Benarkah Paparan Frekuensi Wi-fi Dapat Membawa Pengaruh Negatif Pada “Sperma”?

Di era modern seperti sekarang ini, penggunaan wi-fi (Wireless Fidelity) telah menjadi salah satu trend di negara-negara berkembang. Dimana ini merupakan jaringan lokal nirkabel yang mampu menghubungkan seseorang dengan dunia internet dengan begitu mudah. Kita tahu bahwa internet merupakan trend yang sekarang ini telah menjadi suatu kebutuhan bagi semua kalangan. Koneksi internet tanpa kabel alias Wi-Fi memang lebih praktis karena apa? Anak sekolah, kuliah sepertinya tak perlu repot-repot untuk online dimana.

Karena sudah memungkinkan seseorang untuk online di mana saja. Namun bagi kaum laki-laki, Wi-Fi memiliki efek samping yang tidak diharapkan yakni bisa merusak kualitas sperma. Mengapa bisa begitu? Nah, sebelum membahas mengenai “Wi-fi berpengaruh negatif bagi sperma” ada baiknya jika kita membahas mengenai pengertian dari wi-fi. Untuk itu simak terus ulasan berikut ini.

Pengertian Wi-fi

WiFi adalah suatu teknologi yang memakai gelombang radio untuk menghubungkan perangkat (PC,Laptop,smartphone) ke jaringan komputer. Wifi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity yaitu sebuah media penghantar komunikasi data tanpa kabel yang bisa digunakan untuk komunikasi atau mentransfer program dan data dengan kemampuan yang sangat cepat. Dalam koneksivitasnya WiFi menggunakan nirkabel untuk menghubungkan ke perangkat user, yang umumnya menggunakan frekwensi 2.4GHz s/d 5GHz.

Pada awalnya WiFi hanya di gunakan sebagai perangkat nirkabel pada jaringan LAN (Local Area Network) saja, tapi seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan user maka saat ini dapat digunakan juga untuk mengakses jaringan internet. Lalu bagimana cara wi-fi ini bekerja? Nah, pastinya banyak dari kita yang belum memahami cara kerja mengenai wi-fi ini, karena kebanyakan dari kita hanya paham mengenai cara pemakaiannya saja. Secara singkat cara kerja dari WiFi pada komputer yaitu Wireless LAN yang telah di konfigurasi sehingga menjadi WiFi akan menerima data dari komputer yang berbentuk digital.

Selanjutnya data tersebut akan diubah menjadi sinyal radio lalu dikirimkan ke router, pengiriman gelombang ini melalui antena yang ada pada adaptor. Dan sinyal dari router akan mengirimkan data yang telah di olah dari internet ke komputer yang sudah tersambungkan dengan WiFi adaptor. Nah adapun kelebihan yang dapat anda lihat dibawah ini;

  1. Wi-Fi dikembangkan tanpa kabel dan menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2,4 GHz. Selain itu Wi-Fi dapat mengirim dan menerima kapasitas sampai 54Mbps.
  2. Wi-Fi menggunakan jalur akses jaringan/hot spot, dapat berkomunikasi ke semua komputer dan laptop. Wireless klien: PCMACIA/PC Card, Gateway, server, modem, router dan proxy.
  3. Memungkinkan LAN untuk digunakan tanpa kabel, biasanya mengurangi biaya penyebaran jaringan dan ekspansi.
  4. Ruang di mana kabel tidak dapat dijalankan, seperti area outdoor dan bangunan bersejarah, dapat menggunakan LAN Wireless.
  5. Harga Wi-Fi terus turun, membuat Wi-Fi merupakan pilihan yang sangat ekonomis mengenai jaringan
  6. Produk Wi-Fi tersedia di pasar secara luas.
  7. Wi-Fi jaringan dukungan roaming, di mana sebuah stasiun klien mobile seperti komputer laptop dapat berpindah dari satu jalur akses ke jalur akses yang lainnya.

