayang keluar dari raga mereka.

Banyak pasien yang mengalami sensasi ini percaya mereka mempunyai penglihatan religi dan menganggapnya sebagai kehidupan pasca kematian. Beberapa pasien bahkan melaporkan melihat kembali tokoh tokoh religi seperti Yesus, Muhammad atau Krishna. Yang lain mengatakan mereka diliputi rasa damai saat mereka berjalan menuju terowongan penuh cahaya.

Namun para dokter ICU di George Washington mempunyai penjelasan lain yang telah dipublikasikan dalam jurnal kedokteran paliatif. Sebuah tim yang dipimpin Dr. Lakhmir Chawla menggunakan electroencephalograph (EEG), sebuah alat yang merekam aktivitas otak pada tujuh pasien dengan kondisi penyakit fase terminal yang diberi sedasi penghilang nyeri. Namun banyak pertanyaan yang membuat masyarakat serta orang awam yang menanyakan bagaimana fenomena ini bisa terjadi?

Beberapa hal di bawah ini bisa menjelaskan kenapa mati suri bisa terjadi pada seseorang.

1. Terkait Dengan Fase Tidur

Kemungkinan penyebab Mati Suri adalah Rapid Eye Movement (REM) dalam fase tidur, atau fase yang baik, yaitu saat seseorang memiliki mimpi. Fase ini meliputi kelumpuhan otot utama, sistem pernafasan lebih cepat dan gerakan mata yang cepat. Saat fase ini terganggu, seseorang bisa mengalami kelumpuhan sementara saat ia terbawa tidur. Hal lain yang bisa terjadi adalah adanya halusinasi melihat atau mendengar selama masa transisi dari tidur ke kondisi terjaga atau sebaliknya.

Dalam kasus animasi mati suri, otak bisa terbangun kondisi tidur dan kondisi sekaligus. Biasanya tahap ini akan dibedakan secara mendetail, sehingga jelas siapa yang terjaga atau tertidur. Beberapa fitur utama dari mereka yang mengalami animasi tersuspensi serupa dengan gangguan fase REM ini. Misalnya, merasa dikelilingi oleh cahaya, merasa terpisah dari diri sendiri dan tidak mampu bergerak, bahkan merasa sadar.

2. Berhubungan Dengan Gas Karbondioksida

Pengalaman dekat dengan kematian atau mati suri juga berkaitan dengan keberadaan gas karbon dioksida di dalam tubuh seseorang. Penelitian yang mengaitkan hal ini menyatakan bahwa adanya gas karbon dioksida kemungkinan memberikan pengaruh pada keseimbangan kimia tubuh seseorang. Ketika keseimbangan kimia di otak seseorang mengalami gangguan, maka hal tersebut mungkin memengaruhi otak sehingga yang mengalaminya seperti melihat cahaya, terowongan, atau kematian seseorang.

Pengalaman mati suri yang terkait dengan adanya gas karbon dioksida sendiri didapatkan dari para pasien yang selamat dari serangan jantung. Orang yang mengalami serangan jantung memiliki konsentrasi karbon dioksida berlebih dalam napas yang diembuskan, juga terkait level karbon dioksida dan kalium dalam darah.

Siapa yang ingi jika dirinya divonis memiliki penyakit ganas dan akan berakhir dengan kematian. Hidup merupakan sebuah anugerah yang sangat luar biasa. Hidup mati seseorang memang sudah menjadi kehendak Tuhan.  Jika Tuhan masih memberi kesempatan pada orang yang sudah meninggal untuk menjalani hidup kembali, maka tak memungkinkan orang yang sudah meninggal pun bisa bangkit lagi.