Tradisi Seksual Yang Aneh Di Dunia

Setiap negara pasti memiliki tradisi nya masing-masing. Tradisi yang dimiliki pun pasti berbeda-beda. Setiap tradisi yang dibuat memiliki arti dan makna nya tersendiri, entah itu untuk kepentingan individu ataupun kepentingan bersama. Negera-negara maju dan berkembang yang paling banyak memiliki tradisi adalah Indonesia, Jepang, India dan lain sebagainya. Biasa nya tradisi yang dilakukan menyangkut keagamaan, kesuburan tanah, dan kemakmuran desa. Tetapi berbeda dengan beberapa negara dibawah ini yang memiliki tradisi unik dan aneh yakni tradisi seksual. Berikut beberapa suku dan negara dengan tradisi seksual nya yang aneh.

1. Tradisi belah penis di suku Aborigin

Bisa jadi para kaum adam negara lain bersyukur tidak lahir dari suku Aborigin Mardudjara, Australia. Tradisi suku ini cukup membuat bulu kuduk merinding bahkan bagi siapapun yang membacanya. Untuk menjadi lelaki sejati setiap bocah bakal dipotong kulit ujung kemaluannya atau sunat secara sadar dan setelahnya dia harus memakan kulit itu. Setelah bekas sunat mengering, kemaluan mereka dipotong memanjang hanya di bagian bawah mulai dari ujung penis hingga buah zakar. Darah yang menetes harus terbakar oleh api di bawahnya. Kemudian hari mereka bakal buang air kecil dari bagian bawah organ intim dan bukan lewat ureta atau saluran pembuangan.

2. Tradisi minum sperma di Papua Nugini

Mungkin ini tradisi seksual yang paling aneh di dunia. Meminum air mani sebagai tanda kedewasaan. Aneh bukan? Tapi begitulah kebudayaan suku Sambia, di pedalaman Papua. Sebelum ritual meminum sperma, mereka harus melewati tahap yang sangat berat. Pertama, anak cowok berusia 6-7 tahun, kalau mau dianggap dewasa, mereka harus menusuk kayu runcing atau rumput kering ke hidung mereka hingga berdarah. Setelah melakukan ritual mengeluarkan darah dari hidung, mereka merayakan dengan syukuran. Belum berakhir sampai di situ. Mereka melanjutkan dengan bully. Mereka harus dicambuk atau dipukuli. Konon, ritual ini bertujuan untuk menguatkan fisik dan jiwa mereka setelah menikah nantinya.

3. Masturbasi di depan publik zaman Mesir kuno

Firaun Mesir zaman dulu mengenal tradisi masturbasi di hadapan orang banyak. Dia memuaskan dirinya sendiri hingga orgasme di Sungai Nil agar selalu berkah dan tidak pernah kering. Hal itu dia lakukan untuk menghormati Dewa Atum. Salah satu dewa memberi kepuasan pada seks. Selain itu, masturbasi depan publik juga berlaku saat Festival Dewa Min menjadi simbol keampuhan daya bercinta Firaun dan ini masih sering dilakukan banyak lelaki Mesir.

4. Pria 13 tahun Berhubungan dengan wanita dewasa

Seperti tradisi seksual pada suku Trobriand, anak-anak cowok di suku Mangaian yang berada di kawasan Samudera Pasifik Selatan ini pun memiliki tradisi hampir serupa. Anak cowok usia 13 tahun udah dan harus diajari berhubungan badan dengan wanita yang berusia jauh di atasnya. Tujuannya hanya sebagai seks edukasi. Lebih uniknya lagi, mereka bebas berhubungan dengan wanita manapun. Jauh lebih uniknya lagi, mereka melakukan hal itu di atas pohon palem! Wah, yang ini udah nggak ngerti lagi deh maksudnya apa.

5. Yunani kuno mensahkan hubungan pedofilia dan homoseksual

Jauh sebelum merebaknya pedofilia alias timbul gairah pada bocah lebih muda dan gay atau percintaan sesama lelaki, Yunani kuno sudah mempraktekkan hubungan itu bahkan mendapat restu dari masyarakat. Di Ibu Kota AThena, percintaan antara lelaki dewasa dengan anak-anak berjenis kelamin sama merupakan tanda cinta terdalam dan hubungan itu berakhir jika si anak, biasa disebut eromenos, telah dewasa dengan tanda-tanda fisik terlihat seperti pertumbuhan kumis dan janggut. Lelaki dewasa biasa disebut erastes harus memberikan pendidikan, perlindungan, cinta, dan menyediakan kebutuhan pasangannya. Sementara Eromenos mempersembahkan keindahan, kemudaan, dan layanan cinta.