Pantas Saja Jepang Begitu Maju, Kebiasaanya Sangat Berbeda Dari Indonesia

Bingung yah, mengapa negara tercinta hanya begini-begini saja. Makin banyak aja pengangguran di negara ini. Bahkan tindak kriminalnya juga semakin merajalela, mulai dari geng motor yang banyak meresahkan warga, penculikan anak bahkan pelecehan terhadap anak-anak.

Bingung, kadang merasa geram bagaimana ini bisa terjadi dan bahkan tak ada solusi ataupun tindakan tegas dari pemerintah. Gimana mau menjadi negara yang maju, kalau penerus bangsa terus dihantui dengan rasa takut, hingga trauma akan kejadian mengerikan seperti itu.

Mungkin ada baiknya Indonesia menerapkan sistem dan cara mendidik seperti halnya negara Jepang. Kadang kala ada baiknya untuk meniru hal yang positif, bukan meniru hal-hal yang merugikan ya? Maka dari itu yuk, kita simak artikel dibawah ini bagaimana Jepang bisa menjadi negara yang maju?

Mulai Dari Pendidikan

Mungkin sangat sepela ya? Atau bahkan hanya sekedar menjaga dan merawat nya saja. Namun ada hal hal yang harus bener-bener kamu perhatikan yakni, merawat anak dan menerapkan pendidikan sejak dini. Karena hasil didikan kita akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan juga kebiasaan anak kita di masa yang akan datang, itulah sebabnya mengapa dikatakan bahwa pendidikan hal yang amat penting.

Mungkin orang tua yang ada didunia menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang sukses dan berguna, namun kalau itu semua tak dibarengi dengan pendidikan dan perhatian penuh, bagimana bisa seorang anak mencapai itu semuanya tanpa didasari dengan ilmu dan disiplin waktu. Nah, ada baiknya jika kita meniru cara mendidik anak ala Negara Sakura ini.

Belajar bermain, yah mungkin Indonesia juga memiliki sistem belajar bermain yakni, Paud (pendidikan anak usia dini). Namun Jepang menyajikan pendidikan yang berbeda dari bangsa kita. Nggak ada sahlahnya bukan? Jika kita meniru semangat dan metode mendidik dari Jepang?

Sampai usia taman-kanak biasanya anak-anak tersebut diajar lebih banyak cara-cara hidup dan bermain-main dengan segala jenis kemampuan, seperti meloncat, berlari dan juga kemampuan olahraga dasar lainnya. Bahkan pelajaran naik sepeda roda satu atau duapun juga diajarkan di Taman Bermain dan Taman Kanak-kanak.

Menurut para ahli di Jepang, kegiatan seperti itu dan juga berbagai kegiatan bermain yang menyenangkan dan bersemangat sangat dianjurkan diberikan kepada anak-anak sebelum masuk Sekolah Dasar untuk melatih kebebasan, karena dengan bermain mereka juga belajar.

Singkatnya, si anak tanpa bermain atau kurangnya waktu dan jenis kegiatan maka akan menghambat perkembangannya. Hal inilah yang kelihatannya berbeda dengan cara mengajar dan mendidik anak di Indonesia, yang mana terlalu singkat sekali jam belajar di Taman Kanak-kanak dan kebanyakan diberi sikap manja dengan cara menunggui anak selama berada di sekolah.

Di saat mengajar anak tersebut sering sekali baik orang tua anak di Jepang ataupun guru di Taman Kanak-kanak tidak langsung mengendong atau menolong bangun bila anak tersebut pada waktu bermain jatuh dan menangis, tetapi mereka akan membiarkan si anak bangkit dari jatuhnya sendiri dan belajar bersemangat dengan kekuatannya sendiri tanpa bergantung kepada orang yang ada di sekitarnya.

Hal ini pula yang berbeda dengan sikap para orang tua dan guru Taman Kanak-kanak di Indonesia yang selalu memanjakan anak karena cepat merasa kasihan.

Jika membicarakan mengajar yang menyenangkan kepada anak, maka tidak terlepas dari kegiatan bernyanyi dan menari. Kebanyakan guru-guru Taman Bermain dan Taman Kanak-kanak di Jepang disyaratkan harus bisa bermain alat musik khususnya piano.

Diyakini juga oleh para ahli pendidikan anak di Jepang, dengan mengajar melatih anak mendengarkan musik dalam berkegiatan di sekolah, maka anak akan merasa bersemangat dan terlatih daya ingatnya dengan irama musik dan gerakan-gerakan yang menyertainya.

Menginjak usia Sekolah Dasar (SD), anak-anak Jepang lebih serius dididik dan disemangati sepanjang mereka belajar di sekolah. Dari segi materi pelajaran lebih banyak diajarkan tentang ilmu-ilmu dan dari segi pelajaran kemandirian dan semangat lebih ditekankan. Di Jepang, sistem masuk Sekolah Dasar diatur pemerintah, yang salah satunya siswa yang bersekolah di SD tertentu adalah anak-anak yang tinggal di sekitar komplek sekolah itu berada.

