Misteri “Mad Gasser of Mattoon” Sosok Misterius Penyebar Gas

Mungkin dari banyak konspirasi dan kejadian misterius di dunia ini, tragedi penyebar gas ini yang juga termaksud salah satu fenomena yang begitu aneh. Dan bahkan ini termasuk salah satu misteri besar dunia yang belum terpecahkan. Pada tahun 1944 selama 2 minggu lamanya warga Matton Illinois diteror. Teror tersebut berupa serangan gas misterius yang membuat si korban pingsan dan tak sadarkan diri.

Nah, meskipun tidak ada korban jiwa dalam penyerangan ini, namun kasus ini menyita perhatian khusus karena tak ada satupun orang yang mampu menangkap dan mengungkap identitas pelaku yang disebut “The Mad Gasser Of Mattoon” aneh banget kan guys? Kejadian ini bener-bener menarik banyak perhatian. Pasalnya pelaku hanya menebar gas yang membuat korban pingsan dan anehnya pelaku tak mengambil barang (merampok dan membunuh).

Peristiwa Penyebar Gas bermula pada tahun 1933

The Mad Gasser dari Mattoon adalah nama yang diberikan kepada orang berada di balik serangkaian serangan gas yang terjadi di Botetourt County, Virginia. Pada awal tahun 1930an dan di Mattoon, Illinois, pada pertengahan tahun 1940-an. Kejadian pertama terjadi di rumah Cal Huffman di Haymakertown, Botetourt County di mana terdapat tiga serangan dilaporkan selama satu malam.

Pada pukul 10 malam, tanggal 22 Desember 1933 sebuah kota kecil bernama Botetourt County, Virginia sudah terlihat sepi. Pada malam ini, untuk pertama kalinya yang disebut orang gila penyebar gas akan segera beraksi.

Dan pada saat itu ada sebuah keluarga masih terjaga (belum beristirahat). Nyonya Cal Huffman mencium bau manis yang aneh di dalam rumahnya. Nyonya Huffman merasa pusing, namun bau itu segera sirna. Namun Pada pukul 22.30, bau itu datang kembali. Kali ini sensasi yang ditimbulkannya lebih kuat sehingga delapan orang anggota keluarga Huffman dan seorang tamu bernama Ashby Henderson yang sedang menginap merasakan efeknya.

Semua yang mencium bau itu mulai merasakan mual, pusing, kram pada wajah dan sesak nafas. Alice, putri Nyonya Huffman yang berusia 20 tahun merasakan akibat yang paling parah. Ia mengalami sesak nafas yang sangat parah sehingga harus diberikan nafas buatan. Untungnya nyawanya berhasil diselamatkan. Namun, beberapa minggu setelah peristiwa itu, ia masih sering mengalami kram pada anggota tubuhnya.

Aneh nya lagi tak ada satu orang pun yang tahu dari mana bau itu sebenarnya berasal. Namun, Mr. Huffman yakin kalau ia melihat sesosok pria melarikan diri di kegelapan malam. Ketika polisi memeriksa lokasi kejadian, mereka hanya menemukan sebuah jejak sepatu hak tinggi di dekat jendela.

Misteri Ini Terus Berlanjut

Dua hari kemudian, bau misterius itu kembali muncul di Cloverdale, insiden terjadi pada 24 Desember. Mr Clarence Hall dan istrinya sedang berada di rumahnya. Saat itu pukul sembilan malam. Kemudian, penciuman mereka menangkap bau manis aneh yang sangat kuat. Dengan segera keduanya merasakan lemas dan pusing. Polisi menyelidiki kasus yang misterius ini dan menemukan paku yang diambil dari belakang jendela, di mana bau gas sangat keras. Diduga, lubang itu digunakan untuk memasukkan gas ke dalam rumah itu. Sungguh insiden ini membuat resah banyak warga setempat.

Hal ini pun menarik banyak perhatian media dan mereka mulai menjuluki si pelaku dengan berbagai julukan. Mulai dari Mad Gasser of Mattoon, Anesthetic Prowler atau Phantom Anesthetic. Figur misterius ini kemudian dianggap bertanggung jawab atas serangan-serangan yang menyusul pada minggu-minggu berikutnya. Dikatakan terdapat beberapa oknum jahat yang menyerang beberapa keluarga, insiden ini pun terus berlanjut.

