Profesi “Misterius” Mengintip Aktifitas Yang Dilakukannya Diluar Angkasa

Astronot atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sebutan antariksawan merupakan sebutan bagi mereka yang telah melalui perjalanan dalam program penerbangan manusia ke luar angkasa.

Sebenarnya istilah “astronot” sendiri merupakan sebutan yang lebih dikhusukan untuk antariksawan dari Amerika Serikat ata Negara sahabat. Di beberapa negara lain juga memiliki sebutan bagi antariksawan mereka masing-masing, seperti Kosmonaut (cosmonaut) dari Uni Soviet (Rusia) dan taikonaut dari Tiongkok.

Nah, pernahkah terlintas dibenakmu menginginkan profesi seperti ini? Apakah yang kamu bayangkan mengenai seorang Astronot? Mungkin bagi kita kaum awan atau bagi kamu yang tak pernah mendarat di luar angkasa begitu penasaran akan kehidupan dan aktifitas seseorang bila berada di luar angkasa, pastinya sangat ingin mengetahui bukan? Nah pada kesempatan ini, saya akan membahas dan mengulas lebih dalam mengenai Astronot.

Antariksawan Itu Apa?

Adalah orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan di luar angkasa. Kata astronaut berasal dari bahasa Yunani. Yaitu, Astro = bintang dan Nautes = pelaut, pelayar, atau dalam kosakata sekarang dapat diterjemahkan sebagai penjelajah. Dengan demikian, astronot adalah seseorang yang melakukan penjelajahan luar angkasa. Kalau dalam bahasa Indonesia, astronaut artinya awak pesawat ruang angkasa, kosmonaut atau antariksawan.

Kontribusi antariksawan sebetulnya tidak hanya astronomi secara khusus, tetapi juga ilmu pengetahuan secara umum. Misalnya saat ini, di stasiun luar angkasa ISS (International Space Station), dilakukan eksperimen yang melibatkan para ahli biologi, guna mempelajari ilmu astrobiologi. Demikian juga dengan cabang-cabang ilmu pengetahuan yang lain.

Mengapa bisa demikian? Karena luar angkasa mempunyai situasi yang unik. Gravitasi di luar angkasa itu sangat kecil bahkan bisa dikatakan ‘tidak ada’, sehingga memungkinkan dilakukan eksperimen yang tidak bisa dilakukan di permukaan Bumi karena ada pengaruh gravitasi terhadap hasil eksperimen.

Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan penjelajahan antariksa lain yang dilakukan oleh astronot, seperti untuk pendaratan di Bulan, adalah untuk mendapatkan sampel batuan yang tidak mungkin ditemukan di permukaan Bumi (studi geologi).

Nah, gimana? Sudah tahukan apa yang dimaksud dengan Antariksawan? Atau masih penasaran bagaimana seseorang bisa menjadi seperti itu? Yah kerap penasaran akan profesi ini dan selalu berkata ‘mereka sungguh luar biasa, dapat memahami dan mengusai ilmu pendidikan dibidang ini’ Yah jika seseorang bersungguh-sungguh pastinya tak ada yang tak mungkin.

Nah pasti pengen bertanyakan, apa saja langkah-langkah ataupun tips untuk bisa menjadi seorang astronot?

Langkah-langkah Untuk Menjadi Seorang Astronot

Tidak berlebihan rasanya untuk mengatakan bahwa profesi Astronot bukanlah profesi yang bisa dicapai dengan mengedipkan sebelah mata. Diperlukan kesiapan yang matang di bidang akademik, fisik maupun mental. Selain itu, diperlukan juga langkah-langkah runtut yang akan membantumu untuk meraih gelar seorang Astronot, diantaranya:

1. Tingkatkan keseriusanmu di bidang Akademik

Untuk menjadi seorang astronot, kamu dituntut untuk meraih nilai tinggi di lembaga pendidikan yang terakreditasi. Setidaknya ada empat jurusan yang akan mendukung kamu untuk menjadi astronom professional, yakni astronomi, fisika, matematika dan teknik penerbangan antariksa (aerospace engineering).

Namun bukan berarti tidak mungkin seseorang dengan latar belakang geologi, meteorology dan ilmu kebumian lainnya menjadi astronom professional. Mereka semua mampu menjadi astronom asalkan dapat menunjukan kemampuan berpikir analitik dan memiliki pengetahuan dasar astronomi.

