Tak Hanya Jonghyun, Inilah Deretan Artis Korea Yang Meninggal Karena Bunuh Diri

Bunuh diri merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Mereka yang memutuskan untuk bunuh diri, melakukannya dengan cara menggantung diri, minum obat-obatan melebihi dosis, menenggak cairan beracun, atau menggunakan senjata.

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda sewaktu mendengar kata bunuh diri? Beberapa orang bisa jadi berpikir bahwa ini adalah tindakan pelarian seorang pengecut. Adapula yang merasa bahwa bunuh diri adalah salah satu cara untuk meminta maaf kepada seseorang. Tak sedikit juga yang mengatakan bahwa ini adalah tindakan bodoh. Lalu, apa sebab utama maraknya kejadian bunuh diri?

Seorang profesor psikiatri dari Johns Hopkins University School of Medicine, bernama Kay Redfield Jamison mengamati bahwa keputusan untuk melakukan bunuh diri sering kali dipengaruhi oleh cara orang tersebut dalam menghadapi kejadian atau masalah yang ada di sekitar mereka. Jika memiliki pemikiran yang sehat, Anda tidak akan membenarkan setiap upaya bunuh diri.

Penyebab Bunuh Diri

Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menjadi faktor penyebab seseorang bunuh diri, seperti: gangguan kesehatan mental (depresi, bipolar, schizophrenia, antisosial, gangguan psychotic dan gangguan kecemasan), gangguan penyalahgunaan zat tertentu dan kondisi kesehatan serius atau kronis serta rasa sakit berlebihan. Bunuh diri tidak hanya disebabkan satu atau dua faktor. Seseorang dapat bunuh diri karena faktor yang kompleks. Lebih tepatnya, ada tiga faktor yang saling menunjang, yaitu psikologis, biologis dan sosial.

  • Genetika

Walaupun ada yang mengatakan faktor genetika memiliki peranan penting dalam menentukan kecenderungan bunuh diri, ini tidak berarti bahwa seluruh anggota keluarga dalam garis keturunan itu akan melakukan tindakan tersebut. Faktor genetika memang memengaruhi cara seseorang bersikap atau berprilaku, perasaan dan pemikirannya. Keterangan demikian akan membantu kita dalam mengambil tindakan pencegahan terhadap orang yang memiliki kecenderungan itu.

  • Kondisi Kimiawi Otak

Faktor tersembunyi lainnya adalah kinerja otak Anda dalam menghasilkan reaksi kimiawi. Peranan serotonin sangatlah penting, menurut buku Inside the Brain rendahnya kadar serotonin dapat menyebabkan seseorang tidak bahagia, berkurangnya minat akan kehidupannya sendiri, sehingga menyebabkan depresi dan memicu seseorang untuk bunuh diri. Serotonin bekerja sebagai neurotransmiter atau sarana komunikasi antar sel yang melalui sinapsis.

  • Hubungan Sosial

Seseorang yang merasa kesepian dan tak mampu mengatasi situasi ini juga beresiko mengalami bunuh diri. Mengapa? Bayangkan, mereka sebenarnya memiliki cukup banyak waktu, namun sedikit sekali kontak sosial dengan orang lain—kehidupan sehari-hari menjadi hampa dan sepi, bahkan terasa asing.

Masalah dalam hubungan, misalnya, berada dalam hubungan yang kasar, tidak merasa dihargai, atau baru mengalami perpisahan, dapat menjadi tantangan besar dalam hidup. Hal ini terutama berlaku dalam hubungan percintaan. Masalah dalam hubungan asmara dapat menyebabkan perasaan depresi lebih dalam, kecemasan, rasa bersalah dan panik.

Masalah dalam hubungan juga dapat menyebabkan banyak rasa sakit emosional dan menenggelamkan Anda dalam pikiran untuk bunuh diri. Merasa takut kesepian atau terisolasi, cenderung membuat Anda rela untuk bergabung dengan kelompok teman-teman yang membawa pengaruh buruk, atau mencari bantuan dari obat-obatan dan alkohol.