Dan pada tanggal 11 Januari, serangan itu berlanjut lagi. Juga pada pukul 10 malam, Nyonya Moore dari Howell’s Mill, melaporkan adanya suara-suara aneh di halaman yang diikuti dengan sosok bayangan berkelebat dekat jendela yang telah lama pecah. Segera setelah itu, nyonya Moore mulai mencium bau gas yang aneh. Mrs. Moore yang lebih waspada segera meraih bayinya dan berlari keluar. Namun, walaupun ia telah bertindak dengan sigap, gas itu tetap saja membuat tubuhnya merasakan kram untuk sesaat.

Kejadian misterius ini terus-terusan berlanjut, bahkan pihak polisi begitu sulit menumukannya. Seperti sosok gaib saja ya guys? Misteri ini hingga sekarang belum juga terbongkar. Bahkan keluarga berikutnya merasakan bagaimana terserang oleh “gas’ ini. Pada malam yang sama, GD Kinzie dari Troutville juga mengalami serangan yang serupa. Menurut dokter yang datang memeriksanya, Mr.Kinzie kemungkinan telah diberi gas Chlorine yang berbahaya.

Kejadian ini terus berlanjut bahkan ada yang mengalami hal yang sama di hari yang sama. Banyak keluarga yang mengantisipasi bila sang pelaku mengincar rumah mereka. Bahkan polisi pun mulai menyadari dan bahkan memberikan hadiah sebesar $500 bagi siapa saja yang bisa memberikan keterangan mengenai para penjahat penyebar gas. Jumlah ini cukup besar untuk ukuran saat itu.

Serangan terakhir yang terjadi pada tahun 1934 terjadi pada tanggal 11 Februari ketika lima laporan serangan masuk ke kantor polisi. Pada hari itu juga, polisi menemukan sebuah botol kecil berisi cairan di salju di sekitar rumah korban serangan di Botetourt. Keesokan harinya, polisi berhasil mengetahui kalau cairan itu adalah campuran dari cairan yang tidak berbahaya bagi manusia, kurang lebih seperti penyemprot serangga yang ada di setiap rumah tangga.

10 Tahun Kemudian Orang Gila Penyebar Gas Kembali Beraksi

Setelah penemuan bukti kecil itu, entah kenapa seluruh serangan gas tiba-tiba berhenti. Tidak ada lagi laporan-laporan yang masuk dan orang-orang mulai berspekulasi kalau apa yang telah terjadi dalam beberapa bulan ini mungkin hanyalah sebuah histeria massa. Harian Roanoke Times bahkan dengan yakin menurunkan editorial yang berjudul “Tidak ada penyebar gas di Roanoke.” Namun pada saat itu sebenarnya mereka belum dinyatakan bener-bener aman, sang pelaku penyebar gas ini kembali beraksi.

Kali ini serangan-serangan tersebut terjadi di Mattoon, Illinois, yang dimulai pada akhir Agustus 1944. Serangan ini berlangsung hingga beberapa minggu. Pada pagi hari tanggal 31 Agustus, Urban Raef terbangun oleh bau menyengat yang segera membuatnya menjadi pusing dan muntah-muntah. Istrinya yang berniat bangun untuk mencari tahu segera menyadari kalau tubuhnya sendiri telah mengalami kram dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Pada tanggal 2 September 1944, Seorang perempuan bernama Aline Kearney sudah berbaring di tempat tidur sambil membaca surat kabar ketika ia mencium bau gas yang manis dan sangat kuat. Bau itu membuat ia dan anak perempuannya yang berusia tiga tahun menjadi mual-mual. Ketika Aline mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, ia menemukan kalau ia tidak bisa menggerakkan kakinya.

Ketika menemukan kakaknya dalam keadaan seperti itu, adik Aline yang sedang menginap di rumah itu segera menghubungi polisi. Ketika polisi datang dan menyelidiki, mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Namun, pada pukul 12.30 malam itu, ketika suami Aline yang berprofesi sebagai supir taksi pulang, ia menemukan seseorang sedang mengendap-endap di samping rumahnya. Ia mengejarnya, namun penyelinap itu berhasil melarikan diri.

Apa yang dialami oleh Aline Kearney segera menjadi sensasi dengan cepat. Media-media mulai memberitakan kalau orang gila penyebar gas yang pernah meneror Virginia 10 tahun yang lalu telah datang ke Illinois. Setelah pemberitaan oleh banyak media, beberapa orang mulai melaporkan terjadinya serangan serupa. Mereka mengklaim kalau serangan gas yang dialami telah menyebabkan mereka mengalami pusing, kelumpuhan, mual dan muntah.

