Mengalami Mimpi Buruk? Yuk Pahami Penyebab Serta Cara Mengatasinya

Gigi patah, tubuh terbang melayang, dikejar makhluk tak kasat mata, jatuh dari atap gedung, dan masih banyak lainnya yang menjadi contoh pengalaman mimpi buruk Anda. Nah, pernahkah Anda bermimpi? Bagaimana proses terjadinya mimpi? Pertanyaan yang sederhana tapi susah menjawabnya. Semua orang pasti pernah mengalami sebuah mimpi atau biasa disebut dengan bunga tidur. Sepertiga umur manusia dihabiskan untuk tidur. Selama tidur, tubuh manusia beristirahat dan otak mengolah informasi yang diserap di sepanjang hari sebelumnya.

Mimpi meliputi gambar (image), pikiran atau emosi yang dialami pada saat tidur. Mimpi bisa terasa sangat jelas seolah benar-benar sedang dialami tapi bisa juga sangat kabur atau abstrak. Ada beberapa teori yang membahas tentang mimpi. Salah satunya yang terkenal adalah teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud. Menurut teori ini, mimpi merupakan cerminan dari alam bawah sadar kita, karena banyak pikiran dan keinginan yang tidak dapat diekspresikan atau dicapai pada kondisi sadar, akhirnya muncul dalam bentuk mimpi.

Namun bagaimana jika sewaktu-waktu mimpi yang datang kepadamu ialah mimpi buruk? Pasti banyak diantara kita yang mengalami hal tersebut. Bahkan berturut-turut memimpikan hal-hal yang mengerikan. Mimpi buruk adalah mimpi mengerikan atau meresahkan yang terasa nyata sampai-sampai membangunkan Anda dari tidur lelap. Tak jarang detak jantung menjadi berdegup kencang dibuatnya. Mimpi buruk cenderung terjadi saat fase tidur REM. Kebanyakan orang mengalami mimpi buruk ketika dini hari karena pada saat itulah fase tidur REM kerap terjadi.

Dampak mimpi buruk boleh jadi sangat besar bagi kesehatan dan kebugaran Anda. Mereka yang menderita kecemasan atau depresi dan sering bermimpi buruk sangat mungkin jadi lebih menderita akibatnya. Kurang tidur akibat sering terbangung dari tidur lelap juga bisa memicu penyakit jantung, depresi, dan obesitas. Untuk mencegah hal ini tentunya anda juga harus memahami penyebab anda mengalami mimpi buruk. Maka dari itu kita simak penjelasannya dibawah ini.

Penyebab Mimpi Buruk

Mimpi buruk seringkali terjadi spontan, terutama pada orang dewasa. Pada orang dewasa, mimpi buruk dapat dipicu oleh gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea dan restless leg syndrome, yaitu dorongan untuk bergerak pada saat Anda ingin tidur.

Banyak orang mengaitkan mimpi buruk dengan anak kecil, percaya bahwa itu adalah sesuatu yang akan berlalu ketika sudah tumbuh dewasa. Namun, bukan tidak biasa bagi orang dewasa dan remaja untuk mengalami mimpi buruk. Mengalami mimpi buruk bukanlah keinginan setiap orang. Penyebab terjadinya mimpi buruk pun dapat bermacam-macam.

1. Kecemasan dan Stres

Rasa cemas dan stres sering kali terjadi akibat kejadian traumatik di masa lalu. Berdasarkan penelitian dari International Association for the Study of Dreams, sebuah operasi besar, kehilangan orang yang dicintai dan menyaksikan kecelakaan tragis bisa menjadi pemicu mimpi buruk. Post traumatic stress disorder (PTSD) juga merupakan penyebab utama mimpi buruk yang berulang-ulang. Tak hanya trauma yang menyebabkan mimpi buruk, tetapi juga stres yang dialami sehari-hari seperti bangkrut, masalah keuangan ataupun perceraian.

2. Pengalaman

Mimpi bisa tercermin dari aspek bagaimana kita hidup. Apa yang kita lakukan sehari-hari dan selalu berulang bisa juga terjadi pada mimpi. Namun yang perlu Anda ketahui adalah mimpi bisa berkaitan erat dengan pengalaman dan memori. Pengalamaan ataupun hal negatif yang pernah terjadi dapat kemudian terulang saat tertidur. Termasuk trauma, penelitian menyebutkan orang-orang yang mengalami trauma lebih sering mengalami mimpi buruk.

3. Efek Samping Obat

Obat yang mempengaruhi zat kimia dalam otak (seperti antidepresan), serta beberapa obat tekanan darah, telah dikaitkan dengan timbulnya mimpi buruk sebagai efek samping. Bicarakan dengan dokter Anda untuk melihat apakah obat yang berbeda atau perubahan gaya hidup mungkin menjadi alternatif yang lebih baik. Jika Anda tidak memiliki pilihan lain selain obat itu, maka Anda harus mempertimbangkan pro dan kontra dengan dokter Anda dalam beberapa kasus, mungkin layak untuk sementara “hidup” bersama mimpi buruk jika obat tersebut membantu Anda menaklukkan kondisi serius.