  • Bullying

Bullying memiliki efek mendalam pada cara seseorang berpikir dan bagaimana mereka merasa, terlepas dari seberapa sering dan metode bully apa yang digunakan. Jika Anda di-bully, Anda mungkin merasa sangat tertekan, tidak berharga, dan putus asa bahwa situasi Anda akan berubah. Sayangnya, dalam banyak kasus intimidasi tidak mendapatkan pengakuan cukup dan tidak segera dilaporkan sampai semuanya sudah berada di luar kendali dan bunuh diri menjadi satu-satunya cara bagi korban untuk menghindari rasa sakit yang mereka alami.

Perkembangan teknologi menciptakan fenomena yang disebut “cyber bullying,” di mana korban diintimidasi secara online, sering kali bahkan oleh orang-orang yang mereka kenal. Hal ini biasanya terjadi di situs media sosial, komentar di situs web dan berbagai blog yang bertujuan untuk merusak reputasi Anda dan membuat Anda merasa malu. Kecuali Anda memiliki solusi untuk mengatasi hal ini, pikiran untuk bunuh diri mungkin akan muncul.

Ada beberapa tanda yang mungkin dikeluarkan oleh seseorang yang memiliki niat bunuh diri.

  1. Sering membicarakan tentang kematian.
  2. Mengutarakan keputusasaannya dalam menjalani hidup seperti berkata, “Buat apa saya hidup di dunia?”
  3. Suka menyakiti diri sendiri.
  4. Mengancam ingin bunuh diri seperti berkata, “Jika kau memilih dirinya, saya akan bunuh diri.”
  5. Menyimpan obat-obatan yang bisa disalahgunakan.
  6. Menjadi pemakai narkoba atau pemabuk.
  7. Sering marah secara tiba-tiba.
  8. Sembrono dan terlibat dalam aktivitas yang mempertaruhkan nyawa.
  9. Menarik diri dari orang-orang di sekitarnya.
  10. Sering terlihat merasa cemas.
  11. Kehilangan minat pada apa pun yang berkaitan dengan duniawi.
  12. Mulai membuat surat wasiat.

Permasalahan hidup yang berat terkadang membuat kita ingin menyerah menjalani hidup ini. Tingkat kerumitan masalah dan ketahanan mental setiap orang berbeda-beda. Banyak orang yang menganggap masalah yang dihadapinya lebih berat dibanding orang lain, padahal ketika kita melihat dari sudut pandang yang luas, ada banyak yang menghadapi masalah serupa dan bahkan lebih berat dibanding dirinya.

Respon seseorang pun berbeda-beda. Ada yang tetap optimis ketika dirinya sedang ditimpa banyak masalah. Ada yang pesimis, merasa tidak sanggup dan merasa hidupnya tidak berarti lagi. Respon seseorang ini dipengaruhi oleh ketahanan mentalnya. Ketahanan mental berasal dari pembentukan karakter seseorang.

Seperti halnya kasus bunuh diri yang dilakukan aktor Korea yang sempat menggemparkan media sosial. Tindakan yang ia lakukan membuat keluarga merasa sedih bahkan sederet artis lainnya merasa begitu terkejut dan tak bisa menahan kesedihan akibat kepergiannya. Namun tak hanya Jonghyun saja, melainkan ada beberapa artis Korea lainnya yang meninggal karena aksi bunuh diri.

Artis Korea Yang Meninggal Karena Bunuh Diri

Bunuh diri memang tidak selalu menjadi hasil akhir dari depresi, tetapi depresi yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan pemikiran bunuh diri dan juga percobaan bunuh diri. Ketika seseorang mengalami depresi berat, pemikiran untuk menyakiti diri sendiri paling sering muncul dipikiran dan juga menyebabkan peningkatan keinginan melakukan percobaan bunuh diri, menurut mayo clinic.

Dengan mengetahui faktor resiko dan bagaimana mendukung seseorang yang mengalami depresi dapat mencegah munculnya keinginan bunuh diri. Dan inilah deretan artis yang telah melakukan aksi bunuh diri.

  • Cho Geum San

Merupakan salah seorang artis senior di negara itu ditemukan tidak bernyawa oleh seorang gelandangan pada 5 Julai lalu dalam sebuah kereta di Pulau Daebu. Gelandangan itu pada awalnya berasa aneh apabila melihat sesuatu yang tidak kena pada kereta dipercayai milik Geum San. Saat melihat ke dalam kereta yang di parkir itu, Geum San sudah tidak bernyawa sebelum dia melaporkan kepada pihak polis.

