Dragon’s Breath, Cabai Terpedas Di Dunia

Indonesia adalah negara yang terkenal akan wisata kuliner yang bercitra rasakan pedas. Yah, tak lengkap jika sebuah sajian kuliner tidaklah berasa pedas, kebanyakan warga Indonesia lebih menyukai masakan dengan rasa yang pedas. Khususnya di kota Medan Sumetra Utara, siapa yang tak kenal dengan suku Bataknya. Mereka begitu mencintai kuliner yang di dalam sajian tersebut terdapat rasa pedas yang buat badan mengeluarkan keringat yang begitu banyak, yaelah kek mandi keringat aja yah.

Namun tahukah kamu bahwa makan makanan pedas terlalu banyak juga dapat menyebabkan penyakit maag akut pada lambung atau yang disebut dengan gastristis. Gejala penyakit ini adalah sering merasa mual, muntah, perut kembung yang disertai dengan diare.

Nah, itu barulah cabai rawit yang pedasnya sangat luar biasa. Namun gimana nih dengan cabai yang katanya dapat mematikan karena rasa pedas yang super duper buat orang bakalan ampun untuk menyantapnya. Penasarankan cabai seperti apa yang dimaksud itu? untuk itu kita baca aja yuk, biar pada tahu bahwa ada cabai yang rasanya super duper pedas banget.

Cabai Mematikan

Nah, bukan hanya sih kecil hijau cabai rawit saja yang pedasnya buat banyak orang seperti mandi keringat saja. Ada cabai yang rasa pedasnya buat orang takut untuk mencobanya. Dragon’s Breath (nafas naga), cabai yang masuk rekor dunia sebagai cabai terpedas di dunia. Cabai ini begitu amat pedasnya sehingga membuat mereka yang mencicipinya bakalan mengalami serangan jantung saja, Cabai ini memecahkan rekor dengan skor 2,48 juta pada skala pedas Scoville.

Tak heran jika Dragon’s Breath dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia. Para ahli meyakini bahwa mencoba mengunyah cabai ini bisa berisiko meninggal akibat syok anafilaksis (Syok anafilaktik adalah reaksi alergi yang tergolong berat, bahkan dapat mengancam nyawa penderitanya). Gejala awalnya, penderita akan mual, muntah dan sakit di bagian perut. Ketika seseorang mengkonsumsi cabai ini, maka tubuhnya akan terasa seperti ‘terbakar’ dan saluran napas akan tertutup. Duh seram amat ya, buat kamu yang tak suka makanan pedas jangan coba-coba nyobain deh dan buat kamu yang suka makanan pedas juga gak perlu nyobain yaa, yah kali bisa sampai meninggal.

Siapa Penemu Cabai Terpedas Ini?

Pastinya banyak orang yang bertanya-tanya siapakah orang yang pertama kali menemukan tanaman cabai yang satu ini. Penemu akan cabai terpedas ini yakni, seorang petani yang bernama Mike Smith. Ia dibantu oleh para peneliti di Nottigham Trent University telah menemukan cabai terpedas dengan ukuran kecil. Sampai saat ini, Smith mengaku belum pernah mencoba mengunyah cabai temuannya. Sesekali, ia pernah mencoba meletakkan cabai di ujung lidahnya dan ia merasa kepedasan yang tak tertahankan. Bahkan dirinya mengatakan bahwa setelah mencoba meletakkan cabai ini di ujung lidah dan rasanya panas serta membakar. Saya meludahkannya dalam waktu sekitar 10 detik.

Intensitas panasnya terus tumbuh dan seolah terasa hingga ke seluruh tubuh. Inilah mengapa Dragon’s Breath dikatakan sebagai satu-satunya cabai yang memiliki rasa pedas yang mematikan. Jangan coba-coba untuk mengkonsumsi cabai ini karena kamu sudah tahu apa akibatnya.

Yang mengejutkannya lagi bahwa awalnya Mike hanyalah iseng belaka saja untuk mengikuti kompetisi, namun hasil kreasinya berujung pada pemecahan rekor. Awalnya cabai ini akan diikutsertakan dalam acara pertanian tingkat nasional, tapi apa dikata bahwa cabai ini benar-benar menarik banyak perhatian dikarenakan rasa pedas yang mematikan di dalamnya. Wah, sungguh luar biasa untuk cabai kecil berwarna merah ini.

Minyak Cabai Ini Dapat Digunakan Sebagai Bahan Untuk Pengobatan

Walaupun tampaknya rasa pedas hanyalah mendatangkan penyakit pada tubuh dan organ tubuh lainnya, namun cabai Dragon’s Breath ini memiliki manfaat untuk pengobatan lho. Saking kuatnya, Mike dan para peneliti di Nottingham Trent University percaya bahwa cabai Dragon’s Breath punya manfaat untuk pengobatan. Minyak yang dihasilkan cabai bisa membuat kulit mati rasa, sehingga bisa jadi anestesi alternatif di negara dunia ketiga atau bagi orang yang punya alergi terhadap anestesi konvensional. Mike mengaku sudah mendaftarkan cabainya pada Guinness World Records, ini sungguh penemuan yang luar biasa, bahkan kamu juga harus tahu bahwa cabai Dragon’s Breath ini memiliki pohon yang begitu indah.

Gimana nih guys, adakah diantara kamu yang berani mencoba mencicipi rasa pedas dari cabai nafas naga ini? Pastinya nggak ada dong ya. Untuk itu ada baiknya kamu untuk selalu menjaga pola makan yang sehat. Pedas boleh, namun haruslah sewajarnya saja ya guys.