2. Cari tahu tentang lembaga Antariksa yang kamu tuju

Untuk memulai karir, kamu bisa mencari tahu tentang LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). LAPAN merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementrian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya.

Lalu untuk langkah selanjutnya, kamu bisa mempertimbangkan untuk mendaftar ke NASA (National Aeronautics and Space Administration). Bekerja di NASA yang tak lain adalah badan Antariksa milik Amerika mungkin adalah impian setiap penggila astronomi. Sebagai lembaga yang sering melakukan ekspedisi ke luar angkasa, NASA menerapkan sistem penyeleksian yang super ketat untuk para pelamarnya.

Namun tidak berarti yang rumit itu mustahil. Kamu bisa mencari tahu tentang Pathways Program di situs web NASA www.nasa.gov atau USA JOBS yang merupakan salah satu program untuk mulai bekerja bersama mereka. Adapun beberapa syarat untuk bisa menjadi astronot NASA, yakni,

Syarat untuk menjadi Astronot NASA

1. NASA menerima dua pelamar untuk bekerja sebagai astronot, yakni dari angkatan militer dan warga sipil. Persyaratan dasar untuk menjadi astronot pilot NASA.

2. Berkewarganegaraan Amerika Serikat (khusus untuk pilot dan spesialis misi).

3. Sarjana dari lembaga yang terakreditasi di bidang teknik, ilmu biologi, ilmu fisika atau matematika. Namun NASA lebih mengutamakan mereka yang bergelar tinggi seperti doktor atau Ph.D.

4. Khusus untuk pilot, setidaknya sudah pernah menerbangkan pesawat jet selamat 1000 jam. Pengalaman uji terbang sangat diinginkan.

5. Kemampuan standar khusus lainnya seperti:

  • Penglihatan 20/20
  • Tekanan darah tidak lebih dari 140/90 diukur dalam posisi duduk
  • Tinggi badan antara 62 sampai 75 inci (157 sampai 190 sentimeter)
  • Secara umum dalam kondisi yang sangat sehat

Persyaratan yang rumit ini tidak berarti untuk menjadi seorang Astronot adalah hal yang mustahil dan tak bisa dijangkau. Dengan niat, tekad dan usaha yang keras, bukan tidak mungkin bahwa suatu saat kamu juga akan melakukan spacewalk dan memandang bumi sebagai satu mutiara biru yang utuh.

Karena seberapa besar usahamu akan berdampak pada seberapa luas jalan itu terbuka untukmu. Don’t dream your life, but live your dream. Jadi, masih ragu untuk menjadi seorang astronot? Dan ada fakta lain yang juga harus kamu ketahui mengenai astronot.

Fakta Lain Mengenai Astronot

  • Nggak ada satu jalur pendidikan khusus untuk menjadi astronot

Shannon Walker mengatakan bahwa semua astronot pasti punya gelar di bidang sains, teknik, atau kedokteran. Tetapi nggak ada, lho, satu jalur pendidikan khusus yang dianggap jaminan bisa membuat kita bekerja di NASA. Namun, satu persamaan semua astronot adalah, kami semua sangat unggul di bidang studi kami.

Saya adalah lulusan jurusan Fisika dan Fisika angkasa dan sebagai mahasiswa dulu, saya cukup berprestasi. Bahkan saya mulai bekerja di Johnson Space Center di Houston, Texas, langsung setelah lulus kuliah, sebagai robotics flight controller. Tujuh belas tahun kemudian—dan setelah selesai kuliah sampai level PhD—akhirnya saya terpilih jadi kandidat astronot.”

  • Astronot pemula bakal harus “kembali ke sekolah”

Yah tak semudah yang dibayangkan, namun apa salahnya jika harus kembali belajar atau bersekolah lagi. Setelah seseorang terpilih jadi astronot, dia harus menjalani pelatihan selama sekitar dua tahun dulu, untuk memenuhi syarat terbang ke angkasa. Kebanyakan dari pelatihan tersebut bertempat di ruang kelas, jadi memang serasa sekolah lagi—mendengarkan kuliah, ikut ujian, dan mempelajari semua sistem di stasiun luar angkasa.