Bagaimanapun tidak ditemui sebarang nota bunuh diri ditempat kejadian malah terdapat kesan kebakaran pada kenderaannya. Spekulasi mula timbul berhubung penemuan mayat Geum San dan ada mengatakan dia membunuh diri kerana tidak tahan dengan tekanan ekonomi yang semakin buruk tambahan pula namanya dalam industri semakin dilupakan.

Untuk catatan, kasus bunuh diri di Korea Selatan bukan sesuatu yang asing dan sering terjadi kasus tertentu. Kebanyakkan kasus seperti itu dilaporkan berasal dari tekanan ekstrim akibat persaingan hidup dan ekonomi tidak menentu. Mereka percaya setelah meninggal dunia roh mereka akan dibawa ke tempat lebih baik atau dilahirkan kembali dengan kehidupan berbeda.

  • Jang Ja Yeon

Karir Jang memang tak secemerlang Song Hye Kyo atau Lee Young Ae, namun problema yang dihadapinya hingga akhir hidupnya telah menyita perhatian banyak khalayak. Wanita kelahiran 8 Desember 1982 ini memulai karirnya dengan membintangi sebuah iklan televisi tahun 2006 silam. Sejak saat itu, pintu karirnya mulai terbuka hingga akhirnya Jang mulai menerima tawaran sejumlah film dan serial.

Walau hanya mendapat peran-peran kecil, Jang terus menjalaninya sebagai proses dalam berkarir. Karirnya semakin terbuka lebar saat mendapat tawaran berakting di serial Boys Over Flowers. Dalam drama ini, Jang Ja Yeon adalah aktris pendatang baru yang berperan sebagai Sunny, salah satu anggota geng nyinyir. Kematian tragisnya sempat menjadi bahan pembicaraan publik.

Alasan bunuh diri Jang Ja Yeon karena dia merasa tertekan telah diperkosa sebanyak 100 kali oleh 30 orang lebih. Setelah ditelusuri, orang-orang tersebut adalah para petinggi dunia hiburan yang memuluskan karier Jang Ja Yeon sebagai artis. Jang Ja Yeon sempat meninggalkan 7 catatan dan surat wasiat yang menyebutkan dirinya telah menjadi budak seks para tokoh di balik layar dunia hiburan.

  • Kim Sung Min

Aktor Korea Selatan yang mati bunuh diri menyisakan sepenggal kisah tragis bagi keluarganya. Sang aktor mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kim Sung Min masih sempat bertahan hidup, dilarikan ke rumah sakit. Kim Sung Min tiba di rumah sakit pukul 11 siang waktu setempat, 24 Juni 2016. Dr. Im Ji Yong , dokter yang menangani Kim Sung Min menyebutkan, kondisi sang aktor tak sadarkan diri.

Polisi sempat dihubungi saat keluarga Kim Sung Min menemukan tubuh sang aktor. Pihak berwajib sempat menyelidiki penyebab Kim Sung Min bunuh diri, diwartakan Soompi, baru-baru ini. Berdasarkan laporan polisi setempat diwartakan Nate, Kim Sung Min sempat terlibat pertengkaran dengan sang istri.

Kim Sung Min bahkan nyaris melakukan kekerasan kepada istrinya. Putra Kim Sung Min yang berusia 18 tahun menghubungi polisi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Laporan pertama menyebutkan, Kim Sung Min menganiaya istrinya. Setelah bertengkar, istrinya dan anak Kim Sung Min meninggalkan rumah untuk menenangkan diri. Tak lama, polisi sampai ke kediaman Kim Sung Min.

Istri Kim Sung Min khawatir dengan kondisi sang aktor. Setiap bertengkar, Kim Sung Min melarikan diri dalam minuman beralkohol, selalu membicarakan mengenai ingin mengakhiri hidupnya. Polisi pun sempat memeriksa kediaman Kim Sung Min, menemukannya dalam keadaan tergantung.

Saat itu, Kim Sung Min sudah tak sadarkan diri di dalam kamar mandi rumahnya, dengan menggunakan dasi. Beberapa orang berspekulasi, Kim Sung Min mengalami depresi berat. Pada 2012, Kim Sung Min pernah dipenjara karena tertangkap basah mengonsumsi obat-obatan terlarang. Kim Sung Min mendekam selama 2 tahun 6 bulan, baru bebas Januari 2015.

