Tungau Demodex, Hewan Yang Hidup Pada Kulit Wajah Manusia

Pada dasarnya banyak manusia yang begitu mendambakan wajah dan kulit yang baik. Begitu pula dengan banyak wanita yang sangat sensitif bila wajahnya terserang beberapa masalah (seperti halnya jerawat, komedo dan masalah lainnya). Karena seperti yang kita tahu, bahwa sebagian orang mengatakan bahwa wajah adalah modal banyak orang. Maksud dari kata “modal” yakni kepercayaan diri, yah kali jika wajah kurang sehat atau kulit wajah bermasalah pastinya sedikit banyak orang yang merasa tak percaya diri.

Sebenarnya cara merawat wajah tidak susah, hanya tergantung bagaimana cara kita merawatnya dan membersihkannya. Semua bisa dilakukan dengan mudah jika anda telah mengetahui jenis kulit dan produk kecantikan yang cocok. Sehingga kulit wajah akan mendapatkan perawatan yang tepat dan terbebas dari komedo dan jerawat yang mengganggu. Namun benarkah jika pada kulit wajah terdapat beberapa hewan yang bersarang disana? Namun berbahayakah jika hewan tersebut berada diwajah kita? Untuk itu simak terus ulasannya dibawah ini.

Tungau Demodex Hidup Di Wajah Manusia

Kutu atau tungau biasanya bersarang di benda-benda kotor seperti bantal atau kasur yang jarang dibersihkan. Pernahkah Anda membayangkan, kalau makhluk berukuran mikro ini juga bisa tinggal ataupun hinggap dikulit? Demodex tidak tampak oleh mata telanjang karena berukuran sekitar 0,1 hingga 0,4 mm. Pada manusia sehat, keberadaan Demodex tidak merusak atau menimbulkan keluhan sehingga disebut juga tungau komensal. Namun, pada kondisi khusus, misalnya pada orang dengan gangguan sistem imun, seperti pada penderita HIV, malnutrisi, stres berat, tungau bisa menginfestasi dalam jumlah besar dan menimbulkan peradangan, yang disebut demodicosis. Lalu apa sebenarnya Tungau Demodex ini?

Tungau Demodex adalah Tungau adalah hewan super kecil berkaki delapan yang berbentuk seperti kerucut es krim dengan kaku pendek, tungau masih berkeluarga dengan spesies laba-laba. Terdapat dua spesies tungau Demodex yang ternyata hidup dan berkembang biak di wajah manusia, yaitu Folliculorum Demodex dan Brevis Demodex. Demodex folliculorum berada di pori-pori dan folikel rambut. Sedangkan Demodex brevis lebih suka menetap di daerah lebih dalam, seperti di kelenjar sebaceous (kelenjar mikroskopis yang terletak di bawah kulit).

Bila dilihat menggunakan mikroskop, bentuk tubuh mereka memanjang seperti cacing yang seolah sedang berenang sangat lambat melalui minyak. Mereka akan menghabiskan seluruh hidup di wajah mulai dari makan, berkembang biak, hingga mati. Meskipun sudah memakai sabun pembasuh muka yang kuat, dua tungau itu sangat sulit dihilangkan dari wajah. Mereka akan kembali lagi dalam kurun waktu enam minggu.

Namun Berbahayakah Demodex Bagi Manusia?

Seluruh tungau Demodex tidak berdampak bahaya bagi bagi manusia. walau dikatakan tak berbahaya namun tahukah anda bahwa jumlah populasinya akan semakin banyak seiring bertambahnya usia. Ternyata dilakukannya sebuah penelitian yang dilakukan oleh Megan Thoemmes dari Universitas Negeri North Carolina yakni pada tahun 2014 lalu yang menemukan bahwa populasi rendah tungau berjumlah ratusan. Sedangkan yang tinggi dapat mencapai ribuan. Namun belum diketahui secara pasti apa makanan folliculorum dan brevis. Beberapa meyakini bila mereka makan bakteri yang berkaitan dengan kulit, ada pula yang percaya makanan mereka adalah sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak.