4. Alkohol

Alkohol adalah bahan yang bersifat antidepresi yang bisa membantu Anda untuk tertidur dalam jangka pendek. Namun, setelah efeknya hilang, alkohol justru akan membuat Anda menjadi sulit tidur. Kelebihan konsumsi juga bisa membuat mimpi buruk.

5. Kurang Tidur

Kurang tidur menyebabkan mimpi buruk dan mimpi buruk menyebabkan Anda sulit tidur, sebuah lingkaran setan yang tidak ada habisnya. Jika Anda menyadari mimpi buruk timbul lebih sering saat tidur setelah menghabiskan berhari-hari dengan begadang, pastikan untuk melakukan kebersihan tidur yang tepat (seperti beristirahat sejenak sebelum tidur dengan melakukan teknik bernapas atau memastikan kamar tidur Anda cukup dingin) untuk meningkatkan peluang tidur nyenyak.

6. Makanan Pedas

Kapan dan apa yang dimakan bisa mengganggu istirahat di malam hari, termasuk kecenderungan untuk mendapat mimpi buruk. Sebuah penelitian dalam International Journal of Psychophysiology membandingkan kualitas tidur antara orang yang telah menyantap makanan berbumbu dan non-bumbu. Orang yang menyantap makanan pedas lebih sering terjaga dan memiliki kualitas tidur yang rendah.

Makanan pedas terbukti dapat meningkatkan suhu tubuh dan berakibat gangguan tidur. Hal ini mungkin juga menjadi alasan mengapa beberapa orang mendapatkan mimpi buruk ketika mereka baru makan menjelang tidur malam. Beberapa studi melaporkan bahwa makan ketika mendekati waktu tidur bisa memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan aktivitas otak sehingga menyebabkan mimpi buruk.

7. Depresi

Penelitian membuktikan bahwa depresi dan pemikiran yang buruk terhadap diri sendiri dapat meningkatkan insiden terjadinya mimpi buruk. Penelitian dari Finnish menyebutkan faktor penyebab orang-orang mengalami mimpi buruk karena depresi mencapai 28 persen

Mimpi buruk ternyata memiliki efek emosional yang kuat. Penelitian menunjukkan, kesedihan, rasa sedih, bingung dan takut, adalah emosi yang dirasakan seseorang saat ia terbangun dari mimpi buruk. Nah, guys ternyata Stres bisa mempunyai andil dalam menciptakan mimpi buruk, jadi luangkan waktu untuk rileks selama hari berlangsung dan niatkan untuk pergi tidur dengan pikiran yang jernih dan tenang.

Banyak orang beranggapan bahwa mimpi buruk berulang yang mereka alami merupakan suatu hal yang tidak dapat diobati, akan tetapi sebenarnya terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda mengatasi mimpi buruk anda.

Cara Mengatasi Mimpi Buruk

Mimpi buruk bisa sangat tidak menyenangkan, menyebabkan rasa takut dan gelisah serta memengaruhi kualitas tidur Anda. Ini dapat mengakibatkan kelelahan fisik dan tegangan mental. Dan salah satu cara mengatasinya adalah dengan psikoterapi psikodinamik, di mana penderita berkonsultasi dengan seorang ahli terapi mengenai mimpi buruk yang mereka alami dan menemukan gangguan emosional apakah yang menyebabkan mimpi buruk tersebut.

Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan prazosin, suatu obat anti hipertensi yang pada dosis tertentu ternyata juga dapat mengatasi mimpi buruk akibat sindrom stress paska trauma. Cara lain yang dapat anda lakukan adalah dengan mengubah jalan cerita pada mimpi anda atau disebut juga imagery rehearsel therapy (IRT). Caranya adalah:

  • Pikirkanlah mengenai mimpi buruk anda akhir-akhir ini, ingat bagaimana jalan ceritanya.
  • Lalu ubahlah jalan cerita mimpi buruk anda tersebut, anda dapat mengubah jalan cerita ini sesuka anda, biasanya menjadi suatu cerita yang membahagiakan anda.
  • Siapkan waktu selama beberapa menit setiap harinya untuk membayangkan jalan cerita yang telah anda rangkai.
  • Terapi ini mungkin tidak dapat menghilangkan sepenuhnya mimpi buruk yang anda alami, akan tetapi dapat membuat mimpi buruk anda lebih jarang terjadi dan membuat anda tidur lebih nyenyak.