Dengan begitu, anak-anak disyaratkan harus berangkat dan pulang dari sekolah berjalan kaki bersama teman-temannya yang rumahnya berdekatan. Siswa yang terbesar dalam kelompok itu ditunjuk sebagai pemimpinnya dan harus bertangggungjawab. Hal ini yang berbeda dengan cara bersekolah di Indonesia, yang mana banyak siswa yang sekolahnya berada jauh dengan rumahnya dan harus diantar oleh orang tuanya dan tidak jarang sampai di sekolah sudah capek dan kurang semangat.

Anak-anak usia Sekolah Dasar di Jepang juga selalu dituntut bersemangat, salah satunya selalu diberi ucapan bahasa Jepang “Gambatte Kudasai” yang artinya “Bersemangatlah” atau “Berusahalah” atau “Berjuanglah”.

Kata-kata penyemangat seperti itu sudah menjadi kebudayaan Jepang yang mana siapapun, dimanapun dan dalam suasana apapun selalu diucapkan untuk saling menyemangati dalam berusaha memperoleh hasil yang lebih baik. Apakah hal semacam ini juga bisa diterapkan di Indonesia atau malah saling menghambat untuk tujuan menonjolkan diri?

Hal yang perlu diperhatikan lagi, yaitu hal yang dianggap sedih, bahaya dan kotor oleh bangsa Jepang sering cenderung dianggap hal biasa atau wajar oleh bangsa Indonesia. Jika kewajaran seperti itu selalu ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia maka rumus apapun untuk meniru semangat positif bangsa Jepang tidak akan manjur.

Sistem Perekonomian Yang Dianut Jepang

Pada dasarnya, sistem ekonomi Jepang menganut sistem ekonomi pasar bebas dan terindustrisasi. Sistem ini hampir mirip dengan sistem ekonomi yang dianut negara-negara industri lainnya, seperti Jerman, Amerika Serikat, Inggris, dan negara maju lainnya. Jepang merupakan negara perekonomian ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan China. Perekonomian Jepang pun sangat efisien dan bersaing dalam perdagangan internasional, khususnya di bidang industri.

‘Karakteristik’ Jepang sebagai negara yang memiliki kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) terbaik, mampu membuat mereka bangkit dari krisis. Perlahan tapi pasti Jepang mampu bangkit sejak era millenia, yakni tahun 2000-an. Dan pada tahun 2004 perekonomian Jepang mengalami pertumbuhan tertinggi sejak tahun 1990.

Jepang merupakan negara dengan Sumber Daya Alam yang rendah. Dari situlah mereka belajar untuk mengandalkan kemampuan Sumber Daya Manusia, terutama di bidang industri dan perdagangan. Alhasil, industri dan perdagangan -lah yang mampu ‘menolong’ perekonomian Jepang agar terus tumbuh dengan baik.

  • Perekonomian Di Sektor Jasa

Sekitar tiga perempat dari total penghasilan ekonomi Jepang berasal dari sektor jasa. Untuk sektor jasa, Jepang mengandalkan perbankan, asuransi, real estat, bisnis eceran, transportasi dan telekomunikasi.

Untuk bidang transportasi, Japan Airlines merupakan salah satu andalan mereka. Japan Airlines diketahui merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di dunia, yang menjadi pilihan utama wisatawan baik lokal maupun internasional yang pergi ke Jepang, maupun pergi ke luar Jepang.

  • Perekonomian Di Sektor Industri

Sektor industri merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Jepang. Biasanya hasil industri Jepang diekspor ke negara lain, seperti produk-produk otomotif, elektronik, komputer, gadget, semikonduktor, besi dan baja.

Kemudian ada pula industri penting lainnya dalam perekonomian Jepang, seperti petrokimia, farmasi, bio industri, galangan kapal, dirgantara, tekstil dan makanan yang diproses.

Adapun kawasan industri Jepang tersebar di beberapa perfektur, seperti:

  1. Di wilayah Kanto, kawasan industri berada di Chiba, Kanagawa, Saitama dan Tokyo.
  2. Di wilayah Tokai, kawasan industri Chukyo – Tokai berada di Aichi, Gifu, Mie, dan Shizuoka.
  3. Di wilayah Kansai, kawasan industri Hanshin berada di Osaka, Kyoto dan Kobe.
  4. Kawasan industri Setouchi mencakup barat daya Pulau Honshu dan bagian utara Shikoku sekitar Laut Pedalaman Seto.
  5. Di Kyushu, kawasan industri berada di bagian utara Kyushu.

Andai saja Indonesia bijak dalam mengatur keuangan dan sistem ekonomi layaknya negara Jepang.Namun yang patut dicontoh Indonesia adalah, bagaimana Jepang memberantas para koruptor. Karena sebenarnya Indonesia termasuk sebagai Negara yang memiliki kemampuan dan potensi akan maju. Namun masalah korupsi yang terus meningkat membuat Indonesia begitu kacau balau, bahkan banyak anak bangsa yang telantar dan pengangguran yang tersebar luas.