Pada tanggal 5 September, Nyonya Carl Cordes melaporkan penemuan sebuah kain kecil basah di serambi rumahnya. Ketika ia memungutnya, ia mencium bau yang sangat kuat. Wajar saja bila banyak warga yang merasa cemas dan ketakutan pasalnya misteri yang suah lama berlalu kini kembali lagi. Bahkan pihak polisi belum bisa meringkus beberapa pelaku kejahatan ini.

Diduga Bahwa Penyerangan Gas Itu Pasukan Nazi

Pada saat itu perang dunia II sedang berlangsung dan media-media nasional di Amerika pernah memperingati kalau pasukan Nazi mungkin menggunakan gas racun untuk menyerang warga sipil. Jadi, para penduduk mulai menghubung-hubungkan peristiwa ini dan bertanya-tanya apakah Nazi terlibat dalam serangan-serangan ini.

Pihak kepolisian menerima beberapa laporan serangan setiap malam. Banyak korban melaporkan kalau mereka melihat figur tinggi berpakaian hitam yang terlihat berlari dari halaman rumah mereka sesaat setelah serangan terjadi. Selain itu, ada yang melaporkan melihat asap berwarna biru dan mendengar suara berdengung yang aneh.

Karena polisi tidak kunjung memecahkan misteri ini, para warga berinisiatif membentuk kelompok ronda yang menyisir jalan setiap malam. Namun usaha ini tidak juga membawa hasil. Pada tanggal 13 September, korban serangan gas telah mencapai lebih dari 30 orang.

Namun, setelah kejadian itu tidak ada lagi laporan adanya serangan. Seakan-akan, orang gila penyebar gas dari mattoon telah memutuskan untuk berhenti total. Akibatnya, polisi yang belum berhasil mengumpulkan petunjuk yang memadai menemui jalan buntu dan misteri ini menjadi tidak terpecahkan hingga saat ini. Wah, apa mesti ngeronda dulu ya baru sih pelaku bisa menghilang? Duh hanya sih pelaku sajalah tahu.

Selama lebih dari setengah abad, para penulis, peneliti dan sejarawan mencoba untuk melihat kembali kasus ini dan berusaha menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi di Botetourt County dan Mattoon pada saat itu. Walaupun kasus ini tidak membawa korban jiwa, situasi kasus yang misterius telah menarik perhatian banyak peneliti sehingga orang gila penyebar gas dari Mattoon dikategorikan ke dalam misteri penyerang siluman sejajar dengan Jack si tumit pegas.

Selama berpuluh-puluh tahun peristiwa penyebar gas gila dari Mattoon ini terjadi dan tidak ada satupun orang yang mampu mengungkap identitas sang pelaku. Meskipun saat itu pihak kepolisian sempat menjanjikan hadiah berupa uang bagi siapa saja yang dapat mengungkapnya. Namun hasil itu juga tak membuahkan bagi pihak polisi.

Akibat peristiwa misterius ini, banyak teori yang bermunculan. Teori-teori yang berkembang mengenai siapa sebenarnya pelaku penyebar gas dan apa motif dibalik aksinya mengingat bahwa tidak ada korban jiwa ataupun harta benda yang hilang. Teori pertama dan juga paling terkenal menyatakan bahwa penyebar gas gila dari Mattoon hanyalah sebuah histeria massa. Mereka menyamakan kasus ini dengan kasus Phantonm Barber Of Pascagoula yang terjadi di Mississippi pada tahun 1942. Dimana sang pelaku juga tidak pernah dapat tertangkap dan juga terindentifikasi.

Teori lainya percaya bahwa peristiwa penyebar gas gila dari Matton dilakukan oleh pihak Nazi tyerkait Perang Dunia II mereka percaya serangan tersebut merupakan bagian dari pengujian penggunaan bahan kimia untuk penyerangan terhadap sipil. Entah teori mana yang benar, kasus penyebar gas gila dan Mattoon ini tetap menjadi misteri meskipun telah berathun-bertahun berlalu.

Benar-benar aneh seakan-akan penyebar gas gila itu seorang mahkluk halus, jejak bahkan identitasnya tak dapat diketahui. Misteri ini benar-benar membuat banyak warga resah hingga pihak polisi yang begitu bingung akan sosok penyebar gas ini. Nah, guys peristiwa diatas seperti konspirasi saja ya, terdapat beberapa keanehan yang hingga sekarang belum diketahui.