Memahami Kelebihan Jalan Kaki Dibanding OlahRaga Lari

Untuk bisa diet atau menurunkan berat badan dengan cara alami dan aman, olahraga wajib kita lakukan. Hanya saja terkadang kita masih bingung, olahraga apa ya yang gampang tapi juga efektif untuk membuat kita cepat kurus.

Lari atau jalan kaki ? Risiko berlari memang menyebabkan Anda lebih banyak cedera dibandingkan ketika berjalan. Studi menemukan, pelari memiliki tingkat cedera lebih tinggi daripada pejalan kaki. Mungkin inilah yang sering diperdebatkan oleh banyak pecinta olahraga kardio. Padahal keduanya merupakan cara yang baik untuk membuat Anda tetap sehat dan bugar.

Lari dan jalan kaki merupakan olahraga kardio yang sangat baik. Keduanya dapat membantu menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan mood, meningkatkan tingkat energi, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko kanker, diabetes dan penyakit jantung.

Dikatakan sebagai olahraga paling sederhana yang dilakukan oleh masyarakat. Hampir tanpa memerlukan alat apapun olahraga ini dapat dilakukan. Olahraga ini juga merupakan salah satu olahraga tertua didunia. Namun sebenarnya apa perbedaan jalan dan lari?

Perbedaan Jalan Kaki Dan Lari

Jalan kaki merupakan olahraga ringan yang menyehatkan. Dengan jalan kaki dapat membantu seseorang keluar dari kebiasan fasif menjadi aktif. Menurut metode penghitungan Jepang, kita sebaiknya berjalan 1000 langkah dalam sehari. Adapun menurut American College of Sports Medicine (ACSM) melakukan jalan kaki minimal 30 menit selama seminggu sebanyak 5 kali itu menjadi efektif untuk kesehatan tubuh.

Jalan merupakan gerak berpindah tempat atau memindahkan tubuh dari satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkah menggunakan kaki secara bergantian. Gerak tubuh yang kita lakukan dalam berjalan didominasi oleh langkah kaki, meskipun gerak tangan dan anggota badan lainnya juga di perlukan tetapi gerak langkah kaki sebagai gerak utama.

Lari adalah salah satu dari cabang olahraga paling tua di dunia. Meskipun dari sejarahnya tidak diketahui persis kapan mulai dikenal, namun sebelum menjadi salah satu cabang olahraga, lari ini sudah dikenal sejak peradaban manusia kuno. Olahraga lari sendiri kini menjadi salah satu cabang olahraga atletik dengan menumpu pada daya tahan tubuh dan kecepatan.

Nah, olahraga lari dan jalan kaki masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Perbedaannya dapat anda simak dibawah ini.

  • Sudut lutut

Lutut akan tertekuk lebih banyak ketika berlari dibandingkan dengan jalan kaki dan ini dapat meningkatkan kekuatan yang dibebankan ke tanah selama berlari. Peningkatan kelenturan lutut juga meningkatkan kekuatan yang dihasilkan oleh otot paha depan atau extensors. Inilah mengapa lari lebih melelahkan untuk lutut Anda dibandingkan dengan jalan kaki.

  • Kecepatan maksimum

Kecepatan rata-rata berjalan adalah sekitar 5 km/jam, namun jalan cepat dan power walking dapat mencapai 8 km/jam. Kecepatan yang membuat Anda lebih nyaman berlari dibandingkan dengan jalan kaki dikenal sebagai “break point” yang biasanya berada antara 6,5 km/jam dan 8 km/jam. Bagi kebanyakan orang, langkah berlari memungkinkan untuk mencapai kecepatan maksimum keseluruhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jalan kaki.

  • Kontak dengan tanah

Salah satu perbedaan yang signifikan antara berlari dan berjalan adalah lamanya waktu masing-masing kaki menyentuh tanah. Selama berjalan, kontak kaki dengan tanah lebih besar dibandingkan dengan berlari.

  • Tenaga

Langkah yang berbeda saat berjalan dan berlari mempengaruhi tenaga yang digunakan dalam melaksanakan setiap langkah pada kecepatan yang berbeda. Misalnya, orang dengan berat 100 kg berjalan atau berlari dengan efisiensi daya sekitar 7 km/jam, maka di bawah kecepatan ini, langkah berjalan akan lebih menghemat tenaga dibandingkan dengan berlari, namun jika di atas kecepatan ini, mengambil langkah berlari merupakan yang paling efisien.

