Cagar Alam Indonesia Beserta Flora Dan Fauna Yang Dilindungi

Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan bentangan alamnya yang luar biasa indah. Hutan, gunung, sungai, dan lautnya secara apik berkolaborasi menciptakan aneka rupa cagar alam yang tak pernah habis dijelajahi. Indonesia telah memiliki rekam jejak yang bagus dalam mengembangkan daerah yang dilindungi yang meliputi semua jenis habitat terbesar. Ada begitu banyak cagar alam di Indonesia yang telah diresmikan maupun yang masih belum terjamah legalitas pemerintah yang lansekapnya tak kalah menarik satu sama lain.

Cagar alam merupakan wilayah konservasi, maka masyarakat umum tidak boleh memasuki wilayah cagar alam secara bebas. Masyarakat dapat memasuki wilayah cagar alam apabila sudah memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi. Di bawah ini beberapa cagar alam di Indonesia yang bisa kamu kunjungi.

1. Taman Nasional Gunung Leuser (Sumatra)

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) seluas 1.094.692 ha dan berada pada ketinggian 3.404 m dari permukaan laut. Secara administratif, taman nasional ini berada di dua provinsi, yaitu Sumatra Utara dan Aceh. Dengan ukuran dan keragaman habitatnya yang besar, taman ini menjadi salah satu taman terpenting di Asia Tenggara. Di dalamnya terdapat ribuan jenis tumbuhan, beberapa di antaranya tidak terdapat di tempat lain. Bahkan kunjungan singkat ke taman ini saja akan membuka kekaguman atas keragaman hutan hujan tropika, dari pohon tinggi menonjol sampai tumbuhan bawah yang menyukai keteduhan seperti jahe.

Taman ini diperkirakan melindungi sekitar 89 jenis spesies langka, di antaranya orangutan sumatra (Pongo pygmaeus abelii), badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), gajah sumatra (Elephas maximus), beruang madu (Helarctos malayanus), rangkong papan (Buceros bicornis), ajag (Cuon Alpinus), dan Siamang (Hylobates syndactylus).

2. Tanjung Puting (Kalimantan)

Tanjung Puting merupakan wilayah konservasi yang menempati areal seluas 300,040 hektar. Wilayah ini merupakan suaka margasatwa yang telah ditetapkan juga oleh Unesco sebagai cagar biosfer.

Orang utan menjadi satwa yang menghuni wilayah ini sekaligus sebagai tempat konservasi mereka. Beberapa objek wisata yang menarik di Tanjung Puting adalah Tanjung Harapan, yang merupakan area pantai dengan bebatuan yang mempertemukan daratan Kalimantan dengan Laut Jawa. Selain itu, ada juga Camp Leakey yang menjadi tempat rehabilitasi bagi orang utan.

3. Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatra)

Taman Nasional Kerinci Seblat menawarkan kesempatan bagus bagi siapa saja untuk melihat tumbuhan hutan pegunungan dan daerah sub-alpin, dataran tinggi, rawa air tawar tertinggi di Sumatra dan puncak gunung yang mencapai 3.800 m. Taman ini melindungi flora dan fauna khas Sumatra. Di antara 26 jenis Rhododendron yang ditemukan di Sumatra juga ada di sini. Di taman ini terdapat bunga terbesar di dunia, Rafflesia dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum (Amorphophallus titanum).

Dengan masuknya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra ke dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, membuat Taman Nasional Kerinci Seblat juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

4. Waigeo Barat (Raja Ampat)

Cagar Alam Waigeo Barat merupakan satu dari empat cagar alam yang ada di Raja Ampat, Papua. Cagar alam ini dibentuk oleh beberapa pulau yakni Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Missol. Gugusan pulau inilah yang membuat Raja Ampat dikenal sebagai surga dunia di ujung timur Indonesia. Ada begitu banyak flora dan fauna endemik yang langka dan menakjubkan disini. Jika beruntung, anda bakal menikmati kehidupan liar fauna disana yang sangat indah dan eksotis.

5. Taman Nasional Ujung Kulon (Jawa)

Dikenal sebagai rumah bagi satwa badak jawa yang masih ada. Keindahan flora Ujung Kulon sangat menarik karena adanya proses penutupan kembali setelah ledakan Krakatau mengirim gelombang laut yang menghancurkan semenanjung. Di sini terdapat hutan dataran rendah ditumbuhi banyak rotan dan palem lain, juga daerah hutan pinggir pantai dan bakau sangat indah.

Bagian yang juga sangat menarik adalah empat pulau kelompok Krakatau, tiga pulau merupakan sisa gunung api asli, sementara yang keempat adalah anak Krakatau yang muncul 45 tahun kemudian setelah meletus. Pulau-pulau tersebut menyediakan laboratorium alam yang menarik bagi ahli botani untuk mempelajari pola perpindahan di pulau baru itu.

6. Anak Krakatau (Lampung)

Cagar alam ini terletak di Selat Sunda, sebuah laut yang memisahkan antara pulau Jawa dengan pulau Sumatera. Wilayah ini masuk dalam teritori Kabupaten Lampung selatan. Anda yang berminat ke tempat ini bisa melalui dermaga Grand Krakatoa, Lampung dengan menempuh perjalanan sekitar 3 jam. Selain cagar lama berupa tumbuhan hijau yang eksotis, di sini anda bisa menikmati keindahan anak gunung karakatau yang terbentuk dari sebuah letusan legendaris.

7.  Laut Pulau Sangiang (Banten)

Cagar Alam Sangiang menempati pulau dengan luas sekitar 700 hektar. Pulau ini dihuni oleh 40 keluarga saja yang berpencar satu sama lain di berbagai lokasi di pulau ini. Pulau Sangiang masih masuk teritori Provinsi Banten dengan letak di Selat Sunda. Pulau Sangiang menawarkan eksotika wisata kepulauan dengan hamparan pasir putih, air laut nan bening ditambah aneka biota laut yang mempesona. Dan setidaknya ada tiga jenis wisata yang bisa anda nikmati disini, yakni wisata alam, wisata bahari, dan wisata sejarah.

8. Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi)

Tipe vegetasi utama taman nasional yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah ini adalah hutan pegunungan. Luas area mencakup 217.991.18 ha dengan ketinggian mencapai 1.000 m dpl. Sulawesi merupakan batas terbarat Eucalyptus dengan hanya satu jenis, Eucalyptus deglupta. Pohon ini mudah dikenal karena tingginya, batang lurus, dan kulit penuh warna yang selalu terkelupas sehingga bebas epifit.