Walaupun semua astronot punya latar belakang pendidikan yang sangat tinggi, untuk belajar ilmu dasarnya, tetap akan makan waktu sekitar dua tahun. Trus, begitu seorang astronot akhirnya mendapat tugas terbang ke angkasa, dia akan dilatih lagi selama 2-3 tahun. Hanya untuk satu misi terbang ke stasiun luar angkasa, lho! Untuk penerbangan pertama saya, saya dilatih selama tiga tahun terlebih dahulu.”

  • Astronot bukan sekedar profesi, tetapi gaya hidup

Seorang astronot nggak bisa menentukan waktu kerja kamu sendiri. Soalnya, selama menunggu tugas penerbangan alias selama bekerja di bumi kita mungkin akan diberikan tugas-tugas teknis, seperti misalnya bekerja di pusat kontrol.

Nah, stasiun luar angkasa beroperasi berdasarkan Greenwich Mean Time (GMT), dan harus selalu ada orang yang bertugas di pusat kontrol 24 jam sehari. Jadi kita mungkin aja harus bekerja di pusat kontrol pada tengah malam.

Kita juga nggak bisa menentukan tempat kerja kita sendiri. Misalnya, Johnson Space Center adalah tempat pelatihan astronot Amerika, sehingga semua astronot Amerika tinggal dekat sana, yaitu daerah Houston. Tetapi astronot Amerika juga kadang harus menetap dan berlatih di Jepang, Rusia, Jerman, dan Kanada, karena Amerika Serikat punya hubungan kerjasama perihal luar angkasa dengan negara-negara tersebut.”

Mengenal Astronot Kulit Hitam Pertama yang ke Luar Angkasa

Sekitar pukul 02.00, beberapa orang terjaga di sekitaran Kennedy Space, Cape Canaveral, untuk melihat pesawat ulang-alik milik NASA, Challenger lepas landas dan menempuh misi ketiganya di luar angkasa. Di dalam pesawat itu, ada Letnan Kolonel Guion S Bluford, seorang pria keturunan Afrika-Amerika pertama dalam sejarah yang terpilih untuk menjadi bagian misi ke luar angkasa.

Bluford dilahirkan di Philadelphia, Pennsylvania pada 1942. Sejak muda, dia telah memiliki minat terhadap dunia kedirgantaraan. Tahun 1964, dia lulus dari Pennsylvania State University dengan gelar di bidang teknik kedirgantaraan.

Pada tahun berikutnya, dia turut serta dalam Angkatan Udara AS dan kemudian melakukan 144 misi pertempuran di Vietnam. Selesai bertugas di Vietnam, pada 1970 Bluford mendapatkan gelar pascasarjana dan dokternya di bidang teknik kedirgantaraan dari Air Force Institute of Technology.

Tahun 1979 menandai momen penting Bluford menjadi seorang astronot. Pada tahun itu, dia diterima untuk mengikuti program pelatihan astronot. Empat tahun kemudian, dia melakukan misi pertamanya ke luar angkasa.

Bluford bersama dengan empat awak pesawat lainya ditugaskan untuk melakukan beberapa tugas selama berada di luar angkasa, di antaranya adalah meluncurkan satelit komunikasi milik pemerintah India, melakukan eksperimen ilmiah, serta melakukan tes terhadap lengan robotik yang dimiliki shuttle Challenger.

Enam hari kemudian, Bluford bersama dengan rekan-rekanya kembali ke bumi, menandai keberhasilan kedelapan kalinya misi luar angkasa yang dilakukan oleh Challanger.

Berhasil dengan misi pertamanya, Bluford kemudian bertugas ke luar angkasa lagi sekitar tiga kali, dengan catatan waktu 700 jam berada di luar angkasa. Seusai karirnya dengan NASA, dia kemudian menjadi wakil presiden dan General Manager sebuah perusahaan teknik di Ohio.

Setelah penerbangan perdana Bluford yang sekaligus menandai jejak orang Afrika-Amerika di luar angkasa, muncul berbagai astronot kulit hitam lainya yang menyusul langkah Bluford tersebut. Beberapa di antaranya adalah nama-nama seperti Bernard A Harris Jr, Winston E Scott, Robert Curbeam dan lain-lain.

Gimana? Tak ada yang tak mungkinkan, bahkan kulit hitam yang dulunya terkenal tidak bisa menjadi apa-apa atau bahkan dikatakan sebagai budaknya kulit putih. Kini kulit hitam tersebut sudah menjadi orang penting. Namun ada hal-hal yang perlu kamu tahu, mengenai kegiatan dan hal apa saja yang tak boleh dilakukan astronot ketika berada di luar angkasa.

