Okinoshima, Pulau Ini Tak Ada Kaum Wanitanya

Jepang memiliki keunikan yang selalu membuat masyarakat begitu kagum dengannya. Bahkan bukan itu saja, kecanggihan akan teknologinya menjadikan Jepang dikenal dengan pembuatan robot-robot canggih. Selain itu, negara Sakura ini juga menampilkan beberapa festival yang tak lazim. Maksudnya festival ini hanya dilakukan oleh para kaum wanita saja (yah walaupun ada beberapa pria, namun wanitalah yang paling berpengaruh didalamnya).

Kanamara Matsuri (festival penis). Festival tersebut dimaksudkan sebagai tradisi untuk memperingati kesuburan, pernikahan hingga kelahiran adalah hal yang normal dalam kehidupan manusia. Tidak hanya itu, festival itu juga bertujuan untuk meningkatkan perhatian akan penyakit menular seperti HIV dan lainnya. Wanita di festival ini memiliki peran penting sekali. Namun tahukah kamu bahwa ada pulau yang begitu melarang wanita berada di dalamnya. Lho emang di Jepang masih ada aja tradisi kuno seperti itu? Yah, untuk itu yuk, langsung kita simak saja biar kamu nggak penasaran.

Tidak Ada Kaum Wanita

Wanita adalah sosok makhluk yang lemah lembut bahkan sosok ini bisa dikatakan sebagai malaikatnya sebuah keluarga. Namun perlu kamu ketahui bahwa negara Sakura ini memberikanaturan yang begitu ketat. Salah satunya melarang kaum wanita menginjakkan kaki di sana. Aturan tersebut dianggap kontroversial bagi sebagian orang. Dan pertanyaan pun bermunculan mengapa ada peraturan seperti itu? Okinoshima telah menerapkan tradisi ataupun yang sering disebut dengan ‘larangan’ sejak zaman kuno.

Alasan lain mungkin karena perjalanan lewat laut ke pulau itu dianggap berbahaya, sehingga perempuan dilarang bepergian ke sana. Salah satunya demi melindungi diri mereka sendiri sebagai pembawa keturunan. Dan alasan utamanya belumlah jelas karena begitu sulitnya mencari informasi mengenai pulau ini. Yah, seperti menjauh dari kehidupan duniawi, kehidupan di pulau ini begitu religius sekali.

Pulau ini dianggap sebagai pulau yang begitu suci dan untuk keagamaannya ialah menganut ajaran dari keagamaan Shinto. Populasi yang terdapat di pulau ini terdiri dari para pendeta Shinto yakni yang memelihara kuil, yang merupakan bagian dari Munakata Grand Shrine. Orang-orang inilah yang melarang wanita untuk berkunjung ke pulau Okinoshima. Okinoshima adalah sebuah pulau di barat daya Jepang. Pulau kecil ini telah dicantumkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Okinoshima adalah tempat ritual untuk keamanan kapal dan pertukaran yang sukses dengan orang-orang di Semenanjung Korea dan China antara abad ke-4 dan ke-9. Terisolasi dan tidak boleh sembarangan dimasuki manusia, Pulau ini adalah rumah bagi kuil ‘Munakata Taisha Okitsumiya’ yang menghormati dewi laut. Bahkan yang paling mengejutkan dari pulau ini adalah Arkeolog telah menemukan lebih dari 80.000 artefak di pulau itu, termasuk cincin emas Korea kuno dan gelas gelas purba dari Persia. Artefak semuanya telah dimasukan dalam harta nasional.

Di Culuti Bagi Pendatang Baru Pria

Yah, maksud dari diculuti adalah bagi mereka yang mendarat atau tiba di pulau ini akan dilakukannya ritual pembersihan seperti halnya pakaian para pria pendatang ini di culuti. Inilah mengapa dikatakan para lelaki haruslah berhati-hati saat berkunjung kepulau ini.

Seperti yang di lansir BBC bahwa mereka yang telah berkunjung ke pulau ini tak dibolehkan untuk melakukan hal seperti mempublikasikan lokasi hingga menggambil gambar. Bahkan ada hal aneh yang juga mereka terapkan, yakni seperti mereka yang telah tiba di pulau Okinoshima tak boleh membawa Suvenir bahkan rumput sekalipun yang bersangkutan dengan alam ataupun daerah sekitar pulau tersebut.

Kalau seperti ini, susah banget ya guys untuk ngeliput kebudayaan ataupun keseharian penduduk yang ada dipulau ini. Pulau ini sengaja dijaga ketat oleh pemerintah Jepang demi menjaga kelestariannya. Menurut laporan Japan Times, hanya 200 wisatawan yang diperbolehkan mengunjungi Pulau Okinoshima setiap tahun. Tapi tidak semua orang bisa melihat pulau bersejarah itu. Terdapat sebuah festival didalamnya, namun bagi mereka yang masuk untuk mengikuti festival tahunan selama dua jam itupun harus mematuhi sejumlah peraturan yang sangat ketat.

Yang paling penting bagi Okinoshima itu ialah jendela untuk perdagangan luar negeri Jepang sejak zaman kuno, yang merupakan bagian rute yang menghubungkan negara kepulauan itu ke Semenanjung Korea dan China. Para pelaut kerap mencari perlindungan dari para dewa dan akan berhenti di pulau itu untuk berdoa dan memberikan persembahan, termasuk manik-manik, cermin dan pedang.

Sudah tahukan kamu bahwa ada pulau yang melarang kehadiran wanita di dalamnya. Yah, pulau ini beserta penduduknya melarang keras jika ada liputan ataupun gambar yang diambil dari mereka. Karena mereka tak ingin menjadi bahan liputan siapapun. Yah, mungkin mereka terlalu menjaga sejarah dan norma-norma di dalamnya guys, maka dari itu mereka begitu ketat akan pemeriksaan orang baru (pendatang baru). Nah, untuk itu sekian dulu nih artikel hari ini, semoga bermanfaat buat kamu dan selamat membaca ya.