Waw, Inilah Fakta Menarik Mengenai Hujan

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari atmosfer ke permukaan bumi. Hal ini terjadi karena titik-titik air yang terkandung di dalam awan bertambah semakin banyak sampai pada keadaan dimana awan tidak mampu lagi untuk menampungnya, maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan bumi. Hujan membutuhkan keberadaan lapisan atmosfer tebal supaya dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi.

Di bumi, hujan adalah proses kondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat) uap air di atmosfer menjadi butiran-butiran air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi secara bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara ataupun penambahan uap-uap air ke udara.

Butiran hujan mempunyai ukuran yang berbeda-beda mulai dari yang mirip penekuk (butiran besar), hingga butiran yang kecil. Namun pernahkah anda terpikir bahwa ada hal-hal unik seputar hujan. Berikut fakta menarik tentang hujan:

Fakta Menarik Tentang Hujan

Tahukah Anda, bahwa ternyata tetesan air yang turun dari langit dalam jumlah yang banyak ini terkandung hal yang menakjubkan. Ada beberapa fakta menarik yang dapat kita ketahui tentang hujan.

1. Kecepatan Jatuhnya Air Hujan Hanyalah 8-10 km/jam. Kecepatan ini sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin serta kondisi suatu wilayah. Dalam kondisi tertentu, kecepatan rata-ratanya bisa mencapai 35 km/jam. Air hujan jatuh kebumi dengan kecepatan yang rendah, karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang mampu meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan yang lebih rendah.

Para ilmuan saat ini sepakat bahwa, air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer, kemudian air hujan terurai unsurnya sehingga menjadikan air hujan lebih ringan dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah.

Andaikan bentuk titik hujan berbeda, andaikan hujan tidak terurai atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan). Namun yang masih menjadi pertanyaan, hingga kini para ilmuwan belum menemukan apa yg menyebabkan tetesan air hujan bisa memiliki bentuk khusus dan terurai unsurnya.

2. Saat berada di atas, komponen hujan masih dalam bentuk es atau kristal, namun akhirnya turun ke bumi dalam bentuk titik-titik air atau tetap menjadi es/salju. Hal ini terjadi jika suhu udara di bumi tinggi, maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhu di bumi sangat rendah maka akan tetap akan turun sebagai salju.

3. 16 Juta Ton Air Menguap Dari Bumi Setiap Detiknya. Fakta menyebutkan bahwa terdapat kurang lebih 16 juta ton air yang menguap dari bumi setiap detiknya yang membentuk awan hujan. Dan air dengan jumlah yang sama juga akan turun ke bumi setiap detiknya. Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa terdapat siklus air yang secara sederhana berawal dari proses penguapan, dimana proses tersebut merupakan kunci dari siklus air hujan.

Penguapan dapat berasal dari air laut, sungai ataupun dari tanaman yang kemudian bergerak ke atmosfer, setelah itu berubah menjadi awan. Uap air pada awan tersebut akan mengalami titik jenuh yang kemudian berubah menjadi titik–titik air. Ketika air tersebut jatuh di daerah tropis maka akan terbentuk hujan dan apabila jatuh di daerah kutub dan sub tropis maka akan terbentuk es dan salju.

Air yang jatuh ke permukaan bumi akan meresap ke dalam tanah menuju muka air tanah melalui celah atau pori–pori tanah dan bebatuan. Dengan adanya gaya kapiler maka air yang di dalam tanah dapat bergerak ke permukaan tanah melalui sungai dan danau. Sungai–sungai berkumpul satu sama lain pada sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai tersebut menuju laut kembali. Seperti itulah siklus tersebut berjalan berulang–ulang hingga disebut sebagai siklus air.

4. Ternyata hujan memiliki kemampuan menghipnotis. Berdasarkan penelitin para ilmuan menemukan fakta bahwa hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Itulah mengapa biasanya pada saat hujan, manusia sering mendapatkan inspirasi.

