Yuk, Lihat Aksi Bocah Sih Penakluk Ular

Omg kok bisa sih ada ular ditaman itu? Duh… takut bener deh, iya kali lagi duduk-duduk santai tiba-tiba ada ular. Iuhhh, jangan sampek terulang lagi deh. Bisa terkena serangan jantung yang ada. Seandainya ada anak-anak dari suku Vadi disini, pastinya saya gak bakalan takut. Suku Vadi? Apaan tuh? Yaelah kalian enggak tahu? Yaudah yuk, mari kita cek dibawah ini. Tapi ingat guys, jangan terkejut apalagi sok kagum-kagum gitu ya nanti.

Bocah Sih Penakluk Ular

Mungkin bagi setiap anak yang ada didunia tidak ada yang melakukan aktivitas seperti ini karena mereka pasti hanya bermain-main pada boneka ataupun teman sepermainannya. Namun beda halnya dengan anak-anak dari suku Vadi ini. Melihat ular kobra di hadapan kamu, pasti membuat takut akan bisanya yang sangat mematikan. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi suku Vadi di Gujarat, India. Gujarat adalah negara bagian India paling terindustrialisasi di India setelah Maharashtra dan ia terletak di barat India. Penduduk disana terkenal dengan kebiasaan mereka akan ular kobranya. Bagi suku yang satu ini, ular kobra merupakan sahabat baik dan mereka kerap menampilkan atraksi menarik. Hebatnya lagi nih guys, disana sejak kecil saja sudah dikenalkan dengan ular tersebut, bahkan menjadi peliharaan mereka. Waduh, ular yang mematikan seperti itu dijadikan sebagai peliharaan, apa nggak takut dipatuk ya. Bahkan bocah disana sangat berani berinteraksi langsung dengan ular. Pasti nggak nyangka banget diusianya yang masih terbilang bocah tetapi mereka begitu berani melakukan hal tersebut.

Diusia Yang Dini, Mereka Dapat Mengendalikan

Sejumlah bocah yang usianya tak lebih dari enam tahun memusatkan pikirannya pada seekor ular kobra yang sedang mendesis dan mengangkat kepalanya. Mereka tidak sedang terancam tetapi sedang mencoba berkomunikasi dengan ular mematikan itu. Ya, mereka sedang belajar menjadi pawang ular. Proses pembelajaran yang mereka lakukan bukanlah terbilang instant. Namun membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 8 atau 10 tahun agar mahir dalam menangani ular kobra tersebut. Anak-anak didekatkan dan menjadikan mereka sebagai sahabatnya. Agar lebih mendekatkan diri kepada ular-ular itu, salah satu bocah tersebut menjadikan ular sebagai hiasan di kepalanya.

Aduh, ampun banget dah liat bocah-bocah suku Vadi ini. Setelah memperoleh ilmu mengendalikan ular. Mereka ke tahap yang berbeda berdasarkan jenis kelamin. Anak laki-laki akan mendapat ilmu menakhlukkan ular, memikat ular agar mau mengikuti kemauan tuannya. Sementara anak perempuan lebih diarahkan pada segi penyembuhan, misalnya luka digigit ular dan lainnya. Ternyata semua mendapat bagiannya masing-masing dalam mengurus sahabatnya itu.

Setiap anak akan mendapat pelatihan tentang ular. Pendidikan ini dimulai saat anak berusia 2 tahun. Mereka diajarkan ritual menaklukkan ular dan memikat ular. Ilmu tersebut diturunkan pada mereka (anak-anak) agar kelak siap mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Pelajaran dalam hal menangani ular bukanlah hal yang main-main. Gimana nggak main-main ya guys, liat aja tuh ular yang mereka pelihara, ular yang paling mematikan.

Ternyata ular-ular kobra ini dirawat dan diberi makanan yang bersifat tumbuhan. Yang disajikan sebagai makanan ular itu membuat bisa ular tidak lagi mematikan. “Kami tidak memotong taring karena itu kejam. Kami tidak akan menyiksa mereka karena bagi kami ular-ular itu seperti anak sendiri”. Bagus nih, jadi tidak ada kerugian diantara ular dan pawangnya. Karena sih pawang merawat dan menjaga kebutuhan yang diperlukan ular dan begitu juga dengan ular. Mereka (pawang ular) dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup bermasyarakat.

Perjanjian Mistis Suku Vadi dengan Ularnya

Yah kali dunia ini cuman suku Vadi yang mengerti arti dari gerakan dan kemauan sih ular dan bisa sedekat itu dengan kobra. Padahal nih kobra kan ular yang bisanya paling mematikan di dunia. Sejak kecil anak-anak akan mendapat cerita tentang hubungan suku Vadi dan ular. Di malam hari suku ini duduk mengitari api ungun di gurun terbuka, kemudian mendengar cerita cerita perjanjian manusia dan Naga sang Dewa ular. Bahkan suku Vadi menjelaskan kepada anak-anak bahwa mereka hanya mengambil ular dari habitatnya, paling lama hanya tujuh bulan sebelum mengembalikan mereka (ular) itu kepada habitatnya.

Mereka mempercayai bahwa ular memiliki kehidupan pribadi juga. Suku ini menantang keras apabila sudah 7 bulan ular belum juga dikembalikan. Mereka beranggapan bahwa seseorang telah menghina dan melukai ular tersebut. Karena perjanjian yang telah dibuat benar-benar mutlak. Mereka mempercayai bila melanggar peraturan ini, maka bahaya akan datang pada nya (mereka yang lewat 7 bulan mengembalikan ular tersebut). Waduh seram amat ya. Di antara keduanya (manusia dan ular) ada rasa saling percaya satu dengan lainnya. Mereka tidak menganiaya ular demikian juga sebaliknya, tidak saling menyakiti dan mereka tidak memotong apalagi memakan ular. Bagi mereka ular ibarat keluarga, sahabat dan anak-anak mereka sehingga tak mungkin menyakiti.

Hebat banget buat Suku Vadi Gujarat, India. Mereka bukan hanya merawat, namun mereka begitu mencintai dan mempercayai layaknya manusia saja. Nah, gimana ada yang mau belajar menaklukkan ular? Pastinya sedikit nih yang mau. Atau mau belajar menaklukkan hati-hati wanita. Duh… jangan deh kasihan hihihi. Oke cukup sekian dulu hari ini ya.