Dan kelemahan dari wi-fi tersebut;

Terdapat beberapa keuntungan dalam pemakaian wi-fi ini. Namun selain memiliki kelebihan, ternyata kalian juga perlu memahami kekurangan dari wi-fi tersebut, untuk itu berikut beberapa kelemahan dari jaringan yang satu ini;

  1. Penyaluran Gelombang dan keterbatasan operasional yang tidak konsisten di seluruh dunia.
  2. Konsumsi Power yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan beberapa standar lainnya, membuat masa pakai baterai berkurang dan panas.
  3. Jaringan WiFi memiliki rentang yang terbatas. Sebuah router WiFi rumah mungkin memiliki kisaran 45m (150ft) indoor dan 90 juta (300ft) di luar rumah.
  4. WiFi menggunakan spektrum 2.4GHz tanpa izin, dimana yang sering bertabrakan dengan perangkat lain seperti
  5. Bluetooth, oven microwave, telepon tanpa kabel, atau perangkat pengirim video, banyak lainnya. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kinerja.
  6. Jalur akses dapat digunakan untuk mencuri informasi pribadi dan rahasia ditransmisikan dari konsumen WiFi.
  7. Adanya kelemahan yang terletak pada konfigurasi dan jenis enkripsi. Kelemahan tersbut diakibatkan karena terlalu mudahnya membangun sebuah jaringan wireless.

Nah, dikatakan sebagai jaringan yang dapat memepermudah siapa saja untuk online, ternyata ada hal yang perlu untuk kalian ketahui nih. Di samping dengan dekatnya anda dengan WiFi tentu ada berbahaya nya, salah satu bahaya tersebut yakni kerusakan pada sperma, yang dimana hal tersebut dapat mempengaruhi gerakan sperma dan menyebabkan fragmentasi DNA. Untuk itu yuk, kita simak ulasan dibawah ini.

Paparan Frekuensi Wi-fi Membawa Pengaruh Negatif Pada Sperma

Sperma merupakan sel yang berasal dari sistem reproduksi laki-laki. Sel inilah yang akan membuahi ovum (sel telur pada perempuan) yang terjadi didalam sistem reproduksi wanita. Sperma dapat mencairkan permukaan sel telur wanita. Mereka melakukannya dengan cara melepaskan enzim yang berasal dari bagian kepala, dikenal sebagai akrosom untuk mengurai membran luar sel telur. Hal ini membantu sperma untuk menerobos dinding telur. Pada saat itu kepala sperma terputus dari ekor dan konsepsi kehidupan baru dimulai.

Nah, pastinya sangat penting bukan untuk mengingat fungsi sperma yang besar, jika kualitas sperma sampai rusak tentu akan menggangu kelancaran kamu dalam membuat keturunan. Namun mengingat era modern yang membuat seseorang tak lepas dari teknologi membuat sebagian wanita bahkan khususnya pria kurang memperhatikan kesehatan tubuh. Khususnya masalah ini. Sebuah penelitian di Argentina menunjukkan, kualitas sperma yang terpapar sinyal Wi-Fi cenderung lebih buruk dibandingkan yang lain. Efek ini tidak ditemukan pada sperma yang berada di sekitar jaringan internet biasa, yang masih menggunakan kabel.

Dalam jurnal medis Fertility and Sterility disebutkan bagaimana radiadi sinyal WiFi dari laptop atau smartphone ternyata berpengaruh besar pada sperma. Dari sampel air mani 29 pria sehat, para peneliti mencoba melihat mobilitas sperma setelah terkena paparan sinyal WiFi selama empat jam. Hasilnya, 25% sperma yang terkena radiasi WiFi berhenti bergerak. Bukan hanya itu saja, sperma yang terpapar Wi-Fi juga menunjukkan gejala fragmentasi DNA atau kerusakan permanen dalam kode genetik. Jadi, secara kasat mata sperma kamu akan menjadi encer jika sering terkena paparan sinyal WiFi atau gelombang elektronik lainnya.

