Ternyata, Pulau Ilha da Queimada Grande Menyimpan Ribuan Ular Berbisa

Pulau?? Jika kalian membayangi sebuah pulau, pasti tidak jauh dari kesan yang indah disertai air biru dengan udara yang bersih dan sejuk serta banyak pepohonan bukan? Tetapi berbeda dengan pulau Ilha da Queimada Grande yang terletak di Brazil ini. Karena ternyata pulau ini bukan menyimpan keindahan tetapi melainkan menyimpan 2.000 sampai 4.000 emas lancehead dan ular beludak yang merupakan salah satu ular paling mematikan di seluruh dunia.

Racun ular beludak ini dapat membunuh orang dalam kurun waktu kurang dari satu jam dan banyak legenda lokal memberitahukan ada nasib mengerikan yang kan ditunggu mereka jika pergi berjalan ke tepi pulau tersebut. Banyak juga rumor yang mengatakan bahwa pada tahun 1909 ada seorang nelayan malang yang mendarat ke pulau untuk mencari pisang. Tetapi ternyata, selang satu hari nelayan tersebut ditemukan meninggal dalam perahu dengan genangan darah beserta gigitan ular pada tubuhnya. Kemudian pada tahun 1920-an ada beberapa orang tinggal di pulau tersebut dengan tujuan untuk menjalankan proyek mercusuar, tetapi menurut kisah lain penjaga mercusuar yang terakhir bersama dengan seluruh keluarganya meninggal diakibatkan ular beludak yang merayap memasuki rumah mereka melalui jendela.

Sebenarnya ular itu sengaja diletakkan para bajak laut di pulau tersebut untuk melindungi emas mereka. Namun kenyataannya, pulau itu justru dihuni oleh ular dan berkembang selama ribuan tahun. Permukaan air laut yang naik menyebabkan spesies ular ini bertahan hidup.

Banyak sekali ular yang berada di Ilha da Queimada Grande, mulai dari predator ular yang sangat besar sampai yang berbahaya sekalipun ada. Ular tersebut memiliki gerakan yang sangat cepat ketika melihat mangsanya dan bisa sangat cepat untuk membunuhnya. Bahkan mereka keluar kepermukaan untuk menemukan makanan dengan merayap keatas dan memangsa burung migran yang mengunjungi pulau tersebut.

Sebagai tempat tinggal dari 4.000 ular mematikan, pulau ini memang jauh dari rekomendasi tujuan wisata. Badan Konservasi Alam PBB (IUCN) memasukan pulau ini sebagai pulau yang sangat berbahaya. Tidak heran jika pemerintah Brasil tidak mengizinkan siapapun memasukinya, kecuali peneliti yang telah mendapat izin.

Karena berbahaya, pemerintah Brasil mengontrol ketat kunjungan ke pulau Ilha da Queimada Grande. Meskipun, Ilha da Queimada Grande mungkin tidak akan menjadi tujuan wisata yang terpopuler karena ular di pulau ini ada banyak spesies ular-ular beracun yang bisa saja membunuh Anda dengan hitungan detik. Sebuah gigitan dari ular tersebut bisa mengakibatkan tujuh persen kematian, walau sekalipun dibawa ke dokter. Bahkan racun ular dapat menyebabkan gagal ginjal , nekrosis jaringan otot, pendarahan otak dan pendarahan usus.

Pemerintah Brazil melarang semua perjalanan ke pulau karena ular tersebut sangat berbahaya untuk kehidupan manusia. Ular emas tersebut sudah terancam punah dan daerah ini menjadi pelindung untuk ular-ular tersebut, sebagai tujuan untuk melestarikannya. Meskipun pemerintah sudah melakukan upaya terbaik, tetapi pemburu ilegal masih menyerang pulau untuk menangkap ini ular tersebut dan kemudian menjualnya di pasar gelap. Mereka dijual dengan harga sekitar $ 10.000 sampai $ 30,000. Namun Angkatan Laut terus mengawasi keluar masuk seseorang pada pulau ini dan benar-benar memiliki penjagaan yang ketat.

Ular ini tidak memiliki ukuran terlalu panjang, hanya sekitar 70 sentimeter. Namun, ia mampu meregang hingga ukuran maksimum 118 sentimeter. Tubuhnya berlapis sisik berwarna emas. Kepalanya memang lancip dan bisa langsung menusuk korban. Ular ini menjadi penyebab utama kebanyakan kematian manusia yang berlangsung di Amerika Utara dan Selatan.

Kematian rata-rata mencapai 7 persen jika tidak dilakukan perawatan pasca digigit dan kemungkinan 3 persen kematian meski telah dilakukan pengobatan. Tidak diketahui penyebab ular ini bisa menjadi sangat mematikan. Ular emas berbisa itu bisa memakan daging dan jaringan tubuh manusia. Jika tak ada manusia, ular itu bisa memakan burung, kadal, bahkan mengkanibal ular lainnya.