Apakah Semua Hacker Itu Jahat?

Seperti yang kalian tahu, bahwa diera modern ini kecanggihan teknologi begitu pesatnya, namun seiring dengan majunya sebuah teknologi membuat sedikit banyaknya kalangan yang memiliki sisi negatif akan dunia teknologi. Kejahatan di era digital ini sungguh mengerikan. Hanya karena kelakuan satu pihak mengembangkan ransomware WannaCry, dampak kerusakan dan kerugiannya bisa menyebar ke 100 negara hanya dalam hitungan menit.

Perusahaan mobil dunia Renault, ratusan rumah sakit nasional di Inggris dan tidak bisa beroperasi karena data-data pentingnya ‘dikunci’ oleh malware ganas ini. Lalu apa itu malware? Adalah sejenis program komputer yang dimaksudkan untuk mencari kelemahan Software sehingga pada perangkat akan terkena virus. Malware sendiri sudah sejak lama beredar di tengah-tengah kita.

Orang yang menciptakan Malware itu biasanya seorang yang genius dengan menyisipkan virus pada beberapa aplikasi yang dibuatnya. Nah, tak segampang menangkap kucing atau pencuri biasa. Pelaku dibalik cyberattack ini sulit sekali ditangkap. Bahkan seringkali kasus-kasus peretasan atau cyberattack, akhirnya hanya dilabeli serangan hacker. Namun apakah Hacker itu? Apakah mereka begitu berbahayanya?

Pengertian Hacker

Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya terutama keamanan. Nah hakcker itu bisa dikatakan semacam kumpulan atau beberapa kelompok yang memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu pengengetahuan dan sharing informasi bebas tanpa batas dan gratis.

Hacker juga kerap dikatakan sebagai seseorang yang ingin mengetahui secara mendalam mengenai kerja suatu system, komputer, atau jaringan komputer. Mereka terdiri dari para programer yang ahli jaringan dan karena mereka jugalah Internet tercipta sehingga kita bisa menikmatinya dan membuat kita lebih mudah mencari ilmu, sharing pengetahuan, dll. Internet sendiri diciptakan lewat pengembangan sistem operasi UNIX.

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik ketimbang yang telah dirancang bersama.

Sifat-sifat Hacker :

  • Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki.
  • Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
  • Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
  • Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.

Istilah Hacker lahir sekitar tahun 1959 dari MIT (Massacusetts Institute of Technology), sebuah universitas di Amerika yang terdiri dari orang-orang cerdas namun cenderung tidak mempercayai adanya Tuhan (Atheis). Saat itulah semua berawal, dari sebuah ruangan baru, “EAM room” pada Building 26 MIT sebuah tempat yang merupakan nenek moyang dari “dunia baru” yang kini kita kenal, tempat nenek moyang sebuah mesin yang kini kita sebut sebagai “komputer”.

Mesin yang mampu membawa kita menuju kelebih baikan dengan kebebasan informasi, dunia para Hacker sejati. Lalu mengapa begitu banyak anggapan bahwa hacker adalah sosok yang begitu berbahaya dan dikatakan sebagai seseorang yang “jahat”.

Hacker Tidak Selalu Jahat

Penyelamat Cyber Crime, ini yang membuktikan bahwa hacker tak lah selalu jahat. Seorang pemuda asal Inggris tampaknya pantas menyandang gelar pahlawan dunia. Di saat ransomeware WannaCry sedang gencar menginfeksi sejumlah perangkat komputer, pemuda 22 tahun yang awalnya merahasiakan identitasnya ini mengaku tanpa sengaja berhasil mengurai kode program dari virus tersebut dan menemukan bagian program yang dapat menghentikan serangan tersebar semakin luas. Bagian program itu dikenal dengan sebutan ‘killswitch‘.

Marcus Hutchins ini, berhasil menghentikan persebaran virus WannaCry yang sebelumnya tak terbendung. Jika bukan karena Marcus, serangan cyber yang disebut terburuk dalam sejarah ini akan jauh lebih parah. Hacker pada masa ini memiliki konotasi negatif karena aksi-aksinya yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web, menyisipkan kode-kode virus dsb. Hacker menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug). Tetapi pada masa lalu dan beberapa golongan hacker masa kini, masih mempertahankan budaya penganalisaan sistem.

Sama seperti kebanyakan hacker lain, Marcus Hutchins ini mengaku juga tidak menamatkan pendidikan kuliahnya. Bahkan ketika duduk di bangku sekolah, ia juga pernah dituduh meretas situs sekolahnya. Saat masih menjadi mahasiswa ia justru mendapat tawaran untuk bekerja di sebuah perusahaan Amerika sebagai ahli malware atau cyber security analyst. Meski telah menjadi pahlawan dunia, awalnya ia tidak ingin identitasnya diketahui publik dengan alasan risiko keamanan.

Hal ini wajar mengingat pekerjaannya sehari-hari adalah melacak dan menghentikan kejahatan cyber internasional. Namun mengingat besarnya kasus WannaCry, media dan berbagai pihak akhirnya bisa membongkar identitas asli pahlawan cyber ini. Nah, saking sedikitnya terkadang orang bingung yang mana  cracker dan yang mana hacker, lalu menyebut semua yang berhubungan dengan hacking adalah hacker dengan konotasi yang buruk.