Dibandingkan olahraga lari, jalan kaki kurang populer di masyarakat dan bahkan cenderung tidak dianggap sebagai olahraga. Padahal, jalan kaki punya kelebihan yang membuatnya cocok dilakukan oleh siapa saja. Jangan malas atau takut lelah untuk melakukan olahraga jalan kaki. Jika Anda mengalami masalah dengan lutut atau kaki Anda, jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak melakukan olahraga, karena Anda bisa menyiasatinya dengan berjalan ringan hingga cepat.

Alasan Jalan Kaki Lebih Baik daripada Lari

Kenapa sih harus berjalan kaki? Kamu perlu tahu kalau jalan kaki ini memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Apalagi kalau kamu membarengi dengan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang dan teratur. Beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari jalan kaki adalah:

1. Bisa Mencegah Diabetes Tipe 2

Ketika kamu berjalan kaki, maka akan memicu otot jadi bekerja lebih dari biasanya. Akibatnya penyerapan glukosa pun akan meningkat sehingga dapat mencegah diabetes tipe 2. Sebaiknya berjalan kaki ini dilakukan selama 30 menit dan kamu pun jadi bisa menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 30, lho.

2. Risiko cedera saat berjalan kaki lebih kecil dibandingkan lari

“Sekitar setengah pelari yang rutin melakukan aktivitas ini melaporkan cedera setiap tahunnya,” terang Bedrossian. Sebagian besar cedera paling banyak pada area lutut. Biasanya hal ini disebabkan oleh intensitas lari, alas kaki yang digunakan, hingga teknik individu berlari.

3. Berjalan kaki bisa dilakukan oleh segala umur

Saat muda pasti untuk melakukan olahraga dengan berlari adalah hal yang mudah. Namun saat terkena cedera atau saat usia tua berlari merupakan hal yang tidak mudah dilakukan. Berbeda dengan berjalan kaki yang bisa dilakukan secara berkelanjutan baik usai cedera maupun saat lanjut usia.

4. Risiko Sakit Jantung dan Tinggi Kolesterol Menurun

Jalan kaki dapat meningkatkan denyut jantung serta sirkulasi darah sehingga dapat membuat jantung jadi lebih kuat. Kalau kesehatan jantung kamu sudah terjaga, maka kadar kolesterol dan gula darah pun bisa menurun. Tapi perlu diingat, meski kegiatan ini bisa melatih jantung, alangkah baiknya jika kamu membicarakannya dengan dokter terlebih dahulu. Khususnya bagi kamu yang memiliki risiko sakit jantung.

5. Berjalan kaki cegah penyakit datang

Dokter Berossian menguraikan manfaat bahwa berjalan kaki sebagai cara untuk mencegah hadirnya osteoporosis. Berjalan kaki sebagai bentuk latihan menahan beban latihan pada ototok kaki. Selain itu, berjalan kaki pun bisa membantu mengatasi kecemasan dan kelelahan, cegah Alzheimer dan peningkatan kualitas hidurp sercara keseluruhan. Tak berhenti disitu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association menyatakan bahwa berjalan kaki dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dengan hasil yang lebih baik dibandingkan pelari.

Berolahraga dengan jalan kaki ternyata punya manfaat lebih dibandingkan dengan lari. Jika berbicara tentang berlari dapat lebih cepat membakar kalori itu benar. Namun, ada sisi lain yang menjelaskan bahwa berjalan kaki dapat lebih baik dibandingkan berlari. Dan ada baiknya jika kita simak manfaat berjalan kaki, berikut ulasannya.

Manfaat Jalan Kaki Bagi Tubuh

Berjalan kaki sebaiknya dilakukan selama 30 menit dalam sehari. Namun, agar tubuh Anda tidak kaget, sebaiknya berjalan kaki dilakukan selama 10 hingga 15 menit dalam sehari sebagai awalan, baru setelah itu secara perlahan Anda tingkatkan durasinya. Jika Anda berjalan kaki secara rutin dan tentunya dengan menjalani gaya hidup sehat, maka Anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkan beberapa manfaat seperti di bawah ini:

1. Mencegah Osteoporosis

Jenis penyakit tulang yang banyak terjadi pada para lansia ini terjadi karena massa tulang yang rendah serta mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. Pencegahan tulang keropos ini tidak hanya diperoleh dari kalsium pada susu, namun harus diimbangi dengan gerakan badan secara menyeluruh seperti jalan kaki setidaknya sekitar 15 menit sehari setiap hari.

