Bak Diluar Angkasa, Gua Ini Dipenuhi Cacing Cahaya

Selandia Baru dalam bahasa Maori disebut Aotearoa (artinya Tanah Berawan Putih Panjang) bahasa Inggris, New Zealand, bahasa Latin: Nova Zeelandia adalah sebuah negara kepulauan di barat daya Samudera Pasifik. Kira-kira 1.500 kilometer di tenggara Australia, di seberang Laut Tasman dan kira-kira 1.000 kilometer di selatan negara-negara kepulauan Pasifik, yakni Kaledonia Baru, Fiji dan Tonga.

Yah, dinegara inilah terdapat sebuah gua yang begitu unik dan indah. Sebuah gua di Selandia Baru memancarkan cahaya biru yang bersinar sangat indah di langit-langitnya. Pancaran cahaya itu bukan berasal dari lampu, namun berasal dari ratusan cacing yang tampak seperti bintang. Fenomena ini memang terbilang unik dan jarang terjadi di belahan dunia manapun.

Gua Dan Ratusan Cacing Cahaya

Gua ini merupakan sebahagian dari sistem gua Waitomo yang merangkumi Gua Ruakuri dan Gua Aranui. Aktiviti geologi dan gunung berapi telah mencipta kira-kira 300 gua kapur di wilayah Waitomo selama 30 juta tahun terakhir. Nah, kalau berada di gua ini kamu tak perlu khawatir dan nggak usah takut ‘gelap’ karena di dalam gua ini kamu akan disambut dengan keindahan cahaya biru dan cahaya indah tersebut berasal dari cacing. Cacing jenis ini adalah penghuni tetap The Cavern Glowworm Grotto yang juga terkenal dengan nama gua Waitomo karena terletak di Waitomo, New Zealand.

Gua ini begitu berbeda dan tidak ada yang sepertinya, sebelum bermetamorfosis menjadi cacing, ini merupakan telur serangga lalu berubah menjadi cacing dan bentuk terakhirnya berupa lalat. Nama latin dari serangga yang bermetamorphosis ini adalah Arachnocampa Luminosa. Serangga ini akan bersinar di setiap tahap perubahan dirinya, kecuali saat mereka menjadi telur. Siklus ini akan terjadi selama 6-12 bulan.

Jadi kamu nggak usah khawatir untuk kehilangan cahayanya. Spesies langka di Selandia Baru ini memang berkembangbiak dan yang hanya dapat bertahan hidup di tempat yang sangat gelap dan lembab, dimana cahaya mereka dapat dilihat. Pengunjung bakal disambut oleh cahaya seperti bintang-bintang di langit yang berasal dari kerumunan cacing sebagai penerang di dalam gua. Sesuai dengan kemampuannya yang bisa mengeluarkan cahaya biru nan indah, cacing tersebut dinamakan Cacing Cahaya.

Keindahan yang dikeluarkan cacing cahaya terekam dalam foto-foto yang diabadikan oleh seorang fotografer asal Inggris Shaun Jeffers. Tahukah kamu mengapa cacing ini bercahaya? Ini semua dikarenakan reaksi kimia antara Luciferin atau zat penghasil cahaya, bahan kimia, oksigen dan ATP (energy yang membawa molekul yang ditemukan dalam semua makhluk hidup). Reaksi itulah yang membuat cahaya itu keluar melalui kulit mereka. Luar biasa bangetkan? Jadi pengen kesana nih hehehe.

Begitu Sensitif

Seperti yang dijelaskan bahwa seorang fotografer asal Inggris Shaun Jeffers, ia begitu sabar dan rela menghabiskan banyak waktunya agar dapat mengabadikan keindahan dari gua yang dihuni oleh cacing cahaya. Shaun bahkan sampai berendam dalam air dingin di Gua Ruakuri. Namun perlu kamu kethaui bahwa cacing-cacing yang menerangi gua tersebut begitu sensitif, mereka bahkan bisa ‘mogok’ untuk mengeluarkan cahayanya.

Waduh kenapa bisa begitu? Jika sosok cacing itu terkena lampu ataupun cahaya dari kamera maka mereka akan kehilangan penglihatannya dan bisa mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengeluarkan cahaya. Maka dari itu banyak wisata yang berkunjung kesana ketika hendak mengambil gambar mereka akan penuh hati-hati karena bila itu terjadi maka banyaknya cacing cahaya akan mogok dalam mengelurkan cahayanya.

Hanya larva dan cacing betina dewasa saja yang bisa bersinar. Selain terlihat indah namun fungsi sebenarnya dari cahaya tersebut yakni, untuk menarik serangga lain agar dapat dijadikan makanan. Cahaya juga digunakan untuk memancing cacing jantan untuk kawin.

Gua Ruakuri

Terletak sekitar 200 kilometer dari Auckland di North Island, Selandia Baru. Kata Ruakuri berasal dari bahasa Maori yang berarti ‘sarang anjing’. Menurut cerita atapun legenda Maori, sosok gua ini ditemukan antara 400 sampai 500 tahun yang lalu oleh seorang anak muda asli suku setempat tersebut. Anak tersebut sedang asik berburu seekor burung dan ia menemukan gua. Lalu sebelum sempat memasukinya, ada sosok hewan liar yang mengusik dan menyerangnya.

Hewan tersebut ialah sosok seekor anjing yang telah lama menjaga pintu gua tersebut. Inilah mengapa dikatakan gua ini sebagai Ruakuri dan dari sinilah nama gua tersebut berasal. Dan gua ini sekarang banyak dikunjungi oleh banyak orang. Para wisatawan dan pecinta alam dapat menjelajahi gua ini dengan perahu untuk mengagumi fenomena alam yang menakjubkan. Gua ini pun kini menjadi tujuan wisata favorit para turis manacanegara.

Fenomena alam memang selalu menakjubkan. Tempat itu seperti di luar angkasa saja, untuk itu sekian dulu artikel mengenai cacing cahaya. Selamat membaca…