Berbeda dengan jenis tungau lainnya, Demodex tidak terlalu melakukan praktik kanibalisme dan inses seksual. Mereka akan ke luar dari pori-pori untuk kawin pada malam hari, lalu kembali lagi ke tempat tinggal semula. Demodex betina akan bertelur di tepi pori-pori tempat mereka tinggal. Tungau jenis ini juga tidak memiliki anus sehinhga akan menyimpan kotoran di dalam tubuh selama hidup. Nah, anda dapat melihat dibawah ini beberapa gejala yang timbul akibat dari tungau demodex ini.

Gejala Yang timbul Akibat Dari Hewan Ini

Mungkin bagi kita yang belum paham dan mengetahui akan keberadaan hewan ini, sering kali mengabaikan kebersihan wajah. Atau hanya fokus pada bagian warna saja, namun mengabaikan kebersihan serta perawatan yang baik. Untuk itu perlu kalian pahami bahwa terdapat hewan kecil yang bersarang diwajah, walau dikatakan tak berbahaya namun gejala yang timbul bakalan buat kalian merasa kurang percaya diri. Untuk itu simak gejala yang timbul akibat hewan ini.

  1. Terjadinya kemerahan dan bintik-bintik pada wajah.
  2. Pembesaran pori-por pastinya pori-pori akan mengalami penyumbatan. Kulit, dalam kebanyakan kasus pada hidung, pipi, basah, berminyak.
  3. Karakteristik warna wajah. Kulit menjadi abu-abu dan warna bersahaja.
  4. Muncul bekas luka dan benjolan. Membentuk “bekas luka” dan timbulnya diwajah seperti “benjolan”.
  5. Perasaan kekakuan dalam gerakan wajah bibir dan hidung.
  6. Hidung diperpanjang, kadang-kadang muncul warna biru-warna merah. Penyakit ini disebut “rhinophyma”.
  7. Sensasi merangkak, gatal-gatal, kesemutan yang telah menjadi norma dan pasien hanya goresan secara otomatis tanpa memperhatikan mereka. Kulit tungau Demodex mengarah nokturnal. Awal di malam hari dan sepanjang malam, lebih aktif, kawin individu, sehingga gatal-gatal meningkat.
  8. Pastinya akan timbul jerawat, jerawat yang disebut adolescence atau remaja jerawat pada wajah paling sering itu adalah Demodex, penyebab yang adalah perubahan hormonal dalam tubuh dan sebagai akibatnya sekresi berlebihan dari lemak dalam kelenjar sebaceous.

Nah, mungkin anda akan heran mengapa sosok hewan kecil ini tak dapat dilihat begitu saja. Nah itu karena hewan ini begitu kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan alat khusus (mikroskop). Walaupun sepertinya sedikit menjijikkan jika membayangkan ada banyak tungau hidup di wajah, para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar mereka tidak menyebabkan masalah pada kulit. Hingga saat ini para ilmuwan tidak tahu bagaimana cara tungau menyebar di antara manusia. Satu teori yang cukup diyakini adalah bahwa mereka diturunkan dari ibu ke anak saat seorang ibu menyusui anaknya. Dan ada hal lain yang perlu anda ketahui bahwa selain suka bersarang pada kulit wajah ternyata hewan kecil ini juga hobi berada di tempat yang lain, yaitu:

  1. Kulit. Makanan favorit dari tungau adalah serpihan kulit mati. Jenis tungau yang biasa memakan serpihan kulit mati adalah tungau debu.
  2. Alis. Tanpa kita sadari, tungau sering hidup di sekitar alis dan dahi kita. Tungau gemar tinggal di pori-pori orang dewasa, karena lebih banyak mengandung minyak.
  3. Hidung. Karena senang tinggal di tempat yang banyak mengandung minyak, maka tungau senang tinggal di hidung kita. Menyebabkan kulit menjadi iritasi, itu disebabkan oleh aktivitas tungau.
  4. Kulit kepala. Mungkin pernah merasakan gatal tiba-tiba di bagian kulit kepala? Bisa jadi itu karena disebabkan oleh tungau.