2. Menjaga berat badan tetap normal

Jika Anda mencoba untuk menurunkan berat badan, maka Anda harus membakar sekitar 600 kalori per hari dan lebih dari yang Anda makan. Berjalan kaki adalah salah satu cara termudah untuk melakukan itu. Seseorang dengan berat badan 60kg bisa membakar sekitar 75 kalori hanya dengan berjalan kaki sedang selama 30 menit. Meningkatkan lebih cepat lagi akan membakar sekitar 99 kalori. Mempercepatnya lagi akan membakar kalori sebanyak 150 kalori. Berjalan juga meningkatkan massa otot sehingga semakin banyak otot yang Anda miliki dan semakin cepat pula metabolisme tubuh Anda. Sehingga banyak kalori yang terbakar, bahkan saat Anda sudah beristirahat.

3. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Olahraga mampu meningkatkan daya tahan tubuh Anda, jika Anda kurang olahraga, maka akan membuat tubuh Anda mudah terserang penyakit. Oleh sebab itu cobalah untuk selalu menyempatkan diri Anda untuk melakukan olahraga jalan kaki minimal selama 30 menit. Dengan berjalan kaki, maka sistem kekebalan tubuh akan meningkat dan mampu melawan infeksi. Dengan berjalan kaki selama 30 menit juga dapat membuat tidur Anda menjadi lebih nyenyak dan secara otomatis tubuh akan melepaskan zat kimia sehingga membuat Anda merasa lebih baik.

4. Memperkuat Jantung

Rajin berjalan telah terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini karena aktifitas ini dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) sekaligus meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), serta menjaga tekanan darah normal. Jadi Apa pun aktifitas yang meningkatkan denyut jantung dan memompa darah juga melatih jantung dan sistem peredaran darah kita. Menurut Asosiasi Stroke, berjalan cepat selama 30 menit bisa membantu mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi penyebab stroke bisa mengurangi risiko stroke hingga 27 persen.

5. Mencegah Pikun Di Usia Senja

Menurut wikipedia, pikun menjadi gejala umum demensia yaitu menurunnya kinerja otak sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Dari data statistik, satu dari 14 orang berusia 65 tahun ke atas beresiko tinggi terserang demensia. Manfaat olahraga jalan kaki bagi kesehatan otak adalah mengurangi resiko pikun hingga 40 persen dan mempertajam daya ingat otak.

6. Membuat Anda Bahagia

Studi telah menunjukkan bahwa jika tubuh terhubung dengan alam maka suasana hati kita akan membaik dan depresi akan menyingkir. Berjalan adalah salah satu kesempatan terbaik untuk menyatu dengan alam. Meskipun cuaca sedang tidak bagus, nikmati saja perasaan tubuhmu terkena angin dan air hujan. Menyatu dengan alam akan mengingatkan kita akan siapa diri kita, apa hubungan kita dengan alam, dan akan membuat kita untuk melihat semua hal dari sisi lain.

Manfaat berjalan kaki oleh sebagian orang sering disepelekan sehingga tidak sedikit orang dimasa modern ini yang meninggalkannya. Berbagai faktor juga membuat orang semakin meninggalkan kebiasaan jalan kaki yaitu banyaknya kendaraan ibu kota yang penggunaannya semakin banyak. Seperti yang kita ketahui, jumlah kendaraan bermotor yang membludak merupakan salah satu penyebab jarangnya kita melihat orang berjalan kaki saat menuju sekolah atau pun ke kantor.

Gimana, sudah paham dengan penjelasan diatas? Nah, jalan kaki tidak hanya merupakan olahraga yang murah dan ringan, tapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berjalan kaki Anda bisa mengurangi stres, menurunkan berat badan, mencegah diabetes meski terkadang sebagai kegiatan yang membosankan dan melelahkan namun jalan kaki memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, lho.

Jadi, tak ada salahnya jika kamu mulai untuk membiasakan diri jalan kaki. Enggak perlu berjam-jam kok, karena jalan kaki yang dianjurkan dalam sehari adalah 30 menit.