Pasangan Ini Habiskan Waktu 26 Tahunnya Untuk Hutan Yang Rusak

Hutan pada dasarnya adalah tempat tinggal para tumbuhan dan hewan. Banyak manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi bakar hutan, tebang pohon secara liar dan lebih parahnya memburu hewan secara liar. Inilah yang menyebabkan banyak hewan yang berkeliaran kerumah penduduk kampung. Bahkan lebih parahnya mereka hampir punah akibat tidak adanya tempat tinggal bagi mereka. Adapun beberapa manusia yang mengerti akan pentingnya manfaat dan melestarikan hutan untuk kehidupan makhluk hidup di dunia.

Manfaat Hutan

Hutan bagi kehidupan bisa kita anggap sebagai ‘kebutuhan pokok’ yang tidak ternilai harganya. Tahukah kamu apa fungsi hutan bagi kelangsungan kehidupan umat manusia di dunia ini ? Ini sekilas seperti sebuah pertanyaan yang tak berguna. Tapi jika kamu mau memahami secara lebih mendalam, ternyata adanya hutan di dunia ini membawa akibat yang tak sedikit bagi kelansungan hidup manusia di dunia ini.

Kamu bayangkan aja kalau hutan di dunia ini semua habis terbakar dan rusak. Maka dapat dipastikan bahwa dunia ini akan terasa sangat panas. Persediaan air tawar juga akan cepat habis karena tak adanya hutan sebagai daerah resapan. Banjir akan datang setiap ada musim hujan, sebab setiap tetes air hujan akan langsung mengalir menuju tempat yang lebih rendah ketinggiannya.

Kamu juga akan cepat merasa stres karena dunia ini tak ada yang terisi dengan hijau daun yang dapat membuat tentram hati dan pastinya masih banyak lagi. Hutan adalah paru-paru makhluk hidup, fungsi hutan begitu banyak bagi manusia, hewan bahkan tumbuhan. Untuk itu inilah Fungsi yang bisa di dapat dari hutan.

1. Sebagai Paru – Paru Dunia

Salah satu fungsi hutan adalah sebagai paru-paru dunia, maksudnya adalah hutan dapat menyerap gas karbon dioksida yang berbahaya bagi manusia dan menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan manusia.

2. Sumber Ekonomi

Fungsi hutan lainnya yang tidak kalah penting dari sebagai paru-paru dunia adalah sebagai sumber ekonomi. Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan terbesar di dunia juga mengandalkan hasil-hasil hutannya seperti kayu dan lain-lainnya sebagai sumber ekonomi nasional.

3. Mencegah Erosi Dan tanah Longsor

Hutan berfungsi untuk mencegah erosi dan tanah longsor, akar tumbuhan dan pohon yang terdapat dalam hutan merupakan bahan alami untuk mencegah longsor yang akan terjadi di berbagai daerah.

4. Sumber Cadangan Air

Hutan melalui berbagai jenis pepohonan merupakan salah satu sumber cadangan yang melakukan peresapan air yang sangat besar. Tidak heran bahwa jika cadangan air sangat besar terdapat di dalam hutan.

5. Habitat Bagi Flora dan Fauna

Ketahuilah bahwa fungsi hutan tidak hanya diperuntukkan bagi manusia semata, flora dan fauna pun sepantasnya mendapatkan manfaat hutan sebagai habitat atau rumah bagi mereka semua. Oleh sebab itu kita seharusnya tidak merusak habitat mereka. Karena itu adalah tempat tinggal yang baik bagi Flora dan Fauna.

Nah, tahukah kamu bahwa ada sosok manusia yang begitu baik, yang mengabdikan hidupnya selama 26 tahun hanya untuk mengembalikan kelestarian hutan. Pastinya sosok seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh beberapa negara. Kecintaan terhadap suatu lingkungan membuatnya menyadari betapa pentingnya tumbuhan hijau bagi makhluk hidup.

Bermula Dengan Membeli Lahan Hutan Yang Rusak

Pamela dan Anil adalah pasanagn suami istri yang telah memutuskan untuk membeli sebuah lahan hutan hujan tahun 1991 silam dan selama 26 tahun terakhir ini mereka berdua telah menghijaukan kembali kawasan hutan hujan tersebut. 26 tahun silam Pamela dan Anil menemukan sebuah lahan hutan yang mengalamai deforestasi ekstrim. Deforestasi sendiri adalah proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk diambil kayunya atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan. Deforestasi ini bisa juga disebabkan oleh kebakaran hutan baik yang disengaja atau terjadi secara alami.

Saat Pamela membeli lahan hutan ini di tahun 1991, sudah banyak bagian hutan yang ditinggalkan begitu saja tanpa ada usaha pelestarian lahan atau lingkungan. Sudah banyak kawasan gundul yang secara nggak langsung punya pengaruh buruk pada curah hujan dan juga persediaan air di India. Inilah alasan utama pamela membeli hutan rusak ini agar dapat mengembalikan dan melestarikan pepohonan diarea hutan tersebut.

Berencana Menjadikan Hutan Ini Sebagai Cagar Alam

Kawasan hutan Distrik Kodagu mengalami kerusakan alam yang begitu ekstrim dan menimbulkan rasa perihatin bagi Pamela dan Anil. Ladang sawah, kopi dan kapulaga juga dibiarkan terbengkalai begitu saja. Ditambah lagi penggundulan hutan yang massive, tentu akan butuh banyak tenaga untuk memperbaiki semuanya. Nggak cuma itu, dia juga butuh ekstra biaya dan waktu untuk membuat kawasan hutan hujan ini dan asri kembali. Sungguh upaya yang luar biasa, jarang banget ada sosok manusia yang mau peduli akan hutan yang telah rusak seperti ini.

Pamela dan Anil akhirnya membuat keputusan untuk membangun sebuah cagar alam di kawasan ini. Cagar alam yang kemudian dikenal dengan SAI Sanctuary SAI. Sanctuary saat ini sudah memiliki luas sekitar 300 hektar dan menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 200 spesies tumbuhan dan hewan yang terancam punah, termasuk gajah Asia dan harimau Bengal.

Jerih Payah Selama 26 Tahun, Kini Terbayarkan Dengan Hutan Hijau Yang Asri

Kondisi hutan yang sudah kembali lebat dan perairan yang sudah pulih membuat Pamela dan Anil merasa sangat bahagia. Mereka bahkan nggak menduga kalau mereka bisa melakukan itu semua. Ya, meski butuh waktu yang sangat lama. Dan mereka mengibaratkan kalau dulu tempat ini hanya dihuni oleh daun kering, dan suasana yang begitu gersang. Namun beda jauh dengan yang sekarang, hutan rasanya hidup dengan suara-suara dari ranting, pohon, burung dan hewan yang hidup di dalamnya.

Dari perjuangan panjang Pamela dan Anil selama 26 tahun, kini kondisi kawasan hutan hujan di Distrik Kodagu sangat bagus. Sumber mata air melimpah, jadi masyarakat di sekitar hutan hujan ini nggak perlu khawatir pada persediaan air bersih dan bahagianya lagi kini spesies-spesies yang hampir kehilangan rumah pun kini sudah kembali mendapatkan tempat tinggal mereka. Kalau dilihat dari udara, kawasan hutan hujan di Kodagu ini juga sudah kembali hijau dan lebat  menjadi tanda bahwa hutan ini sudah kembali hidup.

Lihatlah betapa mulianya hati pasangan suami istri ini. Dan Mulailah untuk mencintai lingkungan sekitar mu.