Apa Itu Padi Darat ?

Mengapa padi menjadi hal yang terpenting bagi warga Indonesia? Padi merupakan tanaman yang paling penting di negeri kita Indonesia ini. Bagaimana tidak, karena makanan pokok di Indonesia adalah nasi dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi. Selain di Negara Indonesia, padi juga menjadi makanan pokok di Negara-negara di benua Asia lainnya seperti Halnya Negara China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain. Padi merupakan tanaman berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian ini berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Dan tahukah kamu, selain padi sawah terdapat juga padi darat. Padi darat? Yah padi darat, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai padi darat. Yuk, kita baca aja yang ada dibawah.

Pengertian Dari Padi Darat

Padi merupakan tanaman pokok penghasil beras yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat khususnya pedesaan. Untuk jenisnya sendiri, padi memiliki banyak macam diantaranya ialah padi darat. Padi darat adalah padi yang ditanam pada lahan non-sawah atau didataran tinggi, biasanya masyarakat menyebut padi darat. Menanam padi darat sangatlah berbeda dengan cara menanam padi sawah. Maka dari itu perlu diperhatikan bahwa dalam menanam padi haruslah benar-benar dalam tingkat perawatan.

Iklim yang dibutuhkan padi darat ialah memerlukan air sepanjang pertumbuhannya dan kebutuhan air tersebut hanya mengandalkan curah hujan. Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 450 LU sampai 450 LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan selama 3 bulan berturut-turut atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah produksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperature 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperature 19-230C.

Nah, untuk mendapatkan hasil yang bagus, inilah beberapa teknik budidaya pada padi darat yang harus dilakukan agar hasilnya sangat memuaskan.

Budidaya Padi Darat

1. Pengolahan Lahan

Pengolahan tanah untuk pertanaman padi darat dimulai sebelum atau menjelang musim penghujan. Pengolahan tanah dilakukan sesuai kondisi lahan. Pada prinsipnya pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan gulma dengan cara membabat atau menggunakan herbisida. Kemudian setelah gulam kering, gulma dibakar sebelum dilakukan pembajakan tanah. Setelah meringankan pekerjaan pembakaran gulma bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Abu hasil pembakaran bermanfaat untuk meningkatkan pH tana pada gambut.

Setelah itu dilakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul. Pembajakan dilakukan hingga 2 atau 3 kali sampai tanah menjadi gembur. Setelah itu dilakukan penaburan dolomit jika pH tanah rendah dan pemberian pupuk dasar yaitu pupuk kandang atau campuran pupuk TSP/SP 36, Urea dan KCL. Dosis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Pemberian pupuk dasar dilakukan 7 atau 10 hari sebelum tanam.

2. Pemilihan Varietas

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan varietas padi darat untuk diusahakan di suatu daerah antara lain adalah;

  1. Kesesuaiannya terhadap lingkungan tumbuh (ketinggian tempat, iklim)
  2. Umur tanaman yang erat kaitannya dengan curah hujan yang ada dan pola tanam
  3. Ketahanan terhadap hama dan penyakit
  4. Produktivitas

Sedangkan syarat benih yang baik pastinya harus mempersiapkan benih yang unggul dan untuk mendapatkan hasil yang baik pula, benih padi darat yang digunakan adalah jenis benih lokal. Di beberapa wilayah Provinsi, misalnya Riau benih padi lokal yang populer adalah Sungkai, Kuku Balam, Telor Ikan, Membot dan lain sebagainya. Memiliki bulir banyak jumlah anakan yang banyak. Pemilihan benih dilakukan sebelum pemanenan secara masal. Kebutuhan benih budidaya padi darat sekitar 70-100 kg/ha.

a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang.
b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah.
c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya.
d) Daya perkecambahan >80%.

Waktu Tanam Pada Padi Darat

Untuk mendapatkan hasil yang baik, ada pula waktu (kapan padi darat ditanam) dalam penanaman yang baik bagi padi darat. Penaman yang baik dilakukan setelah terdapat 1 – 2 kali hujan, awal musim penghujan (Oktober – Nopember). Bahkan ada petani yang telah menebar benih pagi gogo sebelum hujan turun atau yang lebih dikenal dengan sistem sawur tinggal. Sistem tanam sawur tinggal dapat dianjurkan pada daerah-daerah yang memiliki curah hujan sedikit (bulan basah antara 3 – 4 bulan) per tahun dan sulit mendapatkan tenaga kerja.