Hujan mampu menggetarkan benda-benda yang berada disekitarnya, benda disini diasumsikan sebagai perasaan. Saat hujan turun, seketika itu juga suasana hati atau perasaan menjadi tenang dan damai . Hujan juga mampu menawarkan keheningan di sekitarnya. Suasana seperti inilah yang membuat orang terkadang menghentikan pekerjaannya sejenak, lalu duduk melamun sambil mengingat-ingat kenangan-kenangan yang indah maupun yang tidak, baik kenangan-kenangan itu yang terjadi saat hujan maupun tidak. Inilah yang membuat hujan mampu meresonansikan ingatan masa lalu.

5. Mesin Waktu Bernama Petrichor. Saat hujan turun ke bumi, akan tercium aroma khas yang orang bilang sebagai ampo, yang disebabkan oleh suatu senyawa yang disebut petrichor. Petrichor merupakan salah satu aroma khas yang tercium saat air hujan turun dan membasahi tanah yang kering.

Istilah ini diambil dari bahasa Yunani oleh ilmuan Australia yang bernama Bear dan Thomas, yang kemudian diterbitkan dalam jurnal ilmiahnya pada tahun 1964. Saat Anda mencium aroma khas tanah kering yang terkena air hujan, Anda akan mengalami semacam halusinasi. Karena faktanya “Petrichor” merupakan mesin waktu yang dapat mengingatkan Anda pada suatu hal yang pernah Anda alami di masa lalu.

Lalu bagaimana dengan hujan sehari-sehari yang sering kita alami? Bagaimana sih proses terjadinya hujan itu?

Proses Terjadinya Hujan

Jika sudah memasuki bulan bulan tertentu, curah hujan pasti meningkat. Bahkan di beberapa daerah dapat menyebabkan banjir. Sekilas proses alam ini terlihat sederhana. Padahal, di balik kesederhanaannya itu ada beberapa proses yang harus dilewati sebelum akhirnya pasukan air turun dari langit.

Hujan dapat terjadi setelah melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan. Untuk mengetahui proses terjadinya hujan secara lengkap simak ulasannya dibawah ini.

1. Evaporasi

Proses terjadinya hujan berawal dari sinar matahari yang membawa energi panas menyebabkan adanya proses evaporasi. Pada saat penguapan terjadi, kamu tidak bisa melihat air tersebut melayang ke udara. Kenapa? Itu karena airnya sudah berubah wujud. Nah, proses penguapan itu disebabkan oleh sinar matahari.

2. Kondensasi

Uap air yang berlimpah dari berbagai sumber air yang terpapar sinar matahari tersebut akan terangkat hingga ke udara. Semakin tinggi jarak ketinggian dari bumi, maka suhu udara di area tersebut akan semakin rendah atau dingin. Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak dan memadat lalu membentuk menjadi awan

Tidak hanya air-air yang ada di bumi, asap industri dan kendaraan bermotor juga dapat terangkat ke udara dan berkumpul dengan hasil penguapan yang lain.

Jadi kumpulan uap air yang terangkat ke udara dan mencapai pada area yang memiliki suhu rendah tersebut akan berubah menjadi sebuah gumpalan uap air yang sering kita sebut dengan awan. Jika sudah padat, maka akan terbentuklah sebuah awan di langit. Nah, proses itu disebut kondensasi. Jadi, awan yang ada di langit itu berasal dari uap air.

3. Presipitasi

Awan yang sudah terbentuk akan terbawa oleh angin. Lalu, mereka akan bergabung dengan awan lain, sehingga terbentuk menjadi awan yang lebih besar. Awan-awan itu akan terus terbawa angin semakin tinggi. Ketika awan memiliki ukuran yang bertambah besar, maka warnanya akan berubah menjadi semakin gelap sehingga dari bawah akan nampak berwarna kelabu. Awan berwarna kelabu tersebut yang kita sebut dengan mendung.

Setelah awan terus bergerak mengikuti arah tiupan angin menuju ke arah yang lebih dingin, awan tersebut akan berukuran lebih besar karena semakin banyak uap air yang tergabung. Namun, awan tersebut memiliki daya tampung maksimal. Sehingga ketika mencapai ukuran maksimal dan memiliki massa yang semakin berat, awan tersebut akan luruh dan jatuh ke bumi dengan bentuk tetesan-tetesan air atau kita sebut dengan air hujan.