Kutu demodex merupakan parasit kecil yang hidup di wajah dan folikel rambut manusia. Mereka bersifat merusak, karena dapat menyerap nutrisi yang ada pada kulit dengan mulut nya yang tajam dan runcing. Gemar bersarang dan membuat masalah pada kulit wajah membuat sebagian orang resah akan kehadiran nya, walau dikatakan tak perlu khawatir namun masalah yang timbul akibat demodex ini membuat kulit wajah tampak tak sehat. Pasalnya lihat saja gejala yang timbul, belom lagi terdapat benjolan untuk itu pastinya banyak orang yang bertanya-tanya bagimana cara mengatasi agar demodex ini tak berbahaya dan berdampak merugikan bagi wajah?

Mengatasi Demodex Pada Kulit Wajah

Mereka akan menghabiskan seluruh hidup di wajah mulai dari makan, berkembang biak, hingga mati. Meskipun sudah memakai sabun pembasuh muka yang kuat, dua tungau itu sangat sulit dihilangkan dari wajah. Untuk membebaskan wajahmu dari keberadaan tungau dan parasit yang dapat menyebabkan jerawat menahun yang tak kunjung hilang ini, perawatan menyeluruh penting untuk dilakukan. Tidak hanya pada bagian wajah atau spot yang berjerawat atau meradang, kamu perlu melakukan perawatan pada seluruh permukaan kulit wajahmu.

Pasalnya, tungau demodex mudah sekali menyebar dan hanya soal waktu hingga jerawat muncul secara bertubi-tubi jika kamu mengabaikan bagian lainnya pada wajah dan hanya berfokus pada bagian wajah dengan jerawat. Nah, kalian dapat melakukan beberapa metode yang biasa digunakan dan bahkan sudah terbukti ampuh untuk mengatasi tungau demodex adalah dengan mengoleskan beberapa jenis minyak esensial ataupun krim tertentu pada wajah. Beberapa bahan yang disinyalir ampuh untuk mengatasi tungau demodex yakni;

  • Alkohol.
  • Tea Tree Oi.
  • Caraway Oil.
  • Dill Weed Oil.

Namun dikatakan baik untuk menghilangkan demodex dengan bahan-bahan yang diatas, namun apakah itu sehat bagi wajah kita? Walau disarankan baik untuk membunuh tungau demodex pada wajah, namun kesemuanya meninggalkan dampak pada kulit yang berbeda-beda, tergantung dengan jenis kulit kamu. Alkohol pada kulit kering akan menyebabkan iritasi, tea tree oil dalam konsentrasi yang tinggi akan menyebabkan rasa gatal bahkan reaksi alergi. Sedangkan caraway dan dill weed oil diketahui mengandung senyawa yang berbahaya bagi kesehatan mata kita. Lalu adakah solusi yang tepat agar wajah tak terserang dan tak mengalami kerugian akibat demodex?

Nah, ada baiknya jika kalian lebih peka akan kesehatan dan pemakaian produk yang baik, karena jangan asal murah namun hasil tak maksimal. Ada baiknya jika memakai produk yang kwalitas serta bahannya telah diuji dan pastinya sangat disarankan. Untuk itu jika hendak membunuh tungau demodex ialah dengan menggunakan produk pembersih, toner, salep, ataupun masker wajah yang mengandung salah satu dari ketiga bahan selain alkohol dari merek terkemuka yang telah diuji oleh para dermatolog dan dinyatakan aman untuk digunakan. Jadi gimana? Sudah paham bukan maksud dari penjelasan diatas?

Selain menggunakan produk berbahan dasar yang diatas, namun ada baiknya juga memperhatikan kebersihan dengan rajin membasuh wajah dengan air bersih dan pastikan bekas make up dibersihkan setelah selesai beraktifitas. Dan lakukan pembersihan wajah setiap harinya lalu melakukan perawatan wajah minimal 4 kali dalam sebulan yakni dengan masker wajah yang telah dijelaskan diatas (berbahan dasar tea tree atau bahan dasar lainnya).

Nah, selain memperhatikan produk wajah ada hal lain juga yang mestinya untuk kalian perhatikan? Yakni pakaian, sarung bantal, kerudung, berbagai aksesoris termasuk make up dan alat make up, ataupun benda lainnya yang kerap bersentuhan dengan kulit kita berpotensi besar membawa telur ataupun tungau demodex.