Jika sewaktu-waktu anda mengalami mimpi buruk, pasti anda akan merasa gelisah dan susah untuk kembali terjaga (tertidur). Rasa takut dan panik saat terbangun justru dapat membuat perasaan Anda lebih buruk. Anda mungkin perlu melakukan hal-hal berikut ini saat terbangun karena mimpi buruk:

  • Tenangkan diri Anda terlebih dahulu, ambil napas dalam-dalam secara perlahan
  • Menyadari dan memahami bahwa itu hanya mimpi. Anda mungkin perlu berbicara dengan diri Anda bahwa yang Anda lihat barusan hanyalah mimpi. Sekarang, Anda sedang di dunia nyata dan sedang tidur. Menyentuh dan melihat hal-hal di sekitar mungkin membantu.
  • Yakinkan juga diri Anda bahwa sekarang Anda dalam kondisi aman. Anda bisa menyalakan lampu dan memeriksa kunci rumah atau berjalan melihat situasi rumah Anda.
  • Cobalah untuk melihat dan menenangkan otot-otot Anda. Otot yang menegang merupakan respon tubuh alami terhadap hal buruk yang terjadi dalam mimpi.
  • Minum air mungkin membantu Anda untuk tenang.
  • Jika Anda tidak bisa tertidur setelah mimpi buruk, Anda bisa melakukan hal lain yang membuat Anda lupa terhadap mimpi tersebut. Lakukan aktivitas kegemaran Anda yang bisa menenangkan Anda, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton televisi. Setelah Anda tenang, cobalah untuk tidur lagi. Anda masih memerlukan waktu untuk beristirahat.

Dan disarankan juga bagi anda yang memiliki hobi olahraga, untuk mencoba yoga dalam menangani masalah mimpi buruk. Beberapa studi mengungkap, praktik yoga dan meditasi sendiri mampu untuk mengurangi mimpi buruk penyebab kecemasan.

Tahap Mencapai Mimpi

Setiap tertidur, umumnya kita pasti bermimpi. Dalam jangka waktu tidur 8 jam, rata-rata seseorang mengalami mimpi selama 100 menit. Hanya saja, kebanyakan dari mimpi yang terjadi tidak diingat. Ada sekitar 95% mimpi yang tidak diingat. Bermimpi adalah proses berpikir dan sebenarnya merupakan lanjutan dari pikiran kita sepanjang hari. Semua yang kita pikirkan ternyata tidak berhenti meski kita tertidur,” kata Lauri Loewenberg, penulis buku Dream On It: Unlock Your Dreams, Change Your Life.

Saat kita tidur, bagian otak yang bertanggung jawab pada pikiran linear dan logika menjadi tidak aktif, sementara area yang mengontrol emosi lebih aktif. Dengan kata lain, apa yang kita pikir dan rasakan sepanjang hari terus diproses oleh area lain otak sehingga kita melihat gambar, simbol, emosi dan metafora melalui mimpi.

Mimpi bisa terjadi dalam 5 tahap Dan 4 tahap berkaitan tentang kepulasan tidur dan tahap ke-5 berhubungan dengan REM (Rapid Eye Movement), yaitu tidur dengan gerakan mata yang cepat. Sewaktu seseorang menutup mata dan mencoba untuk merilekskan badan untuk dapat memasuki kondisi tidur, pada saat itu gelombang otak manusia memasuki Gelombang Alpha (Tahap 1). Saat mulai tertidur, gelombang otak yang semulanya Alpha menjadi Tetha (Tahap 2).

Pada saat manusia itu tertidur dengan kepulasan, gelombang otaknya menjadi Delta (Tahap 3 dan 4 ). Ketika melewati jam pertama tidurnya sekitar 80 menit, pola gelombang pada tahap pertama kembali aktif, tetapi manusia tersebut tetap dalam kondisi tidur dan diikuti dengan gerakan mata yang cepat atau REM (Tahap 5). Tahap tersebut saling berganti satu sama lain sepanjang malam saat kita tidur.

Tahap REM terjadi sekitar 10 menit. Mimpi lebih sering terjadi sepanjang tahap tidur REM. Biasanya tahap 1,2,3,4 itu disebut juga tahap NON REM, itulah yang terjadi selama 80 menit, lalu berganti menjadi REM dan terjadi sekitar 10 menit. Pergantian itu akan terus terjadi selama 3 sampai 6 kali semalam. Maka dari itu, terkadang dalam tidur kita dapat memimpikan banyak hal.

Ternyata terciptanya mimpi itu cukup unik. Saat bermimpi, pikiran bawah sadar kita menjadi sangat kreatif. Dia terus menggali info-info yang ada di dalam pikiran kita. Itulah sebabnya, mengapa ketika kita sedang ada masalah dalam dunia nyata dengan seseorang, bisa terbawa sampai dunia mimpi.Uniknya lagi, ketika kita bermimpi orang-orang yang muncul dalam mimpi kita adalah orang-orang yang pernah kita kenal.

Tidak dapat dipungkiri mimpi adalah pengalaman paling misterius dan menarik dalam hidup kita. Mimpi dalam tidur seringkali dikaitkan dengan pertanda dari Tuhan. Hingga beberapa kerajaan di masa lalu mempunyai sendiri para penafsir mimpi dan hasil tafsirannya dijadikan panduan dalam hidup bernegara maupun dalam militer. Gimana? Sudah tahukan bahwa penyebab mimpi juga dikarenakan pola makan anda, nah sebaiknya untuk mengubah kebiasaan yang nantinya mengganggu proses tidur anda. Maka dari itu demikianlah penjelasan ini.