Bukan Manusia Namun Dia Disebut Sebagai Vampir

Pada dasarnya Ikan adalah jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis (berdarah dingin). Ia memiliki ciri khas pada tulang belakang, insang (operculum) dan siripnya serta bergantung pada air tempatnya tinggal sebagai medium kehidupannya. Dari keseluruhan vertebrata sekitar 50.000 jenis hewan, ikan merupakan kelompok dengan jenis atau spesies terbanyak berkisar 25.988 jenis. Jenis ikan yang ada di bumi sebagian besarnya ada dilaut karena perairan laut (air asin) lebih besar daripada air tawar.

Namun ada sosok ikan yang sangat berbeda dari jenis ataupun morfologi ikan pada umumnya. Lamprei atau lamprei adalah sebutan untuk sejenis ikan yang bentuknya panjang dan tidak bersisik mirip belut. Walaupun penampilannya menyerupai belut, lamprei bukanlah belut karena keduanya tidaklah sama dan memiliki banyak sekali perbedaan. Perbedaan fisik pertama bisa dilihat pada kepalanya, di mana lamprei tidak memiliki rahang layaknya belut, namun memiliki mulut berbentuk seperti cakram. Lamprei juga memiliki 7 buah lubang insang di masing-masing sisi tubuhnya dan kerangka dalam yang rawan.

Lamprei, Vampir Air Yang Berbahaya

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan Vampir? Yah, dia adalah sosok makhluk yang begitu menyukai darah, ini merupakan kisah legenda berasal dari Eropa dan berkembang berbagai negara di dunia. Namun pernakah kamu mendengar ada juga makhluk-makhluk di dunia nyata yang ternyata memiliki kemampuan atau kebiasaan untuk menghisap darah dan mahkluk tersebut haruslah melakukan hal itu karena dengan menghisap darah mereka akan bertahan hidup. Tahukah kamu makhluk apakah itu? Yah, dia adalah sosok hewan air yang memiliki penampilan begitu menakutkan yakni, Lamprei.

Jenis ikan yang satu inipun merupakan spesies minoritas. Dalam zoologi, lamprei sering tidak dianggap sebagai ikan sejati karena morfologi dan fisiologinya yang berbeda. Tubuhnya dapat dibedakan atas caput (kepala, truncus (batang tubuh) dan cauda (ekor). Bentuk tubuhnya yang silinder dengan ekor pipih tidak memiliki sisik. Diujung kepala arah ventral terdapat bentuk mangkok yang disebut buccal funnel yang tepinya dilengkapi dengan papil-papil lunak dan di dalamnya terdapat gigi-gigi zat tanduk. Papil-papil lunak tadi sebagai alat perasa.

Pastinya kalian bingungkan, bagaimana hewan yang satu ini menghisap darah dari ikan lain? Lamprei bisa saja tiba-tiba datang dan menyerang lalu ia menempelkan mulutnya yang mirip dengan penhisap ke kulit korbannya, lalu melubangi kulit mangsanya tersebut dengan giginya yang begitu tajam. Selain dengan menghisap darah ikan lain, beberapa spesies lamprei yang hidup di air tawar bertahan hidup dengan memakan plankton.

Vampir satu ini memang berbahaya bagi ikan lain, namun ia tak berbahaya bagi manusia. Yah kali kalau ia sampai berbahaya. Tapi nggak perlu takut, kan konon katanya Vampir takut akan aroma bawang putih, tinggal celupkan aja bawang putihnya, hehehe.

Habitat Lamprei

Sosok Vampir air ini bisa ditemukan di seluruh perairan tawar beriklim tropis dan subtropis di seluruh dunia, kecuali di Afrika. Selain di perairan tawar, sebagian kecil spesies lamprei juga bisa ditemukan di pantai dan laut lepas. Ada sekitar 43 spesies lamprei yang diketahui oleh manusia dan semuanya termasuk ke dalam Ordo Petromyzontiformes. Lamprei memiliki siklus hidup anadromus yang berarti mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut, namun pergi ke perairan tawar untuk memijah.

Kamu harus tahu bahwa pada saat musim kawin telah tiba yang berlangsung pada bulan Maret-Juni pada spesies P. Lamprei dewasa akan bermigrasi dalam jumlah yang sangat besar ke sungai-sungai. Setelah melakukan perkawinan, lamprei betina akan melepaskan telurnya dengan jumlah yang mencapai 300.000 butir dan telur tersebut akan diletakan di dalam cekungan di dasar sungai yang tempat tersebut sudah dipersiapkan oleh pejantan lamprei.

Manfaat Lamprei Bagi Manusia

Apakah ada manfaat dari ikan vampir ini? Bukannya dia itu sangat mengganggu kehidupan ikan lain dan banyak mereka yang mengatakan dia adalah ancaman besar diperairan khususnya di peternakan-peternakan salmon, lamprei dianggap sebagai hama karena kerap menyerang dan menghisap darah dari ikan-ikan yang dipelihara. Di Amerika Utara, lamprei juga dianggap sebagai spesies invasif karena kerap menyerang ikan-ikan komersial setempat tanpa bisa dikontrol karena tidak adanya predator alami dari lamprei di sana.

Kamu harus tahu, pada era Romawi Kuno dan Abad Pertengahan, ikan vampir ini dianggap sebagai makanan kaum elit karena kerap dikonsumsi oleh para bangsawan pada masa itu. Manfaat dari lamprei untuk manusia adalah sebagai subjek penelitian otak karena karakteristik fisik ikan tersebut terkesan akan sikapnya yang primitif. Bila dibandingkan dengan hewan vertebrata lainnya, sistem otak dan syaraf ikan ini pun relatif sederhana. Itulah mengapa dikatakan ikan ini memberi manfaat bagi manusia dan lamprei telah lama dikonsumsi oleh para penduduk Eropa dan Asia Timur.

Nah sudah tahukan kamu, selain vampir manusia ada juga julukan atas hewan penghisap darah. Untuk itu sekian dulu pembahasan mengenai Lamprei dan selamat membaca.