Dan secara biologis, kamu jadi sulit mendapatkan keturunan karena sperma yang cepat mati saat menuju sel telur, serta adanya kerusakan kode genetik. Banyaknya 25 persen sperma yang terpapar sinyal Wi-Fi akhirnya mati, lain halnmya dengan sperma yang jauh dari koneksi internet hanya 14 persen saja yang mati. Dan bahkan dengan struktur DNA, 9 persen sperma yang terpapar Wi-Fi rusak atau 3 kali lipat dibanding yang jauh dari koneksi internet.

Conrado Avendano, ilmuwan dari Nascentis Medicina Reproductiva yang melakukan penelitian itu menjelaskan bahwa penyebabnya adalah gelombang elektromagnet. Jaringan internet tanpa kabel memancarkan gelombang tersebut, yang kemudian merusak sperma laki-laki. Pasti semua laki-laki tak menginginkan hal ini terjadi kepadanya. Karena apa? Bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki pasangan, keturunan pastinya adalah hal yang penting. Maka dari itu ada baiknya jika memperhatikan penggunaan laptop dan wifi.

Tips Melindungi Sperma Dari Paparan Sinyal WiFi

Jika anda sudah memahami mengenai dampak buruk sinyal Wifi bukan berarti anda harus stop menggunkan Wifi. Ada beberapa tips yang ampuh supaya kualitas Sperma yang anda miliki tetap terjaga dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk iyu, yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

  • Simpan Smartphone Di Tas

Walaupun Smartphone di rancang dengan desain yang ramping dan kecil pas di kantong celana bukan berarti kalian bisa menyimpannya di kantong celana terus menerus. Hal ini sangat berbahaya, selain berdampak buruk pada sperma, jika kantong celana sempit juga akan mengakibatkan smartphone yang anda miliki pastinya mengalami penyempitan dan bakalan rusak dong. Maka dari itu sangat penting bagi kalian untuk mengetahui bahwa dikatakan wi-fi nya off atau tak aktif. tetapi sinyal telepon itu aktif maka juga akan berdampak buruk pada sperma yang dimiliki. Pastinya enggak mau kan sperma anda sekalian itu encer hanya karena menaruh smartphone dikantong celana.

  • Jangan Memangku Laptop

Kita tahu bahwa Laptop dirancang dengan Desain yang ramping, mudah dibawa dan tidak merepotkan penggunanya itu sendiri. Dengan desainnya yang dirancang agar bisa digunakan kapan pun dimana pun, bukan tidak mungkin jika kamu sering memangku laptop saat mengetik di kampus atau streaming YouTube jika tidak kebagian meja. Nah, jangan pangku laptop dalam waktu yang lama saat sedang terhubung dengan koneksi WiFi. Tapi mulai sekarang hendaknya aktifitas semacam itu dihindari karena dapat berdampak buruk pada kualitas sperma walaupun tidak secara langsung. Anda bisa letakkan laptop dimeja atau lantai bersih untuk menghindari efek buruk nantinya.

  • Matikan Router WiFi Saat Tidur

Diantara banyaknya pengguna smartphone ataupun laptop pastinya sering banget tertidur dengan laptop ataupun smartphone yang terus menyala. Nah bagi anda yang memiliki Router dirumah alangkah lebih baiknya anda matikan saat anda sedang tidak menggunakan Wifi atau sedang tidur. Selain itu matikan pula Fitur Wifi yang ada di smartphone Android anda, hal ini tentu akan membuat anda lebih aman dan nyaman.

Gimana? Sudah pahamkan bahwa pengguna wi-fi ini tak hanya baik dalam membantu banyaknya manusia. Melainkan memiliki kekurangan juga akan kesehatan tubuh, khususnya para pria. Maka dari itu alangkah baiknya jika mengikuti tips yang ada diatas, agar kalian para lelaki tak mengalami yang namanya gangguan terhadap “sperma” Untuk itu demikianlah ulasan mengenai Wi-fi dapat membawa pengaruh negatif pada Sperma. Semoga penjelasan diatas bermanfaat bagi kalian yang membacanya.