  • Sojin

Pada 2015, salah seorang trainee yang akan menjadi personel girl band ternama KARA ditemukan tewas. Saat itu, Sojin yang baru berusia 22 tahun, ditemukan tak sadarkan diri di taman dekat apartemennya di Daegu di Seoul, Korea Selatan, 24 Fabruari 2015. Menurut laporan polisi setempat, Sojin tampaknya mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 10 apartemennya.

Sojin langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, ia menghembuskan napas saat perjalanan ke rumah sakit. Beberapa penggemar menduga jika Sojin bunuh diri akibat depresi. Sojin menjadi trainee selama lima tahun. Ia dijadwalkan akan debut dalam waktu dekat. Sayangnya, agensi yang mengasuhnya tiba-tiba memutuskan kontrak kerjanya.

Alasan itu yang diduga kuat menjadi penyebab Sojin bunuh diri. Sebelumnya, Sojin sempat mengungkapkan kegembiraannya akan debut. Ia ingin membuat orangtuanya bangga sekaligus menunjukkan jika pekerjaannya sebagai artis sangat menyenangkan.

  • Park Yong Ha

Park Yong Ha tewas karena terjerat tali gitar listrik di lehernya. Saat ini detil dari penyebab dan kronologis kematian Park Yong Ha Bunuh Diri masih diselidiki oleh pihak yng berwajib. Berdasarkan penuturan ibunya kepada polisi sebelum Park Yong Ha Bunuh Diri di kamarnya. Park Yong Ha terlihat berjalan menuju kamar tidurnya pukul 0:40 dini hari setelah selesai memijat kaki sang ayah.

Kisah sang ibu bahwa berulang kali Park Yong Ha mengatakan “I am sorry” (maafkan saya) pada ibu dan ayahnya yang sedang menderita kanker perut stadium lanjut. Sejumlah penyebab kenapa Park Yong Ha bunuh diri mulai bermunculan banyak versi. Ada yang mengatakan, Park Yong Ha Bunuh Diri karena depresi dan tak kuat menerima cobaan karena sang ayah sakit keras. Ada juga pemberitaan bahwa Park Yong Ha Bunuh Diri karena overdosis setelah menenggak obat tidur, karena selama ini dia memiliki masalah sulit tidur.

Alasan lain, Yong Ha gagal berbisnis yang kemudian membuatnya mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya. Sebelum tampil di drama On Air, Yong Ha keluar dari agensi artis yang menaunginya dan memilih mandiri lalu mendirikan perusahaan sendiri. Ayahnya, jadi presiden perusahaan miliknya.

Ternyata, perusahaan itu tak berjalan mulus. Manager perusahaan itu melakukan kesalahan keuangan yang membuat perusahaan kehilangan banyak uang. Lebih buruk lagi, ayah Yong Ha juga meninggalkan banyak utang setelah salah menandatangani surat utang orang lain. Untuk membayar itu semua, Yong Ha malah sampai dikabarkan mengubungi dealer mobil bekas untuk menjual mobilnya.

Yong Ha juga dikabarkan menderita insomnia selama 14 tahun ini akibat depresi. Ia pernah curhat di akun Twitter-nya, sangat bergantung pada pil tidur. Juru bicara rumah sakit dan pihak kepolisian mengatakan tak ada surat yang ditinggalkan Yong Ha sebelum bunuh diri. Atas permintaan keluarga, mayat Yong Ha takkan diotopsi.

Setiap masalah pasti ada solusinya, seberat apa pun itu, permasalahan juga pasti akan berakhir. Yang perlu Anda lakukan jika Anda atau kerabat Anda mengalami tanda-tanda ingin diri adalah mencari bantuan profesional, kunjungi terapis. Berkumpul dengan orang-orang yang positif dan suportif.

Selalu ingat, bahwa hidup memang sementara, permasalahan Anda pun hanya sementara tanpa harus mengakhiri hidup Anda. Setiap individu di muka bumi ini berharga dan bisa memiliki peran yang baik, yang terpenting jangan pernah menyerah. Dan itulah beberapa artis dari negara Ginseng yang mengakiri hidupnya dengan melakukan aksi bunuh diri.