Jenis-jenis Hujan

Keadaan udara yang dingin atau bersuhu rendah juga berperan penting dalam penjatuhan hujan di atas bumi. Selain itu adanya keadaan uap air yang terus bertambah tidak menentu menjadikan bentuk tetesan air hujan menjadi bervariasi, ada tetesan besar ada pula tetesan kecil. Berikut adalah jenis-jenis hujan:


1. Hujan siklonal

Hujan siklonal terjadi karena adanya udara yang panas, suhu lingkungan yang tinggi serta bersamaan dengan angin yang berputar putar. Biasanya terjadi di daerah yang di lewati garis khayal khatulistiwa atau ekuator. Hal ini di sebabkan karena adanya pertemuan antara angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara. Setelah itu angin tersebut naik, lalu menggumpal di atas awan yang berada di garis ekuator.

Setelah awan tersebut sampai pada titik jenuhnya, hujan ini akan mengawali dengan mendung yang sangat gelap setelah itu turunlah hujan yang membasahi keseluruh permukaan bumi yang memberikan dampak positif kepada seluruh makhluk hidup yang hidup di bumi dan dinantikan oleh makhluk hidup yang ada di bumi.

2. Hujan Muson

Hujan muson adalah jenis hujan yang terjadi karena pengaruh angin muson. Angin muson tersebut terjadi karena pengaruh gerak semu tahunan matahari terhadap khatuliswa bumi. Hukan muson di Indonesia terjadi antara bulan Oktober hingga April, sedangkan di kawasan Asia Timur jenis hujan ini terjadi antara bulan Mei hingga Agustus. Karena siklus angin dan hujan muson maka terdapat musim hujan dan kemarau.

3. Hujan Senithal

Hujan senithal (zenithal) adalah hujan yang diakibatkan pertemuan angin pasat tenggara dan angin pasat timur. Hujan jenis ini juga umumnya hanya terjadi di sekitar katulistiwa. Udara panas hasil pertemuan kedua angin tersebut naik ke atmosfer dan menyebabkan suhu di sekitar awan turung secara perlahan. Penurunan suhu ini, terjadilah kodensasi yang secara berangsur-angsur menyebabkan awan mencapai titik jenuhnya. Pada saat di titik inilah hujan senithal kemudian turun membasahi bumi.

4. Hujan Buatan

Hujan yang di buat langsung oleh manusia dengan teknik menambahkan curah hujan. Caranya dengan penyemaian awan atau di kenal dengan cloud seeding atau membuat awan menggumpal dan di semai sehingga memberikan efek turun hujan. Hal ini kerap dilakukan di daerah yang membutuhkan hujan alami, namun sayangnya hujan tersebut tidak kunjung turun.

Cara menurunkan hujan ini melalui proses fisika, yakni dengan melibatkan proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescence) kemudian di olah dengan proses pembentukan es atau ice nucleation.

Lalu pemilihan awan yang memiliki kandungan air cukup banyak. Fungsinya agar massa yang di tambahkan tadi cukup untuk menurunkan hujan tersebut ke permukaan bumi yang memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Seperti pada fungsi danau bagi kehidupan manusia yang di penuhi air dikarenakan turunnya hujan yang stabil sehingga tidak menyebabkan kekeringan.

5. Hujan Orografis

Hujan orografis adalah hujan yang terjadi akibat pergerakan awan ke arah horizontal yang dibawa angin. Angin membawa awan mencapai suatu daerah pegunungan dan mengalami kondensasi karena suhu dingin yang ada di sekitarnya. Kondensasi berangsur-angsur membuat awan mencapai titik jenuhnya sehingga terciptalah hujan.

Demikianlah pembahasan mengenai fakta serta proses terjadinya hujan, semoga artikel ini memberi manfaat serta pengetahuan bagi pembaca.