Penanamannya

Waktu penanaman sebaiknya dilakukan setelah turun hujan agar benih tumbuh dengan sempurna dan memudahkan penugalan. Bahkan penanaman dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak 30×30 cm. Benih ditanam 10 atau 15 biji perlubang. Untuk menghindari gangguan burung ada baiknya benih ditutup dengan tanah. Sebelum ditanamnya benih, ada baiknya dicampur dengan nematisida seperti pentakur, petrofur, curater atau furadan. Hal ini dilakukan agar benih terhindar dari gangguan semut, lalat bibit, uret dan hama lainnya. Dan setelah melakukan penanaman ini ada baiknya pula kamu memperhatikan perawatan pada padi darat untuk itu inilah perawatan yang harus dilakukan.

Perawatan atau Pemeliharaan Pada Tanaman Ini

Bukan hanya budidaya yang terdapat pada padi darat ini, namun perawatan juga harus dilakukan agar tidak terjadinya hal yang tak diinginkan. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, ada baiknya melakukan perawatan pada tumbuhan ini. Inilah perawatan yang harus dilakukan pada tanaman ini.

1. Penyiraman

Penyiraman padi darat dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam.

2. Penyiangan

Hal ini perlu dilakukan agar tanaman padi darat tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar agar tanaman padi darat bisa tumbuh dengan baik. Penyiangan dilakukan dengan cara menggunakan arit atau mencabut rumput. Jika ingin melakukan penyiangan dengan herbisida sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tanaman padi darat tidak stres dan terganggu pertumbuhannya. Pembumbuhan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai.

3. Pemupukan

Pupuk yang digunakan dalam budidaya padi gogo sebaiknya dikombinasikan antara pupuk organik dan pupuk anorganik. Pemberian pupuk organik (pupuk kandang atau kompos), dapat memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. Sedangkan pemberian pupuk anorganik yang dapat menyediakan hara dalam waktu cepat, pada dosis yang sesuai kebutuhan tanaman berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil.

Pupuk organi diaplikasikan pada saat penyiapan lahan. Pupuk ini dipakai untuk meningkatkan kandungan C organik tanah dan meningkatkan kehidupan mikroorganisme tanah. Dosis pupuk pada pertanaman padi gogo harus disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanahnya. Jenis pupuk anorganik yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. Pupuk urea , TSP maupun KCl sebaiknya diberikan dalam alur atau ditugal kemudian ditutup kembali dengan tanah untuk mencegah kehilangan unsurnya.

Hama Tanaman Padi Darat

Nah, seperti halnya dengan padi sawah ternyata padi darat juga memiliki hama penyakit. Adapun hama penyakit yang menyerang padi darat yakni:

1. Hama lalat bibit

Lalat bibit (Atherigona oryzae) termasuk hama penting yang harus dijauhkan dari pada padi darat. Larva dari lalat ini menimbulkan kerusakan pada tanaman muda. Larva menyerang anakan tanaman padi yang sedang tumbuh, sehingga anakan mati seperti terserang sundep. Anakan yang dapat bertahan daunnya cacat dan mudah sobek dan pada umumnya tanaman yang terserang hama ini dapat sembuh, tetapi akan terlambat masak sekitar 7 – 10 hari.

2. Hama lundi

Hama lundi (Phillophaga helleri) atau lebih dikenal dengan hama uret termasuk hama penting pada pertanaman padi darat. Stadia yang merusak dari hama lundi adalah larvanya. Untuk hidupnya, hama ini membutuhkan kelembaban tanah yang tinggi. Disamping itu hama lundi menyukai tanaman yang berakar serabut. Pemakaian bahan organik juga dapat mendorong hama lundi karena larva yang baru menetas akan makan bahan organik yang ada di dalam tanah. Tanaman padi yang terserang menjadi kerdil dan kayu.

3. Hama wereng coklat

Wereng penyerang batang padi, wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus.

Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Itulah hama yang menjadi hambatan bagi pertumbuhan padi darat.

Itulah tadi hama penyakit yang dapat menyerang padi darat. Nah, untuk hasil panen pada padi ini tergantung pada varietas yang digunakan. Beberapa varietas padi bisa dipanen pada usia 3 bulan setelah tanam, 4 bulan setelah tanam, 5 bulan setelah tanam atau 6 bulan setelah tanam dan itu semua tergantung varietas yang digunakan. Cara panennya tidak jauh berbeda dengan tanaman padi sawah.

Untuk itu, sudah tahukan apa itu padi darat dan bahkan cara budidaya dan penyakit pada tanaman ini. Untuk itu sekian dulu untuk hari ini, sampai jumpa.