Cara Jepang Mencegah Korupsi

Sederhana saja sebenarnya, namun mengapa ini bisa diterapkan di Jepang? Memberantas korupsi bisa dimulai dengan larangan memberi dan menerima tip. Cara sederhana yang diterapkan di Jepang. Seorang penjamu tamu di sebuah hotel di Akasaka, jantung keramaian Tokyo, menolak menerima selembar yen seusai mengantar koper ke kamar saya. Dengan sopan gaya shogun, ia meminta saya memeriksa buku aturan menghuni hotel tua itu pada buku di dalam kamar.

Di buku itu tertera pasal terakhir pada bagian tata tertib larangan kepada tamu memberi tip kepada petugas hotel. Bagi yang melanggar akan dikenakan denda berupa tarif kamar naik 10 persen dari harga semestinya. Dan petugas yang menerima akan dikenai sanksi seperti yang sudah diatur dalam hukum perusahaan.

Esoknya saya bertemu dengan manajer hotel dan bertanya, bagaimana kalian tahu ada transaksi tip sementara pemberi dan penerimanya berada di lorong hotel yang sunyi, tak ada saksi. Manajer itu mengatakan anak buahnya mengecek secara rutin kamera di seluruh sudut dan lorong. Mungkin saja tamu itu lolos dari denda, tapi petugas yang menerimanya akan ketahuan dan diberi sanksi.

Korupsi terjadi karena ada pemberi dan penerima. Jepang telah mencegahnya dari hal sepele tapi penting. Dan yang sepele itu memang inti persoalan korupsi dewasa ini.

Menurut seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri, yang saya tanya soal itu, para perumus larangan korupsi di negeri itu tak ingin tip menjadi budaya. “Yang saya tangkap dari larangan itu, kami tak ingin ketulusan dihargai dengan materi,” begitu katanya. “Sebab materialisme itu pangkal segala keserakahan. Gimana caranya? Sederhana bangetkan?

Namun hal yang sederhana ini bisa mengantarkan Jepang dengan ketekunan dan takut akan hukum yang ditegakan, bukan seperti Indonesia dikatakan sebagai negara hukum. Namun kamu tahu sendiri gimana hukum yang diberi? Tak sesuai dengan kesalahannya bahkan korupsi tetap menjadi masalah bagi bangsa ini. Begitu miris dan sangat menyedihkan.

Bahkan Jepang dikenal sebagai negara yang apabila pejabatnya melakukan korupsi, ia akan mengakiri hidupnya sendiri atau bahkan bebas namun hidup layaknya orang yang sangat terasingi. Tak seperti di Indonesia yang bahkan para koruptornya hidup bebas dan dapat tersenyum dengan rasa bangga, bahkan jika mereka masuk dalam jeruji besi hukumannya tidak sebanding dengan pelanggaran yang telah dilakukannya. Gimana? Merasa irikan dengan negara sakura ini?

Indonesia dikenal akan budaya dan moral bangsa, namun belum bisa membuat sebagian anak bangsa menjadi sosok yang baik dan teratur. Bahkan kerap membuat onar dan hidup bebas, bahkan mengabaikan pendidikan dan ajaran moral yang telah ditanamkan sejak lama. Nah mau tahu mengapa Jepang bisa menjadi negara yang maju? mau tahu kebiasaan lainnya yang diajarkan di Jepang? Ini dia alasan lainnya.

Jepang terkenal dengan kegigihannya dalam membangun negara maju, negara-negara di seluruh penjuru dunia pun mengakuinya. Memang, karena pengaruh letak geografisnya, negara ini jadi rawan bencana. Tapi apa kamu pernah dengar Jepang jatuh miskin? Jawabannya tidak. Justru mereka semakin maju.

Sebenarnya apa sih rahasianya? Daripada cuma baca komik atau nonton kartun Jepang aja, sesekali coba pelajari gaya hidup orang-orang Jepang yang membuat mereka selalu terdepan. Nah seperti yang dilansir oleh Hipwee, bahwa 8 budaya positif ini dapat kamu teladani agar bisa membangun Indonesiayang lebih baik lagi. Gimana? Bisakan guys meneladani budaya Jepang, masa budaya barat terus yang ditiru sesekali budaya Jepang juga boleh kamu itu. Eitss tapi ingat budaya yang bersifat “positif” aja ya guys.

Bagi orang Jepang waktu adalah uang sehingga mereka sayang banget untuk membuangnya. Nah guys kenapa orang Indonnesia tak seperti Jepang ya? Gimana mau seperti Jepang, para PNS Indonesia aja banyak yang bolos dan telat masuk kantor, hehehe. Konon lagi menerapkan budaya Jepang yang lain.

Maka dari itu bagi kamu penerus bangsa harus memiliki disiplin dan takut akan peraturan agar bisa mencapai sebuah kesuksesan dan dapat mengubah Indonesia menjadi sosok negara yang lebih Maju.