Jika hacker dalam pembobolan suatu sistem keamanan atau program tertentu diniatkan untuk ilmu semata , dengan adanya pembobolan ini kita dapat mengetahui celah keamanan atau kekurangan suatu program. sehingga sistem keamanan dan program tersebut menjadi lebih kokoh dan baik lagi. Untuk itu perlu anda tahu perbedaan antara cracker dan hacker.

Perbedaan Hacker Dan Cracker

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer. Men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain dan mencuri data dari sistem.

Ada berbagai jenis cracker yang include script kiddies, packet monkeys, s’kiddiots, lamers, warez d00dz (dudes) and wannabes. Biasanya mereka kurang terampil dan tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang pemrograman dan kode yang diperlukan. Mereka hampir selalu mengandalkan perangkat lunak yang dibuat orang lain untuk menjalankan operasinya. Dan untuk mengetahui lebih dalam mengenai sifat cracker, simak ulasannya dibawah ini.

Sifat-sifat Cracker :

  • Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagai contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
  • Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
  • Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
  • Mempunyai IP address yang tidak bisa dilacak.
  • Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan.

Saat ini, istilah cracker seringkali dikonotasikan dengan istilah hacker. Akan tetapi, ternyata kedua istilah tersebut pada dasarnya memiliki dua makna yang berbeda loh. Contohnya saja seperti virus yang sekarang sedang heboh di situs jejaring social facebook. Banyak yang mengatakan bahwa itu adalah ulah hacker, padahal sebenarnya itu merupakan ulah cracker.

Ada pandangan umum bahwa para hacker membangun sesuatu dan cracker merusak seusatu. Ini pada dasarnya adalah dua istilah yang sama sekali berbeda. Mereka mungkin tampak serupa tapi ada perbedaan antara bagaimana keduanya benar-benar bekerja. Sementara hacker memiliki pengetahuan lanjut tentang keamanan terkait komputer biasanya cracker tidak sekuat hacker. Sangat sedikit dari mereka yang cukup terampil untuk membuat perangkat lunak dan perangkat baru mereka.

Jadi mereka umumnya mengandalkan beberapa hal yang tidak begitu terkenal, sebenarnya situs yang diremehkan mendownload beberapa program otomatis untuk menjalankan tindakan mereka. Hacker mencoba untuk melawan potensi ancaman bahwa cracker masuk ke komputer dan keamanan internet di berbagai jaringan. Cracker selalu tahu bahwa aktivitas mereka ilegal dan melanggar hukum sehingga mereka cenderung menutupi jejak mereka.

Beberapa perbedaan hacker dan cracker dapat juga diketahui dari kegiatan yang dilakukannya, yakni;
Kegiatan Hacker ialah;
  • Hacker dalam menganalisa kelemahan suatu sistem tanpa merusak aslinya dikarenakan hanya mencari kelemahan atau celah keamanan.
  • Hacker memiliki etika serta mengetahui dan menyadari seluruh akibat dari apa yang dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
  • Hacker tidak segan-segan untuk berbagi ilmu kepada orang lain yang serius untuk ilmu pengetahuan dan kebaikan.
  • Hacker memiliki komunitas yang jelas dan terbuka untuk memperdalam ilmu dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi bagi sesama hacker.

Kegiatan Cracker ialah;

  • Cracker dalam menganalisa kelemahan bersifat merusak atau mengacak-acak karena hanya untuk keuntungan atau kepentingan sendiri yang bisa merugikan pihak lain.
  • Cracker bersifat tersembunyi dengan menggunakan IP address yang sulit dilacak.
  • Cracker memiliki komunitas bersifat tertutup dan tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

Jadi dapat diambil kesimpulannya bahwa Hacker adalah orang yang mengetahui apa yang dilakukannya, menyadari seluruh akibat dari apa yang dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sementara Cracker adalah orang yang tahu apa yang dikerjakannya, tetapi seringkali tidak menyadari akibat dari perbuatannya. Dan ia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah diketahui dan dilakukannya itu.

Mitos Mengenai Hacker

Banyak dari kalangan yang mengatakan bahwa hacker itu orang yang licik dan bagi orang awam sendiri ia juga mengatakan bahwa para hacker adalah sosok yang bisa dikatakan sebagai “pencuri” nah mitos seperti ini seharusnya tak berkelanjutan. Pada kenyataannya, hacker itu bukanlah orang jahat yang mencuri informasi, bahkan mereka adalah orang baik yang bertugas mencari kelalaian sebuah sistem dan memperbaikinya.

Lalu darimana mitos ini berasal? Mitos ini berasal dari lawan hacker, yaitu kata cracker. Hacker yang telah dikenal secara umum sebagai orang ahli komputer jahat yang mencuri informasi sebenarnya adalah cracker. Ini dapat diibaratkan seperti polisi dan maling di dunia maya, cracker adalah malingnya dan hacker adalah polisinya. Tapi karena kata hacker telah dikenal secara dunia dan tidak mungkin mengubah persepsi dunia, maka jadilah istilah hacker yang kita kenal sekarang ini.

Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang ahli di ranah cyber security seperti Marcus Hutchins dan Tahir memang banyak dibutuhkan mengingat era digital saat ini terus berkembang pesat. Tak hanya di dunia nyata saja, kejahatan juga dapat terjadi di cyber world atau dunia internet yang justru lebih sulit diberantas. Bahkan lebih mungkin jika suatu hari nanti peperangan akan terjadi di dunia maya. Kalau hal tersebut sudah terjadi, angkatan bersenjata seperti tentara tidak bisa lagi dimanfaatkan. Siapa lagi yang akan membasmi jika bukan para hacker putih?