Mengintip Keseharian Petualang Angkasa

Selama ini, profesi astronot merupakan salah satu pekerjaan yang “misterius” dan menimbulkan banyak pertanyaan. Terutama mengenai kegiatan yang mereka lakukan ketika berada di luar angkasa.

Untuk mewakili keberadaan manusia di luar angkasa, sejak 1998, proyek stasiun luar angkasa internasional (ISS) dihadirkan. ISS merupakan proyek gabungan dari 16 negara yang berfungsi untuk melakukan berbagai penelitian tentang kehidupan di alam semesta.

Para astronot dari negara-negara yang ikut serta tersebut juga telah secara bergantian mengirimkan wakilnya. Tapi, sebenarnya apa yang dilakukan para astronot dalam kegiatan sehari-harinya? Ternyata, ketika berada di ISS para astronot memiliki rutinitas yang mirip dengan para pekerja yang ada di bumi pada umumnya. Mulai dari melakukan kegiatan pribadi, seperti mandi, membersihkan diri dan sarapan.

Eh, ada tapinya nih guys, apabila kita di bumi melakukan berbagai kegiatan tersebut dengan mudah, ada penyesuaian-penyesuaian tersendiri yang dilakukan astonot di sana. Hal ini tak lepas dari ketiadaan gaya gravitasi yang membuat semua benda melayang dengan sendirinya.

Kehidupan dan pekerjaan astronot di luar angkasa sama saja seperti manusia yang tinggal di bumi. Astronot juga wajib mencuci rambut, mandi dan menggosok gigi. Namun, tingkat higienitas para astronot lebih besar daripada manusia di bumi.

Cara astronot membersihkan tubuhnya juga berbeda. Astronot menggunakan sampo dan sabun tanpa dibilas. Sampo tersebut biasanya digunakan di Rumah Sakit dengan pasien kondisi penyakit tertentu yang rentan terhadap air.

Salah satu astronot perempuan, Sunita Williams yang pernah menghabiskan 195 hari di ISS mengungkapkan, mandi dan keramas merupakan kegiatan yang amat menantang untuk dilakukan. “Perlu waktu untuk bisa memperkirakan jumlah sampo yang diperlukan. Saya biasanya keramas pada akhir pekan ketika ada lebih banyak waktu,” ujarnya.

Rutinitas yang sama

Tak jauh berbeda dengan kita, para astronot di ISS juga biasa memulai harinya dengan sebuah panggilan atau wake up call. Dikutip dari www.esa.int, para astronot ISS akan bekerja selama 12 jam dalam sehari. Seusai membersihkan diri, makan dan mengenakan seragam khusus, mereka harus menuntaskan pekerjaannya. Beberapa pekerjaan yang para astronot melakukan eksperimen di luar angkasa.

Eksperimen tersebut bisa berupa penelitian mengenai daya tahan tubuh manusia untuk tinggal di luar angkasa, memonitor orbit benda-benda luar angkasa hingga melakukan perbaikan dari beberapa benda yang dibuat manusia untuk beredar di luar angkasa. Untuk menjaga kebugaran tubuh, para astronot juga melakukan sejumlah olahraga. Salah satunya, olahraga angkat beban.

Untuk mengangkat beban seberat 200 pounds di bumi memang melelahkan. Tetapi, di luar angkasa justru tidak memerlukan banyak tenaga. Para astronot biasanya menghabiskan waktu sekitar dua jam sehari untuk melakukan aktivitas fisik.

Ada pula yang lebih suka olahraga dengan melakukan spacewalks atau istilah lainnya di bumi adalah jalan santai. Ketika memiliki waktu senggang, salah satu hiburan paling tak ternilai adalah melihat ke luar jendela ketika sedang mengorbit. Pemandangan luar angkasa, sekaligus melihat bumi menjadi hiburan tak ternilai.

Pengalaman hidup di ISS pun biasanya membekas benar bagi para astronot yang berkesempatan ke sana. “Kadang saya masih tak percaya saya sempat hidup di luar angkasa. Semua pengalaman tersebut masih kerap kembali dalam mimpi,” ujar Piers Sellers, astonot kelahiran Sussex, Inggris.

Lelah bekerja dan menghabiskan waktu, biasanya tiba saatnya bagi astronot untuk beristirahat dan tidur. Bedanya, berbaring di tempat tidur akan berbeda saat bangun di pagi hari.

Tempat tidur astronot tidak demikian. Para astronot biasanya akan tidur di sleeping bag yang disiapkan satu kantong untuk satu orang. Seperti kehidupan normal di bumi, mereka akan terjaga tiba-tiba untuk ke kamar mandi. Tak beda ketika beristirahat di bumi, para astronot ini juga bisa bermimpi ketika tidur di luar angkasa. Kamu bisa lihat gambar dibawah ini betapa merepotkannya bila astronot melakukan rutinitasnya di sana.

Gimana? Lucu bangetkan, nah gambar yang satu ini juga tak kalah lucu guys.

Betapa asyiknya mereka nonton pertandingan bola, bahkan bukan itu saja gambar dibawah ini menunjukan bahwa olahraga memang aktifitas yang tak boleh ditinggalkan guys.

Namun ada hal-hal yang diperhatikan astronot bila mereka berada di luar angkasa bahkan hal sepele yang dilakukan dibumu bisa berakibat fatal bila dilakukan diluar angkasa guys.

Kentut Astronot Bisa Ledakkan Pesawat Ruang Angkasa

Apa? Hanya mengeluarkan gas atau sering disebut ‘kentut’ bisa memicu ledakan? Seperti yang dikatakan bahwa hal sepele ini dapat memicu bencana. Karena mengandung gas-gas yang mudah terbakar, kentut seorang astronot diyakini bisa terakulumasi dan memicu ledakan di dalam pesawat ruang angkasa. Oleh karena itu, diet seorang astronot harus disesuaikan agar tidak banyak kentut.

Gas-gas yang mudah terbakar yang bisa ditemukan dalam kentut antara lain hidrogen dan methane. Bila terakumukasi di dalam ruang tertutup, keduanya bisa meningkatkan tekanan dan apabila mencapai kondisi paling ekstrem maka secara teori bisa memicu ledakan.

Mengingat pesawat ruang angkasa dibuat sangat tertutup agar udaranya tidak keluar, maka astronot diyakini berada dalam bahaya jika terlalu banyak kentut. Apabila kedua gas yang mudah terbakar itu terakumulasi, dikhawatirkan ledakan akan terjadi di dalam pesawat ruang angkasa.

Risiko ini bisa dicegah dengan diet atau pemilihan menu makan tertentu, seperti yang diteliti oleh 2 ahli gizi di Amerika Serikat, Edwin L Murphy dan Doris H Calloway. Keduanya membandingkan diet para astronot dalam 2 misi penerbangan yang berbeda.

Penelitian yang dipublikasikan tahun 1969 itu menunjukkan, perbedaan menu makan bisa membuat komposisi gas dalam kentut para astronot berbeda. Dalam penelitian ini, kedua jenis diet yang digunakan dibedakan dengan kode tertentu yakni diet S dan diet F.

“Dalam 12 jam, astronot yang makan diet S mengeluarkan 3-206 mL hidrogen dari anus dan 24-156 mL dari paru-paru. Dengan diet F, hidrogen yang dihasilkan hanya 0-3 ml dari anus dan 6-36 mL dari paru-paru,” kata para peneliti.

Peneliti tidak menyebutkan apa saja perbedaan menu makan yang terdapat di kedua jenis diet tersebut. Namun secara teori, produksi gas-gas pencernaan yang dikeluarkan melalui kentut bisa meningkat ketika banyak mengonsumsi kol, umbi-umbian dan minuman bersoda.

Selain hidrogen dan metana, pada umumnya kentut juga tersusun dari berbagai macam gas lainnya yang tercampur menjadi satu. Beberapa jenis gas yang banyak ditemukan dalam kentut antara lain oksigen, serta hidrogen sulfida yang memberikan bau tidak sedap.

Gas-gas tersebut diproduksi oleh bakteri-bakteri di pencernaan, sebagai hasil penguraian asam amino, glukosa dan asam lemak di dalam perut. Seseorang masih bisa dikatakan normal jika mengeluarkan gas kentut antara 0,5 liter hingga 2 liter dalam sehari.

Dan itulah rutinitas yang dapat kamu ketahui mengenai kehidupan astronot bila mereka berada di luar angkasa. Dan mungkin masih banyak lagi aktifitas yang mereka lakukan. Untuk itu demikianlah artikel pada hari ini, semoga bermanfaat dan selamat membaca guys. 🙂